DetikNews
Sabtu 10 November 2018, 09:21 WIB

TV Jepang Batalkan Penampilan Grup K-Pop BTS karena Kaus Bom Atom

BBC Magazine - detikNews
TV Jepang Batalkan Penampilan Grup K-Pop BTS karena Kaus Bom Atom BTS, K-pop Korea Selatan melejit namanya di dalam negeri dan luar negeri. (Getty Images)
Tokyo - TV Jepang membatalkan penampilan grup K-popBTS di tengah kontroversi kaus tentang bom atom di Jepang yang digunakan oleh salah seorang anggota band Korea Selatan ini.

Foto Jimin menggunakan kaus terkait bom atom yang dijatuhkan Amerika di Jepang dengan korban ratusan ribu orang, menyebar cepat di internet.

Fan BTS di Jepang termasuk yang berang dan menyebut langkah Jimin, "menghina." BTS sendiri meminta maaf kepada para fan karena tak bisa tampil di TV.

Kaus "bom atom" itu juga mengangkat slogan kemerdekaan Korea.

Di Jepang, kaus ini dianggap sebagai perayaan jatuhnya bom yang akhirnya membuka jalan kemerdekaan semenanjung Korea dari penjajahan Jepang.

Masalah perang merupakan masalah yang sangat sensitif bagi dua negara.

Kaus dan bom atom

BTS, grup K-pop Korea dengan tujuh anggota, dijadwalkan tampil di acara musik TV Asahi pada Jumat (09/11).

"Kaus yang digunakan salah seorang anggota band menimbulkan kontroversi...kami telah membicarakan dengan label rekaman. Namun, kami memutuskan untuk menunda penampilan (mereka) kali ini," kata TV Asahi dalam pernyataan yang diterbitkan di internet.

Tidak jelas kapan Jimin memakai kaus itu namun foto-fotonya mulai menyebar pada bulan Oktober.

Kaus yang bisa dibeli melalui internet ini, menampilkan slogan, "Patriotisme adalah sejarah pembebasan Korea" dan menampilkan foto bom atom yang dijatuhkan di Jepang.

Selama Perang Dunia pada 1945, dua bom atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki, bom atom satu-satunya yang digunakan saat perang.

Ratusan ribu orang meninggal dunia seketika dan banyak lagi yang meninggal beberapa tahun kemudian karena pengaruh radiasi.

Bom atom di Hiroshima dan Nagasaki dijatuhkan Amerika pada Agustus 1945.
Bom atom di Hiroshima dan Nagasaki dijatuhkan Amerika pada Agustus 1945. (Getty Images)


Pengeboman itu menyebabkan Jepang menyerah dan mengakhiri Perang Dunia II di Asia, dan mengakhiri masa kolonialisme di Semenanjung Korea yang dimulai pada 1910.

Sejumlah media di Korea melaporkan Jimin menggunakan kaus itu tahun lalu, sementara media lain menyebutkan ia pakai pada tanggal 15 Agustus tahun ini untuk merayakan Hari Pembebasan Korea.

"Saya tak akan mengizinkan BTS tampil"

Di media sosial, foto Jimin dengan kaus bom atom mulai menyebar awal November.

Tak lama kemudian, muncul banyak tagar dalam bahasa Jepang antara lain #TakTermaafkan, #BomAtom, yang mulai trending di Twitter.

Sejumlah pengguna media sosial marah.

"Saya warga Hiroshima, saya tak akan mengizinkan BTS tampil dalam acara musik. Mereka membuat guyonan soal bom atom," kata salah seorang pengguna Twitter sebelum penampilan mereka dibatalkan.

Namun fan BTS lain tetap mendukung.

"Jangan sedih, ini bukan kesalahanmu. Hubungan tegang antara dua negara di luar kendalimu...Jimin jangan salahkan dirimu," kata salah seorang pengguna Twitter.

"Apa yang salah bila Korea merayakan Hari Pembebasan Nasional?" kata pengguna Twitter Korea. "Anda semua salah langkah," tambahnya.

Pembatalan penampilan BTS terjadi di tengah memburuknya hubungan Jepang dan Korea Selatan dalam tahun-tahun terakhir ini.

Minggu ini, pengadilan Korea Selatan memerintahkan perusahaan Jepang membayar ganti rugi pekerja selama masa kolonial Jepang di Semenanjung Korea.

Namun Tokyo menekankan masalah ganti rugi telah diselesaikan berdasarkan perjanjian yang tertuang dalam traktat yang ditandatangani pada 1965, dan menyebut putusan itu "tak bisa dipercaya."




(nvc/nvc)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed