DetikNews
Kamis 07 Desember 2017, 10:28 WIB

Berkaca dari Yerusalem: Bagaimana Memilih Ibu kota Negara?

BBC Magazine - detikNews
Berkaca dari Yerusalem: Bagaimana Memilih Ibu kota Negara?
Jakarta -

Yerusalem kini dinyatakan resmi oleh Amerika Serikat sebagai ibu kota Israel, walau sejak awal rencana itu ditentang sejumlah negara dan organisasi internasional.

Kota itu -yang memiliki tempat suci bagi umat Yahudi, Kristen, dan Islam- merupakan tempat unik yang simbolis dan statusnya menjadi akar masalah dalam konflik Israel-Palestina.

Bagaimanapun baru Amerika Serikat yang mengakui secara resmi Yerusalem sebagai ibu kota Israel, lewat pengumuman di Gedung Putih, Rabu (06/12).

Namun bagaimana sebenarnya penetapan ibu kota sebuah negara dan apa yang dicerminkannya. Berikut empat alasan di balik penentuan ibu kota.

1. Kontrol dan lambang persatuan

Kata 'capital' atau ibu kota berasal dari bahasa Latin 'capitalis' yang artinya dhe word "capital" originates from the Latin capitalis, meaning 'kepala'.

Sebagai kota yang menjadi kepala dari wilayah bersangkutan, ada kaitannya dengan negara dan tempat dari pemerintahan serta, jika memang ada, juga tempat untuk kerajaan.

Palangka Raya Presiden Soekarno ingin Palangka Raya menjadi ibu kota Republik Indonesia. (AFP)

Ibu kota memerlukan perlindungan namun juga bisa melakukan pengendalian dan kesatuan.

Dengan alasan itu, banyak ibu kota yang dibangun di tengah satu negara karena harus bisa mewakili semua tempat di negara bersangkutan dan juga bisa dicapai secara merata.

Presiden Soekarno, misalnya, memilih Palangka Raya sebagai ibu kota Indonesia karena dianggap berada di tengah Indonesia walau rencana itu tidak terwujud dan belakangan dihidupkan kembali oleh Presiden Joko Widodo

Madrid juga terletak di tengah Spanyol.

Abuja, Nigeria Abuja sengaja dibangun sebagai ibu kota Nigeria untuk menggantikan Lagos. (Reuters)

Demikian pula dengan Abuja yang secara resmi dibangun sebagai ibu kota Nigeria pada tahun 1991 untuk menekankan persatuan di sebuah negara yang memiliki keragaman agama dan etnis.

Adapun ibu kota sebelumnya, Lagos, terletak di garis pantai di ujung sebelah Barat Daya Nigeria.

Hal itu sama sama dengan Brasil, yang memindahkan ibu kotanya dari kawasan pantai, Rio de Janeiro, ke bagian pedalaman, Brasilia, tahun 1961. Gagasan untuk membangun ibu kota baru itu, menurut arsitek Oscar Niemeyer, adalah untuk 'membawa kemajuan ke kawasan pedalaman Brasil'

2. Kompromi politik

Penetapan Washingon DC sebagai ibu kota Amerika Serikat pada tahun 1790 didasarkan kompromi politik.

Alexander Hamilton dan negara-neagra bagian di sebelah utara ingin pemerintah federal menutup utang negara-negara bagian itu serta mencapai kesepakatan dengan Thomas Jefferson dan James Madison, yang menginginkan ibu kota terletak di bagian Selatan.

George Washington kemudian memilih lokasi yang tepat di tepi Sungai Potomac.

Washington DC, Amerika Serikat George Washington memilih lokasi ibu kota Amerika Serikat di tepi Sungai Potomac. (AFP)

Di Australia, sejumlah turis terkejut mengetahui bahwa Sydney bukan ibu kota negara namun Canberra di pedalaman yang dibangun untuk menjadi ibu kota dan sering disebut sebagai 'ibu kota semak'.

