Pengkritik: Komentar Paus Fransiskus Soal Homoseksual adalah 'Pendapat Pribadi'

BBC Indonesia - detikNews
Sabtu, 24 Okt 2020 07:10 WIB
Pernyataan Paus Fransiskus terkait pasangan gay disebut 'pendapat pribadi' oleh pengkritik kerasnya. (Getty Images)
Vatican City -

Salah seorang pengkritik Paus Fransiskus di Vatikan mengatakan pernyataan terkait dukungan terhadap pasangan homoseksual merupakan "pendapat pribadi" dan tak wajib diikuti oleh penganut Katolik.

Kardinal Raymond Burke menekankan keyakinan resmi Katolik bahwa homoseksual "secara instrinsik tidak layak", karena menyalahi kodrat.

Dalam pernyataannya Rabu (21/10) lalu, Paus Fransiskus mengatakan pasangan sesama jenis harus diizinkan untuk melakukan "persatuan sipil".

Pernyataan Paus, yang menurut para pengamat adalah komentarnya paling jelas tentang hubungan homoseksual, dan dituturkan dalam sebuah film dokumenter yang disutradarai oleh Evgeny Afineevsky.

Massimo Faggioli, pakar teologi dan penulis buku Paus Fransiskus: Tradisi, mengatakan, "Apa yang dikatakan Paus jelas merupakan sesuatu yang baru dalam Gereja. Namun topik itu selalu ia katakan dalam tahun-tahun terakhir ini."

Tetapi perubahan apapun dalam ajaran Gereja perlu dicantumkan dalam Katekismus Gereja Katolik (KGK), praktek yang berisi kewenangan dalam mengajar dan berlaku bagi umat Katolik di seluruh dunia.

KGK telah dirancang selama berabad-abad dan penggunaannya diresmikan oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1992 dengan amandemen dibuat oleh Paus Benediktus pada 2005.

Homoseksual selalu menjadi masalah kontroversial dalam Gereja Katolik.

Homoseksual selalu menjadi masalah kontroversial dalam Gereja Katolik. (Getty Images)

Perubahan dalam Katekismus dapat dilakukan oleh Paus melalui kongregasi gereja.

Salah satu contoh adalah modifikasi yang dibuat oleh Paus Fransiskus sendiri pada 2018 terkait hukuman mati "yang tidak dapat diterima" dan mencantumkan komitmen untuk memerangi hukuman ini seluruh dunia.

"Katekismus adalah dokumen doktrin utama, dan langkah melakukan perubahan merupakan tantangan tersendiri. Namun tidak tahu kapan dan bagaimana hal ini akan terjadi," kata Faggioli kepada BBC Mundo.

"Mereka adalah anak-anak Tuhan"

Paus Fransiskus.

Reuters

Dalam film dokumenter yang tayang perdana Rabu (21/10), Paus mengatakan, "Kaum homoseksual punya hak untuk berkeluarga."

"Mereka adalah anak-anak Tuhan dan memiliki hak atas sebuah keluarga. Tidak ada yang boleh dibuang atau dibuat sengsara karenanya."

"Apa yang harus kita buat adalah undang-undang tentang persatuan sipil. Dengan cara itu mereka dilindungi undang-undang."

Dia menambahkan bahwa dirinya "membela hal itu". Pernyataan tersebut tampaknya merujuk pada saat dia menjabat Uskup Agung Buenos Aires. Saat itu ia menentang pernikahan sesama jenis secara hukum, tapi dia mendukung beberapa perlindungan hukum untuk pasangan sesama jenis.

Film Francesco, tentang kehidupan dan karya Paus Fransiskus, ditayangkan perdana di Festival Film Roma.

Selain komentar Paus tentang persatuan sipil, film tersebut juga menunjukkan Paus mendorong dua pria gay untuk datang ke gereja bersama ketiga anak mereka.

Penulis biografi Paus Fransiskus, Austen Ivereigh, mengatakan kepada BBC bahwa dia "tidak terkejut" dengan komentar terbaru Paus.

"Ini adalah posisinya sebagai Uskup Agung Buenos Aires," kata Ivereigh. "Dia selalu menentang pernikahan untuk pasangan sesama jenis. Namun, dia percaya gereja harus mengadvokasi undang-undang persatuan sipil bagi pasangan gay untuk memberi mereka perlindungan hukum."

Di bawah doktrin Katolik saat ini, hubungan gay dianggap sebagai "perilaku menyimpang".

Pada tahun 2003, badan doktrinal Vatikan, the Congregation for the Doctrine of the Faith, mengatakan bahwa "penghormatan terhadap kaum homoseksual tidak dapat mengarah pada persetujuan perilaku homoseksual atau pengakuan hukum atas persatuan sipil homoseksual".

Analysis box by Mark Lowen, Rome correspondent

BBC

Kata-kata yang kuat tetapi tidak ada tanda-tanda perubahan doktrin

Pernyataan itu telah memicu percakapan antara para pengamat Vatikan - dan menandai dukungan paling jelas Fransiskus untuk masalah tersebut sejak menjadi Paus.

Namun, apakah ini benar-benar perubahan fundamental yang dicetuskan oleh Paus - atau pernyataan spontan dari seorang pemimpin Gereja Katolik yang memang sudah terlihat bersentuhan dengan sentimen liberal di masa lalu, tapi selalu kembali pada doktrin tradisional ketika didorong untuk bertindak lebih tegas?

Sebagai Uskup Agung Buenos Aires sebelum menjadi Paus, dia adalah penentang kuat pernikahan gay, yang disahkan di Argentina pada 2010, dan sebaliknya menganjurkan persatuan sipil untuk pasangan homoseksual.

Ini adalah dukungan vokal pertamanya sebagai Paus - dan tidak diragukan lagi akan disambut oleh banyak orang yang lebih liberal di gereja tapi dikritik oleh kaum konservatif.

Namun, setiap perubahan doktrinal yang signifikan tentang masalah seperti itu biasanya akan dilakukan dengan cara yang lebih formal, setelah melalui banyak perdebatan internal.

Untuk saat ini, tanda-tanda kedua hal itu akan dilakukan masih belum terlihat.

Apa yang dia katakan tentang homoseksualitas di masa lalu?

Komentar Paus adalah yang terbaru dari serangkaian pernyataan yang dia ungkapkan tentang hak LGBT - ia menyuarakan beberapa dukungan, tetapi bukan sokongan penuh.

Pada 2013, dalam buku On Heaven and Earth, Paus mengatakan jika hubungan sesama jenis disamakan secara hukum dengan pernikahan heteroseksual, maka akan menjadi "kemunduran antropologis".

Dia juga mengatakan bahwa jika pasangan sesama jenis diizinkan untuk mengadopsi, "mungkin ada anak-anak yang terkena dampak ... setiap orang membutuhkan ayah laki-laki dan ibu perempuan yang dapat membantu membentuk identitas mereka".

Pada tahun yang sama, dia menegaskan kembali posisi Gereja bahwa tindakan homoseksual adalah dosa, tetapi orientasi homoseksual bukanlah dosa.

"Jika seseorang gay dan mencari Tuhan dan memiliki niat baik, siapa saya untuk menghakimi?" ujarnya.

Pada tahun 2014 dilaporkan bahwa Paus Fransiskus telah menyatakan dukungan terhadap persatuan sipil bagi pasangan sesama jenis dalam sebuah wawancara, tetapi kantor pers Takhta Suci membantahnya.

Pada 2018, Paus Fransiskus mengatakan dia "khawatir" tentang homoseksualitas di kalangan klerus, dan itu adalah "masalah serius".

(nvc/nvc)