Pengkritik Anonim Pemerintahan Trump Akhirnya Buka Identitasnya

BBC Indonesia - detikNews
Jumat, 30 Okt 2020 18:46 WIB
Reuters
Jakarta -

Seorang mantan pejabat tinggi yang menulis kritikan terhadap pemerintahan Presidend Donald Trump dalam kolom di The New York Times pada 2018, telah membuka identitasnya.

Miles Taylor adalah mantan kepala staf di Kementerian Keamanan Dalam Negeri.

"Kami diam bukan karena Presiden, ...Kami harus mengatakan kebenaran kepadanya dan kepada rakyat Amerika," kata Taylor.

Saat kolom itu diterbitkan, artikel itu memicu kemarahan di Gedung Putih yang kemudian melakukan investigasi untuk menemukan dan mengadili penulisnya.

Saat itu, Trump mendesak Kementerian Kehakiman untuk menyelidiki dan juga menyebut penulis anonim itu "pengecut."

Tak lama setelah itu, Taylor menulis buku tentang bagaimana bekerja di bawah kepemimpinan Presiden Trump, berjudul The Warning (Peringatan). Penulisnya juga disebut "anonim", pejabat tinggi pemerintahan Trump.

Dalam pernyataan yang diterbitkan Rabu (28/10), Taylor yang sekarang menjadi kontributor untuk CNN mengatakan, "Banyak yang dilakukan terkait penulisan anonim penulisnya. Keputusan itu tidak mudah. Saya berusaha menimbang-nimbang dan saya paham mengapa sejumlah orang mempertanyakan langkah mengajukan tuduhan serius terhadap presiden yang tengah menjabat secara anonim."

"Namun alasan saya jelas, dan saya tetap mempertahankan alasan itu. Mengeluarkan kritikan saya tanpa nama memaksa presiden menjawab langsung tuduhan itu dan bukan menciptakan kritik melalui penghinaan. Saya ingin masalah ini dipusatkan pada argumen itu sendiri."

Trump rallyR

Saat itu Presiden Trump menyebut penulis itu pengecut. (Reuters)

Menanggapi pernyataan Taylor, pejabat pers Gedung Putih Kayleigh McEnany menyebutnya "mantan staf yang menggerundel."

Kepala staf Gedung Putih Mark Meadows menyebut diungkapnya jati diri itu "memalukan" dan menambahkan, "Saya melihat langkah mengungkapkan diri yang lebih menarik di episode Scooby-Doo."

Dalam kampanye di Arizona, Presiden Trump mengatakan, "Orang ini orang rendahan yang tak saya kenal."

Namun Taylor menghadiri banyak pertemuan dengan Trump dalam peranannya sebagai pejabat tinggi di Departemen Keamanan Dalam Negeri.

Dalam artikel awal pada 2018, Taylor mengatakan ia adalah bagian dari kelompok "perlawanan" rahasia yang berupaya menggeser presiden.

"Banyak pejabat yang diangkat Trump bertekad untuk melakukan apa yang dapat kami lakukan untuk menegakkan demokrasi dan mencegah langkah-langkah mendadak Trump yang tanpa kejelasan sampai ia tergeser," katanya.

The New York Times mempertahankan kolom opini itu dalam pernyataan saat itu dengan menyebutkan, "Kami bangga dapat menerbitkan artikel yang menambah nilai untuk pemahaman publik atas apa yang terjadi dalam pemerintahan Trump."

Identitas penulis anonim itu banyak dispekulasikan di Washington saat itu termasuk di media, dan nama-nama yang disebut termasuk Wakil Presiden Mike Pence dan duta besar AS untuk PBB saat itu, Nikki Haley.

(ita/ita)