Fotografer Palestina Galang Uang Kripto untuk Anak-anak di Gaza

BBC Indonesia - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 17:45 WIB
Jakarta -

Seorang fotografer di Gaza melelang sejumlah foto konflik terbaru antara milisi Palestina dan Israel. Dengan membuka harga dari US$1 juta (Rp14,4 miliar), dia berharap hasil lelang itu dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup anak-anak Gaza.

"Saya mengabadikan beberapa foto Celine, seorang anak perempuan berusia dua tahun, pada hari pertama Idul Fitri, Mei lalu, saat konflik di Gaza terjadi," kata fotografer bernama Shaban El Sousi itu.

"Saya terkejut bahwa dalam beberapa jam foto itu viral dan mendapat perhatian dari seluruh dunia," ujarnya.

Baca juga:

Shaban adalah pemuda Gaza yang bekerja sebagai fotografer lepas. Dia kerap mengabadikan apa yang dia sebut sebagai momen pahit di kampung halamannya, Kota Gaza.

Foto Celine yang memegang boneka di reruntuhan menara yang dirobohkan serangan udara Israel jelas mengejutkan. Rumah Celine yang berada di sebelah bangunan itu juga rusak akibat rudal Israel tersebut.

Selebritas seperti penyanyi pop asal Lebanon, Haifa Wehbe, dan aktris Mesir, Yasmin Abdulaziz, mengunggah foto Celine itu ke media sosial mereka.

Sejumlah kantor berita internasional juga menyiarkan foto itu.

"Malam itu penuh dengan pemandangan gedung-gedung yang runtuh, mobil yang terbakar, teriakan anak-anak dan ibu mereka. Banyak yang mengalami luka-luka," kata Shaban.

Shaban berkata, dia mengabadikan foto itu untuk memperbaharui harapan masa depan.

Namun tujuan awalnya memotret berubah menjadi sesuatu yang lebih konkret: tidak hanya untuk dirinya dan Celine, tapi juga untuk lembaga bantuan di Gaza.

Shaban berkata, setengah dari setiap hasil lelang digital fotonya akan masuk ke kas Unicef dan Dana Bantuan Anak Palestina. Sisa hasil lelang akan dibagi antara dirinya dan keluarga Celine.

Lelang itu dilakukan dengan metode Non-Fungible Tokens (NFT). Pembelinya bisa lebih dari satu orang. Mereka membayar dengan mata uang kripto yang sepadan dengan nilai uang fisik.

Dua organisasi internasional itu menyatakan dukungan mereka untuk proses lelang. Mereka menyebut dana itu sangat dibutuhkan.

Unicef mengatakan kepada BBC, target mereka saat ini adalah mengumpulkan dana sebanyak US$50 juta (Rp724 miliar). Mereka menyebut beberapa pekan setelah konflik, anak-anak Gaza masih membutuhkan bantuan untuk keperluan dasar.

Namun kini muncul tanda tanya besar tentang seberapa realistis peluang untuk mencapai tujuan lelang senilai Rp14 miliar dalam mata uang virtual.

Perkembangan pasar NFT tidak dapat disangkal, terutama di kalangan kolektor muda di dunia digital.

Seorang ahli NFT, Jason Bailey, yang mendirikan situs Artnome, mengaku tidak lagi terkejut ketika NFT dijual seharga US$1 juta atau lebih.

"Kita mungkin harus mulai berpikir tentang format NFT seperti lelang karya yang dibuat di atas kanvas atau di atas batu," kata Bailey.

"NFT yang akan mendorong naik-turunnya nilai suatu karya. Faktor yang akan semakin berpengaruh adalah kombinasi karya dan reputasi pembuatnya," ujar Bailey.

Di luar konteks ambisius atau tidaknya dilelang foto potret Celine, Shaban menyebut bahwa pada bulan Mei lalu dia, keluarga serta teman-temannya bisa kehilangan nyawa mereka.

Namun saat ini, melalui foto yang lebih kuat ketimbang aksi kekerasan dan rasa sakit, Shaban berharap warga Gaza dapat memutarbalikkan nasib buruk.

Salah satunya, kata Shaban, adalah dengan sedikit keberuntungan saat mengabadikan salah satu cerita penting dari Gaza.

(ita/ita)