DetikNews
Sabtu 20 Mei 2017, 10:33 WIB

Setelah 7 Tahun, Kasus Dugaan Pemerkosaan Assange Dihentikan

BBC World - detikNews
Setelah 7 Tahun, Kasus Dugaan Pemerkosaan Assange Dihentikan Seorang perempuan Swedia menuduh Assange melakukan pemerkosaan pada Agustus 2010. (AFP)
Stockholm - Kejaksaan Swedia menghentikan penyelidikan kasus pemerkosaan yang diduga melibatkan pendiriWikileaks,JulianAssange, tujuh tahun setelah setelah sangkaan ini diarahkan ke dirinya.

Kasus ini membuat Assange menyelamatkan diri dengan tinggal di kantor kedutaan Ekuador di London, Inggris sejak 2012.

Pejabat kejaksaan Swedia, Marianne Ny, dalam keterangan kepada para wartawan di Stockholm, hari Jumat (19/05), mengatakan penyelidikan kasus pemerkosaan dihentikan 'karena tak ada alasan untuk meyakini Assange bisa diserahkan (ke aparat penegak hukum) untuk menjalani proses hukum dalam waktu dekat'.

"Dengan memperhatikan kenyataan bahwa semua kemungkinan untuk melanjutkan penyelidikan kasus ini telah dilakukan, sepertinya tidak pas untuk mempertahankan penahanan in absentia terhadap Assange," kata Ny.

Jumat 19 Mei adalah batas akhir bagi kejaksaan Swedia untuk memperbarui surat perintah penahanan Assange -- yang berlaku di seluruh negara Eropa -- atau mencabutnya.

Tidak lama setelah pengumuman penghentian kasus pemerkosaan, Assange mengunggah fotonya yang tengah tersenyum lebar di Twitter tanpa menyertakan komentar.

Tak lama kemudian ia menulis bahwa dirinya ditahan selama tujuh tahun tanpa dakwaan resmi. Pada periode ini anak-anaknya tumbuh besar dan nama baiknya tercoreng.

"Saya tidak akan memaafkan tidak akan pula melupakannya," tulis Assange.

Anggota tim penasehat hukum Assange, Per Samuelsson, dalam wawancara dengan radio Swedia mengatakan keputusan kejaksaan Swedia adalah 'kemenangan besar' bagi kliennya.

Ia juga mengatakan Assange 'sangat lega dan puas'.

Pejabat kejaksaan Swedia, Marianne NyPejabat kejaksaan Swedia, Marianne Ny, mengatakan kasus Assange bisa dibuka lagi jika ia berkunjung ke Swedia sebelum 2020. (Reuters)

Ia menjelaskan Assange sekarang 'bebas meninggalkan kedutaan Ekuador kapan saja' meski dalam wawancara dengan kantor berita TT ia tidak bisa memastikan kapan kliennya akan meninggalkan kedutaan Ekuador tersebut.

Anggota tim pengacara Assange lainnya, Christophe Marchand, kepada kantor berita AFP mengatakan 'pihaknya sudah lama menantikan keputusan kejaksaan Swedia'.

"Julian Assange adalah korban penyalahgunaan prosedur yang luar biasa ... kami sangat senang. Ini menandai akhir dari mimpi buruknya," kata Marchand.

Bagaimana kasus bermula?

Meski demikian polisi di Inggris mengatakan mereka akan tetap menahan Assange, jika ia keluar dari kantor kedutaan Ekuador, karena Assange 'melanggar ketentuan tentang pembebasan bersyarat, dengan menolak menyerahkan diri ketika surat penahanan dikeluarkan pada 2012'.

Tuduhan terhadap Assange berawal pada Agustus 2010 ketika seorang perempuan yang mengaku sebagai korban pemerkosaan melaporkannya ke polisi. Perempuan ini mengatakan bahwa ia bertemu Assange beberapa hari sebelumnya di konferensi Wikileaks di Stockholm.

Ia menuduh Assange melakukan hubungan badan tanpa kondom dengannya saat ia tidur. Ia juga mengatakan telah beberapa kali menolak permintaan Assange yang ingin berhubungan tanpa menggunakan kondom.

Sejak kasus ini muncul Assange selalu menolak tuduhan. Ia menganggap kasus ini 'sebagai mekanisme untuk memaksa ekstradisi dirinya ke Amerika Serikat di mana ia menghadapi proses hukum karena didakwa membocorkan ratusan ribu dokumen militer dan diplomatik rahasia milik AS'.

November lalu, jaksa Swedia, Ingrid Isgren, berada di kedutaan Ekuador di London untuk mengajukan sejumlah pertanyaan ke Assange melalui jaksa Ekuador.

Kejaksaan Swedia menerima terjemahan interogasi empat bulan kemudian, namun 'semua bahan diterjemahkan ke bahasa Spanyol, kemudian ke bahasa Inggris kemudian ke bahasa Spanyol dan lantas ke bahasa Swedia'.

"Ini membuat proses penyelidikan sulit diteruskan," kata Ny.

Sementara itu, perempuan yang menuduh Assange melakukan pemerkosaan menggambarkan keputusan kejaksaan Swedia sebagai 'skandal'.


(ita/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed