Sebut Vaksin Corona Lokal Tak Terlalu Manjur, Pejabat China Akui Disalahpahami

BBC Indonesia - detikNews
Selasa, 13 Apr 2021 08:44 WIB
Beijing -

Ilustrasi vaksin buatan China

Beijing mengatakan hanya akan memberikan visa kepada orang asing yang telah disuntik vaksin buatan China. (Getty Images)

Kepala pusat pengendalian penyakit di China mengakui bahwa kemanjuran vaksin COVID-19 buatan negara itu rendah.

Dalam konferensi pers, Gao Fu menambahkan bahwa China sedang mempertimbangkan untuk mencampur vaksin dalam upaya meningkatkan kemanjurannya.

China mengembangkan empat vaksin yang telah mendapat izin untuk penggunaan publik, meskipun beberapa uji coba di luar negeri menunjukkan kemanjurannya paling rendah 50%.

Gao belakangan mengatakan bahwa komentarnya telah disalahartikan.

Lebih dari 100 juta orang di China sudah menerima setidaknya satu suntikan vaksin.

Beijing menegaskan bahwa vaksin buatan China efektif dan mengatakan hanya akan memberikan visa kepada orang asing yang telah disuntik vaksin China.

Bagaimana pernyataan lengkapnya?

Gao Fu, kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, pada hari Sabtu (10/04) mengatakan dalam jumpa pers bahwa vaksin yang ada saat ini "tidak memberi tingkat perlindungan yang sangat tinggi".

Dia menyarankan agar China mempertimbangkan untuk mencampurkan bermacam-macam vaksin COVID-19, sebagai cara untuk meningkatkan kemanjuran.

Gao menjelaskan bahwa langkah-langkah untuk "mengoptimalkan" proses vaksinasi dapat meliputi perubahan jumlah dosis dan lamanya jeda antar dosis. Dia juga menyarankan kombinasi berbagai jenis vaksin untuk proses imunisasi.

Namun dia belakangan menarik kembali komentarnya, mengatakan kepada media pemerintah Global Times bahwa "tingkat perlindungan semua vaksin di dunia kadang-kadang tinggi, dan kadang-kadang rendah".

"Bagaimana meningkatkan kemanjurannya adalah pertanyaan yang perlu dipikirkan oleh para ilmuwan di seluruh dunia," katanya pada surat kabar tersebut.

Dia menambahkan bahwa pengakuan sebelumnya, yang menyebutkan vaksin buatan China memberi tingkat perlindungan yang rendah, adalah "kesalahpahaman total".

Komentar awal maupun belakangan dari Gao tidak dilaporkan oleh sebagian besar media di China.

Namun komentar awalnya telah menuai kritik di situs media sosial Weibo, dengan beberapa warganet mengatakan dia sebaiknya "berhenti bicara".

Seberapa efektifkah vaksin buatan China?

Karena tidak banyak data yang dirilis secara internasional, keefektifan berbagai vaksin China sudah lama tidak diketahui secara pasti.

Vaksin Sinovac, misalnya, terbukti hanya 50,4% efektif dalam uji coba di Brasil, hampir tidak melebihi ambang batas 50% yang diperlukan untuk mendapatkan persetujuan regulasi menurut pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Namun, hasil sementara dari uji coba tahap akhir di Turki dan Indonesia, menunjukkan bahwa efektivitas vaksin Sinovac antara 91% dan 65%.

Vaksin buatan negara Barat seperti BioNTech / Pfizer, Moderna, atau AstraZeneca semuanya memiliki tingkat efikasi sekitar 90% atau lebih tinggi.

Apa perbedaan vaksin China dengan vaksin-vaksin lain?

Petugas medis melakukan vaksinasi di Fuyang.

China telah memvaksinasi jutaan orang dengan Sinovac. (Getty Images)

Vaksin China sangat berbeda dari beberapa vaksin lain, terutama yang dikembangkan oleh Pfizer dan Moderna.

Dikembangkan dengan cara yang lebih tradisional, vaksin buatan China umumnya disebut inactivated vaccine. Ini berarti mereka dibuat menggunakan partikel virus yang telah dimatikan untuk mengekspos sistem kekebalan tubuh pada virus tanpa menyebabkan respons penyakit yang serius.

Sedangkan vaksin BioNtech / Pfizer dan Moderna adalah vaksin mRNA. Ini berarti bagian dari kode genetik virus Corona disuntikkan ke dalam tubuh, yang melatih sistem kekebalan tubuh untuk merespons virus aslinya.

vaksin, covid

BBC

Sementara vaksin AstraZeneca dari Inggris merupakan jenis vaksin yang lain lagi, menggunakan virus flu biasa dari simpanse yang dimodifikasi supaya tidak menyebabkan penyakit pada manusia dan membawa potongan materi genetik yang juga dimiliki virus Corona. Setelah disuntikkan, vaksin akan melatih sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus yang sebenarnya.

Satu keuntungan dari vaksin buatan China adalah ia dapat disimpan di dalam lemari es biasa pada suhu 2-8 derajat Celsius. Sementara vaksin Moderna perlu disimpan pada suhu -20C dan vaksin Pfizer pada -70C.

China menawarkan vaksinnya ke seluruh dunia dan telah mengirim jutaan dosis ke berbagai negara dari Indonesia, Turki, hingga Paraguay dan Brasil.

Simak Video: Kata Kemenkes soal Rencana China Campur Beberapa Vaksin COVID-19

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/nvc)