detikNews
Rabu 10 Februari 2016, 09:19 WIB

Kisah Kang Jack, Juru Parkir yang Bikin Sekolah Gratis di Bandung

Baban Gandapurnama - detikNews
Kisah Kang Jack, Juru Parkir yang Bikin Sekolah Gratis di Bandung Foto: Baban Gandapurnama
Bandung - Riuh suara puluhan bocah mewarnai seisi sebuah rumah di pemukiman padat penduduk. Mereka nampak enjoy belajar dan asyik bermain. Begitulah suasana TK Raudlotul Jannah yang merupakan sekolah gratis bagi anak warga miskin yang dicetuskan seorang juru parkir, Kang Jack (39).

Pria pemilik nama asli Undang Suryaman ini bersama istri tercinta, Yani Novitasari (36), gigih mendirikan TK gratis walau serba keterbatasan finansial. Perjuangan Jack menebar kebaikan dan menggelorakan kepedulian itu bermanfaat membantu keluarga golongan tak mampu.

TK Al Raudlotul Jannah bertempat di Gang Tumaritis, Kampung Babakan Loa, RT 3 RW 12, Desa Rancaekek Kulon, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. "Intinya saya berniat ibadah dan menolong antarsesama, terutama warga miskin. Saya ingin berbagi kebahagiaan dengan cara mendirikan TK gratis untuk anak-anak tidak mampu," kata Jack sewaktu berbincang bersama detikcom di TK Al Raudlotul Jannah, Selasa (9/2/2016) kemarin.

Benak Jack bergejolak saat menyimak banyak anak usia empat dan lima tahun di wilayah tempat tinggalnya menggebu-gebu ingin sekolah tapi orang tuanya tidak mengantongi biaya. Prihatin melihat kondisi permasalahan klasik tersebut, Jack bergerak menggulirkan perubahan dan solusi positif.

Dia enggan anak-anak di kampungnya bernasib serupa dengan dirinya. Jack secara nyata merangkul putra putri penerus bangsa agar memperoleh hak mengenyam pendidikan.


"Dulu saya putus sekolah, cuma lulusan SD. Terus terang, saya enggak mau ada anak-anak yang masih punya masa depan justru terlambat sekolah gara-gara faktor ekonomi. Cukuplah saya yang begini, jangan mereka tidak berbekal ilmu dan wawasan," tutur Jack.

TK Al Raudlotul Jannah diprakasai Jack sejak 12 April 2012. Awalnya Jack memanfaatkan ruang kosong Masjid Raudlotul Jannah di dekat rumahnya sebagai aktivitas belajar mengajar.

"Saya meminta izin kepada pemilik dan pengurus masjid. Akhirnya mendapat restu. Tahun pertama hingga ketiga, tempat TK berada di masjid. Masih tahun ketiga, saya mengontrak rumah di samping masjid. Jadi pernah satu tahun kegiatan TK ini berada di rumah kontrakan," ujar Jack.

Jack saban harinya, Senin hingga Jumat, 'ngantor' di kampus Universitas Padjadjaran (Unpad), Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Lelaki kelahiran Garut 25 Mei 1976 ini mengawal area parkir kendaraan di area gedung Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unpad. Pekerjaan juru parkir sudah Jack lakoni sejak 1992, semasa kampus Fikom Unpad berlokasi di Jalan Dipatiukur, Kota Bandung.

Dia sebenarnya memilih tutup mulut dan tanpa gembar gembor telah mendirikan TK gratis. Namun aksi baik dan hikayat inspiratif Jack tercium sejumlah alumnus Fikom Unpad. Mereka pun menggalang dana menyewakan rumah kontrakan selama satu tahun guna tetap 'menghidupkan' TK.

"Padahal saya enggak pernah cerita kepada mahasiswa dan orang kampus kalau selama ini punya TK gratis bagi anak-anak tidak mampu," tutur Jack.

Lantaran terganjal kendala soal biaya memperpanjang sewa rumah, Jack memindahkan TK ke rumah mertuanya yang masih daerah tersebut sejak Agustus 2015. "Setelah tidak bisa mengontrak, saya betul-betul bingung, sempat berpikir keberadaan TK mau lanjut atau tidak. Tapi saya punya prinsip, sekolah ini harus terus eksis. Saya sudah terlanjur berjuang dan berniat menolong orang, lalu akhirnya rumah mertua digunakan menjadi TK sampai sekarang," tutur Jack.

"Alhamdulillah, murid TK pada tahun ini (2015) berjumlah 51 orang. Tiap tahunnya terus meningkat. Mereka warga Rancaekek yang mayoritas anak-anak tidak mampu. Intinya orang tuanya berpenghasilan tak menentu. Ada buruh, kuli bangunan, bahkan orang tua murid yang belum punya pekerjaan," ujar bapak empat anak ini menambahkan.


Murid TK Al Raudlotul Jannah antusias meski belajar sambil duduk lesehan beralas karpet. Suasana ruang 'kelas' tanpa kursi dan meja belajar. "Sekarang guru atau tenaga pengajar berjumlah empat orang, termasuk istri saya," kata Jack.

TK Al Raudlotul Jannah bernaung di bawah bendera Yayasan Nafilatul Husna Ataulah sejak Desember 2015. Yayasan bergerak bidang pendidikan dan sosial ini bentukan Jack serta istrinya. Status TK tersebut baru memiliki nomor registrasi dari Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak (IGTK) Jabar. Kepedulian Jack yang notabene 'orang pinggiran' tak bergelimang harta rupanya menggugah sejumlah dermawan menjadi donatur tetap guna menjaga eksistensi sekolah.

Kisah inspiratif Kang Jack menyebar ke seantero nusantara. Beberapa warga Jakarta hingga Bangka Belitung sengaja mendatangi sekolahan ini lantaran kagum terhadap sosok hebat Jack. Segelintir publik figur, seperti presenter Ruben Onsu juga pernah melihat langsung sekolah sederhana ini.


(bbn/ern)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com