Korut Peringatkan 'Debu Kuning' Pembawa Corona Berhembus dari China

BBC Indonesia - detikNews
Sabtu, 24 Okt 2020 06:53 WIB
Pyongyang -

Korea Utara memperingatkan warganya untuk tetap berada di dalam rumah karena dikhawatirkan adanya "debu kuning" yang berhembus dari China dan dapat mengandung virus Corona.

Jalan-jalan di ibu kota Pyongyang dilaporkan sepi pada Kamis (22/10) menyusul peringatan itu.

Negara yang sangat tertutup ini mengklaim bebas dari virus Corona namun selalu berwaspada sejak Januari dengan menutup perbatasan dan pembatasan orang bergerak.

Tidak ada kaitan antara abu yang berhembus secara musiman dan COVID-19.

Namun, Korea Utara bukan satu-satunya negara yang menyebut ada kaitan antara debu dan virus Corona.

Tim Disinformasi BBC yang memeriksa fakta-fakta berbagai berita palsu menyebutkan Turkmenistan juga menduga hembusan debu mengandung virus dan warganya diminta memakai masker.

"Serangan virus mematikan"

Televisi negara Korea Utara, Korean Central Television (KCTV), menyiarkan laporan khusus terkait cuaca pada Rabu (21/10) dan memperingatkan adanya hembusan debu kuning pada Kamis (22/10).

Debu kuning mengacu pada pasir dari gurun pasir di Mongolia dan China yang biasanya berhembus ke arah Korea Utara dan Korea Selatan pada waktu-waktu tertentu setiap tahun. Debu ini biasanya bercampur debu beracun yang selama bertahun-tahun menimbulkan keprihatinan terkait dampaknya bagi kesehatan.

Surat kabar resmi pemerintah, Rodong Sinmun pada Kamis (22/10) mengatakan "semua pekerja...perlu menyadari bahaya diserang virus mematikan," terkait hembusan debu kuning, lapor Tim Disinformasi BBC.

Kedutaan kedutaan besar juga menerima peringatan dari Pyongyang tentang debu ini.

Laman Facebook Kedutaan Rusia di Pyongyang menyatakan Kementerian Luar Negeri Korea Utara telah memperingatkan mereka dan misi diplomatik serta organisasi internasional lain di negara itu tentang badai debu, dan meminta semua orang asing tetap di rumah dan menutup semua pintu pada Kamis.

Apakah debu bisa mengandung COVID-19?

Media resmi Korea Utara mengatakan alasan dikaitkannya debu kuning dan COVID-19 adalah karena virus Corona menular lewat udara, dan dengan landasan itu pemerintah negara itu, "perlu sangat memperhatikan adanya debu kuning", lapor situs NK News.

Badan pengendalian penyakit Amerika Serikat mengatakan virus Corona dapat bertahan di udara "selama berjam-jam". Namun badan itu juga mengatakan sangat jarang ada orang yang tertular melalui jalan ini, khususnya udara di luar.

Penularan utama yang banyak terjadi adalah bila ada orang yang berada di dekat orang yang terkena yang biasanya batuk, bersin atau berbicara dan menulari virus melalui cipratan ludah.

Media di Korea Selatan juga menyanggah dugaan bahwa debu kuning dari China dapat menyebarkan COVID-19 di Korea Utara, menurut NK News.

Walaupun Korea Utara mengklaim bebas COVID-19, banyak kalangan khawatir virus Corona juga melanda negara itu.

Pemimpin Korut Kim Jong-un melakukan pertemuan tingkat tinggi untuk memastikan pembatasan diperketat untuk mencegah penularan.

Para analis mengatakan sangat tidak mungkin Korea Utara terbebas dari virus Corona.

Debu kuning telah mereda di Semenanjung Korea pada Jumat (23/01) dan diperkirakan tetap bersih pada akhir pekan ini.

(nvc/nvc)