DetikNews
Senin 20 Maret 2017, 19:25 WIB

Kisah "Patroli Gajah Terbang" di TN Tesso Nilo Riau

BBC Magazine - detikNews
Kisah Patroli Gajah Terbang di TN Tesso Nilo Riau
Jakarta - gajah
(BBC) KruBBCEarth sedang merekam aksi para gajah di Riau.

Kru BBC Earth tengah merekam kiprah 'patroli pasukan gajah' atau 'elephant flying squad' di Taman Nasional Tesso Nilo, Provinsi Riau.

'Patroli gajah terbang' adalah sebuah tim yang terdiri dari empat gajah dan delapan pawang. Tim ini dibentuk lembaga World Wildlife Fund (WWF) untuk mengurangi konflik antara gajah dan manusia.

Salah satu yang menjadi pusat perhatian adalah Rimbani, gajah mungil kelahiran 1 Juni 2016. Dalam peliputan BBC Earth, Rimbani akan turut serta skuad tersebut dalam menjelajahi Taman Nasional Tesso Nilo.

gajah
(BBC)Lisa sang gajah dan Pak Eko yang menjadi pawangnya adalah dua anggota 'pasukan patroli gajah'

Dr Sunarto, ahli ekologi yang bekerja untuk WWF, mengatakan 'pasukan patroli gajah' dibentuk pada 2004. Menurutnya, pembentukan itu berawal dari keprihatinan akan semakin sempitnya habitat gajah akibat perambahan hutan untuk keperluan permukiman dan pertanian.

Untuk menjaga populasi gajah, setiap provinsi di Sumatera memiliki setidaknya sebuah pusat pelatihan gajah guna menjinakkan gajah liar. Namun, masalah yang timbul kemudian, sulit melihat kontribusi tempat pelatihan ini bagi konservasi gajah di alam liar.

gajah
(BBC) 'Pasukan patroli gajah' berpatroli menjelajah Taman NasionalTessoNilo.

"Di sinilah 'pasukan patroli gajah' mengombinasikan pentingnya perawatan gajah dan perlunya membantu gajah liar dan masyarakat yang hidup di sekitar mereka demi memitigasi konflik antara gajah dan manusia," kata Sunarto kepada BBC.

gajah
(BBC)Rimbani, gajah mungil kelahiran 1 Juni 2016, menjadi pusat perhatian.

Melalui bantuan pawang-pawang, para gajah dilatih agar tidak merusak panen petani dan hidup di habitatnya. Ada pula tugas yang skuad itu kerjakan, termasuk patroli, mendorong gajah liar kembali ke habitat mereka, dan memberi pendidikan kepada khalayak umum.

"Dalam jangka panjang, ketika habitat gajah diklaim dan dipulihkan, kami berharap gajah-gajah ini bisa kembali ke habitat luar mereka dan menjelajah bebas," kata Sunarto.




(nwk/nwk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed