DetikNews
Senin 16 Juli 2018, 09:34 WIB

Diberitahu Soal Penyelam yang Tewas, 12 Remaja Thailand Menangis

BBC World - detikNews
Diberitahu Soal Penyelam yang Tewas, 12 Remaja Thailand Menangis Ke-12 remaja beserta pelatih mereka berfoto bersama lukisan mendiang Saman Gunan yang meninggal dalam operasi penyelamatan mereka di Gua Tham Luang. (Reuters)
Bangkok - Para 12 remaja Thailand dan seorang pelatih sepak bola yang diselamatkan dari dalam GuaTham Luang berduka ketika mengetahui ada seorang penyelam meninggal dunia dalam operasi penyelamatan mereka.

Para remaja dan pelatih mereka baru diinformasikan mengenai nasib Saman Gunan, mantan personel Angkatan Laut yang tewas pada 6 Juli, manakala tim dokter memutuskan mereka cukup kuat untuk mencerna kabar tersebut.

"Semua menangis dan mengungkapkan duka mereka dengan menulis pesan pada gambar Letnan Saman. Mereka kemudian mengheningkan cipta selama satu menit untuk mengenangnya," kata Jedsada Chokdamrongsuk, pejabat Kementerian Kesehatan Thailand.

Pemerintah Thailand lalu merilis foto-foto para remaja itu sedang mengelilingi sebuah gambar mendiang Saman Gunan.

"Mereka berterima kasih kepadanya dan berjanji menjadi anak-anak baik," sebut kementerian kesehatan.

thailandPara remaja mengheningkan cipta setelah menulis pesan pada lukisan Saman Gunan. (Reuters)

Sebanyak 12 remaja Thailand yang berhasil diselamatkan setelah terperangkap di dalam gua selama 17 hari membagikan pesan pertama mereka melalui video.

Dari atas tempat tidur, mereka secara satu per satu menyatakan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses penyelamatan.

Di hadapan kamera dan tetap menggunakan masker penutup mulut dan hidung, mereka juga mengaku dalam kondisi sehat.

Bocah ThailandDari atas tempat tidur, mereka secara satu per satu menyatakan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses penyelamatan. (BBC)

Titan, yang berusia 11 tahun dan paling muda dari lainnya, mengatakan dirinya berterima kasih kepada tim penyelam pasukan elit Angkatan Laut Thailand.

"Saya ingin berterima kasih kepada semua tim penyelam Angkatan Laut Thailand yang membantu kami," kata Titan seraya tersenyum.

Bocah ThailandBBC


"Saya ingin nasi kacang babi," ujarDuangpetchPromtep, 13, seraya tertawa dari balikmaskernya.

Titan dan kawan-kawannya memberikan ucapan terima kasih dari atas tempat tidur masing-masing.

'Terima kasih ataskepeduliannya'

Adapun Nick, yang berusia 15 tahun, dalam pesannya menyatakan bahwa kondisinya semakin bugar.

"Saya sekarang sehat," ungkapnya seraya mengangkat kedua tangannya - dan tersenyum.

"Terima kasih sudah peduli dan memberikan perhatian kepada kami. Tidak lupa, terima kasih pula karena sudah masuk (ke dalam gua) untuk menyelamatkan kami."

"Jangan khawatirkan saya sekarang, saya sudah selamat," tambahnya, lalu tersenyum.

Dalam video yang diputar dalam jumpa pers, Sabtu (14/07), mereka yang terlihat sehat duduk di atas tempat tidur.

'Saya ingin daging babi panggang'

Beberapa di antara mereka mengaku ingin sekali melahap makanan kesukaannya, seperti nasi goreng babi dan sushi.

"Saya ingin nasi babi dan daging babi panggang," ungkap Pipat Photi, 15, di hadapan kamera.

Bocah ThailandTitan, yang berusia 11 tahun dan paling muda dari lainnya, mengatakan dirinya berterima kasih kepada tim penyelam pasukan elit Angkatan Laut Thailand. (BBC)

"Saya ingin nasi kacang babi," ujar Duangpetch Promtep, 13, seraya tertawa dari balik maskernya.

Sementara, Banpot Konkham, ayah dari salah-seorang dari belasan remaja itu mengatakan ketika putranya sudah bisa meninggalkan rumah sakit, dia akan memeluknya erat-erat dan mengatakan kepadanya bahwa dia sangat mencintainya.

"Saya juga akan membuatkan sup kesukaannya," kata Banpot. Anaknya yang bernama Dom merupakan kapten tim sepak bola yang beranggotakan belasan remaja itu.

Tapi apakah dirinya peduli tentang kesehatan mental putranya?

"Anak-anak tidak seperti orang dewasa, mereka tidak dapat mengendalikan emosinya. Dalam kondisi gelap di dalam gua, beberapa dari mereka pasti menangis. Saya pikir banyak dari mereka takut pada suasana gelap," ungkap Bankot.

Kapan mereka dapat meninggalkan rumah sakit?

Kemungkinan besar para remaja itu diperbolehkan meninggalkan rumah sakit pada Kamis (19/07) pekan ini, kata Menteri Kesehatan Thailand, Piyasakol Sakolsatyadorn, seperti dilaporkan Kantor berita Reuters.

Piyasakol juga meminta agar mereka menghindari wawancara media karena dikhawatirkan akan berdampak negatif pada kesehatan mental mereka.

Pihak berwenang Thailand juga akan menyertakan tim pendamping untuk memeriksa kondisi psikis anak-anak itu setelah mereka kembali ke rumahnya akhir pekan ini.

"Sehingga anak-anak itu dapat pulih secara fisik dan mental saat mereka tumbuh besar," katanya.

Berat badan bertambah

Sebagian remaja itu kehilangan berat badan hingga lima kilogram, tetapi berat badan mereka mulai bertambah setelah dirawat di rumah sakit, kata Piyasakol kepada wartawan.

Mereka yang menderita radang paru-paru juga dinyatakan sudah pulih dan semuanya dapat meninggalkan rumah sakit pada hari Kamis, katanya.

Pada 23 Juni lalu, belasan remaja itu serta pelatihnya menjelajahi kompleks gua di Thailand utara setelah berlatih sepak bola.

Tetapi saat berada di dalam gua, terjadi hujan deras yang membuat sebagian lorong gua terendam air, sehingga mereka terjebak di dalamnya.

Dua penyelam Inggris menemukan mereka dalam kondisi selamat, pada 2 Juli lalu, dengan duduk di atas gundukan tanah di dalam gua yang terhindar dari banjir, yang jaraknya sekitar empat kilometer dari pintu gua.

Walaupun tidak gampang, mereka akhirnya berhasil dievakuasi dari dalam gua dan kemudian dirawat di rumah sakit.


(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed