Ini Penjelasan BPLHD Bandung Soal Asap di Taman Ganesha

- detikNews
Senin, 18 Feb 2013 20:30 WIB
Petugas BPLHD Mengecek Asap
Bandung - Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Kota Bandung memastikan asap yang tiba-tiba muncul dari dalam tanah di Taman Ganesha tidak beracun. Namun keluarnya asap misterius di lokasi tersebut menjadi pertanyaan. Apa penyebabnya?

Kepala Bidang Rehabilitasi BPLHD Kota Bandung Ayu Sukenjah mengatakan pengecekan pada Senin (17/2/2013) pagi, asap sudah tidak muncul lagi.

"Asumsi atau dugaan kami, penyebab asap muncul itu dari proses pembusukan bahan organik secara anaerob atau tanpa oksigen. Jadi di dalam tanah ada pembusukan bahan organik. Bisa saja dari kotoran ternak, daun, dan kayu mebusuk. Itu kan oleh bakteri diuraikan menjadi bahan lain sehingga keluar panas dan air," jelas Kepala Bidang Rehabilitasi Lingkungan BPLHD Kota Bandung Ayu Sukenjah saat dihubungi via telepon.

Menurut Ayu, semburan asap di Taman Ganesha akan hilang dengan sendirinya. Jadi, tambah dia, kejadian tersebut tidak perlu dikhawatirkan. Alat detektor gas pun tidak mendeteksi munculnya kandungan gas berbahaya.

"Kalau (asap) terus-terusan, ada sumber asap lain. Ini 'kan hanya sesaat," tutup Ayu.

Semburan asap putih diketahui muncul sejak Sabtu (16/2/2013) sore. Pada Minggu (17/2/2013) kemarin, Wakil Walikota Bandung Ayi Vivananda meninjau lokasi, dan memerintahkan BPLHD Kota Bandung melakukan pengecekan. Ayi pun meminta masyarakat atau pengunjung Taman Ganesha tidak resah. Petugas BPLHD pun langsung bergerak cepat menyambangi tempat semburan asap yang terlihat tipis, dan tidak berbau.

Hasilnya tidak ditemukan parameter mengandung bahaya racun. "Setelah mengecek menggunakan alat detektor gas, tidak ditemukan adanya kandungan parameter berbahaya atau beracun. Alat detektor tidak mendeteksi gas berbahaya," ucap Ayu, kemarin.

Saat didekatkan ke asap, detektor tidak mengeluarkan bunyi tanda peringatan guna mendeteksi empat parameter yakni gas hidrogen sulfida (H2S), karbon monoksida (CO), oksigen (O2), dan gas mudah terbakar (LEL). Jika terdeteksi empat parameter tersebut, alat detektor seukuran telepon genggam ini otomatis berbunyi.


(bbn/bbn)