Tolak Beri Burger Gratis ke Polisi Pakistan, Belasan Karyawan Resto Ditahan

BBC Indonesia - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 16:11 WIB
Para staf tidak dibolehkan menutup dapur ketika mereka ditahan, kata pihak restoran. (Getty Images)
Jakarta -

Semua karyawan satu restoran makanan cepat saji di Pakistan ditahan setelah menolak memberi burger gratis kepada sejumlah anggota polisi pekan lalu.

Sebanyak 19 staf restoran waralaba Johnny & Jugnu di Lahore itu dibawa pada pukul 01:00 (02:00 WIB) pada Sabtu (12/06) dan ditahan sampai pagi.

"Ini bukan pertama kalinya hal seperti ini terjadi... di restoran kami," kata pernyataan pers dari restoran waralaba burger itu.

Sebanyak sembilan petugas polisi yang terlibat dalam insiden tersebut telah dikenai hukuman diskors.

Baca juga:

Pejabat senior kepolisian Lahore, Inam Ghani, mengumumkan hukuman tersebut di Twitter.

"Tidak ada yang boleh main hakim sendiri. Ketidakadilan tidak akan ditoleransi. Semua petugas itu akan dihukum."

Dalam pernyataan yang diunggah di Facebook, Johnny & Jugnu mengatakan sekelompok polisi datang ke restoran dua hari sebelum insiden penahanan dan meminta burger gratis.

"Setelah menolak permintaan mereka akan burger gratis, yang sudah menjadi hal biasa bagi mereka, para petugas mengancam manajer kami dan pergi. Kemudian keesokan harinya mereka mengganggu dan menekan tim kami... dengan tuduhan-tuduhan tidak berdasar," kata pernyataan tersebut.

Pada 11 Juni, katanya, "beberapa petugas polisi datang ke... outlet kami dan menahan manajer kami, tanpa alasan. Kemudian mereka membawa semua pegawai di restoran cabang itu, membawa semua awak dapur, termasuk manajer-manajer lainnya."

https://www.instagram.com/p/CQB2R8YBoL9/

Restoran itu juga mengatakan bahwa para staf tidak dibolehkan menutup dapur, meninggalkan "penggorengan masih menyala selagi para pelanggan menunggu pesanan mereka".

Pada karyawan restoran ditahan selama tujuh jam dan mengatakan para petugas "melecehkan mereka, mendorong-dorong mereka, hanya karena tidak mau memberikan burger gratis".

Perdana Menteri Imran Khan pernah meminta reformasi di Kepolisian Lahore, mengatakan bahwa para politikus di sana telah menunjuk "kroni" untuk mengelola kantor polisi.

(ita/ita)