Penetapan Canberra sebagai ibu kota itu merupakan kompromi: berada di tengah kota terbesar Australia, Sydney, dan saingannya yang berada di sebelah Selatan, Melbourne.

Canberra, Australia Canberra juga disebut sebagai 'ibu kota semak' Australia. (EPA)

Namun sebagian ahli sejarah berpendapat alasan itu tidak benar dan panas yang terlalu menyengat pada musim panas di Sydney dan Melbourne yang menjadi alasan utama memilih Canberra, yang lebih sejuk, ditetapkan sebagai ibu kota Australia.

"Alasan yang paling penting, yang disepakati semua politikus pada saat itu, adalah kaum putih hanya bisa berkembang dan hidup di iklim yang sejuk," jelas sejarahwan, David Headon, kepada Australian Geographic.

3. Sejarah yang rumit

Berlin atau Bonn? Itulah pertanyaan yang muncul ketika Tembok Berlin runtuh tahun 1989 dan Jerman bersatu harus memutuskan ibu kotanya.

Pada masa perang dingin yang memisahkan Berlin, maka Bonn menjadi ibu kota Jerman Barat dan Berlin timur adalah ibu kota Jerman Timur atau Republik Demokratik Jerman.

Sekarang para pelancong yang datang ke Berlin dan berfoto di sisa-sisa Tembok Berlin mungkin tidak pernah tahun tentang Bonn.

Namun pemilihan ibu kota Jerman sebenarnya ditetapkan dengan selisih tipis dalam pemungutan suara di Bundestag, parlemen Jerman pada 20 Juni 1991: Berlin menang dengan 337 suara dan Bonn hanya meraih 320 suara.

Berlin, Jerman Berlin menang tipis dari Bonn dalam pemungutan suara untuk memilih ibu kota di parlemen Jerman. (Reuters)

Kalau Jerman hanya memilih dari dua kota, Afrika Selatan punya tiga pilihan.

Pemerintah negara itu terpisah antara Cape Town (legislatif), Pretoria (administratif), dan Bloemfontein (pengadilan), walau Mahkamah Konstitusi berada di Johannesburg.

Hal itu disebabkan pada masa pembentukan Persatuan Afrika Selatan pada tahun 1910 ketika empat koloni Inggris disatukan namun kesepakatan tidak tercapai saat menentukan ibu kota.

Tahun 1994, ketika rezim apartheid berakhir, sempat ada gerakan untuk membangun ibu kota seperti yang dilakukan untuk Canberra atau Brasilia namun tidak terwujud.

4. Pilihan orang kuat

Astana -yang menjadi ibu kota Kazakhstan tahun 1997-adalah taman bermain yang futuristik dan merupakan totem dari ambisi presiden yang otoriter, Nursultan Nazarbayev, yang berkuasa sjeak tahun 1991.

Termasuk yang menjadi bangunan penting adalah Istana Perdamaian dan Harmoni, yang berbentuk piramida dari semen dan kaca yang dirancang oleh arsitek terkenal Inggris, Norman Foster, yang memiliki tempat untuk pertunjukan opera berkapasitas 1.500 kursi.

Kota dengan hembusan angin kencang yang terletak di padang rumput yang dingin sempat disebut Akmola namun kemudian diganti menjadi Astana karena Akmola berarti 'kuburan putih'.

Myanmar, yang sebelumnya bernama Burma, juga memiliki ibu kota di pedalaman dengan ukuran sekitar 7.000km2 atau hampir empat kali dari London.

Nay Pyidaw dibangun tahun 2005 di bagian dalam Myanmar sebagai tempat bagi pemerintah militer, sebelum negara itu memasuki transisi ke demokrasi.

Ibu kota baru yang besar itu memiliki jalan raya yang luas, sebuah kebun binatang, dan beberapa lapangan golf namun tak sepi banyak penduduk, yang diperkirakan tak sampai satu juta jiwa.

[Gambas:Video 20detik]


(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed