Kokaina Seberat 2,3 Ton Disita Paraguay, Ditaksir Bernilai Rp 7,3 T

BBC Indonesia - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 17:27 WIB
Jakarta -

Kokaina dipak dalam bentuk parsel disembunyikan di pengalaman enam kontainer batubara yang akan dikapalkan ke Israel, disita di Paraguay pada 20 Oktober.

Kokaina dipak dalam bentuk parsel disembunyikan di pengalaman enam kontainer batubara yang akan dikapalkan ke Israel, disita di Paraguay pada 20 Oktober. (Reuters)

Kepolisian Paraguay menemukan rekor penyelundupan narkoba berbentuk kokaina seberat 2,3 ton yang disembunyikan dalam pengapalan arang ke Israel.

Polisi mengatakan narkoba itu diperkirakan bernilai jual US$500 juta (atau sekitar Rp7,3 triliun), penyitaan terbesar oleh polisi di negara Amerika Selatan itu.

Kokaina tersebut ditemukan dalam peti kemas di Terport, pelabuhan swasta di kota Villeta, dekat ibu kota Asuncin.

Dua orang ditahan, salah seorang di antaranya mantan direktur stasiun televisi swasta.

Polisi mengatakan kokaina tersebut - yang dipak dengan rapi- ditemukan pada satu dari enam peti kemas. Lima peti kemas lain masih digeledah dan polisi tidak mengesampingkan berisi narkoba juga.

Penyitaan obat bius terbesar dalam sejarah Paraguay.Penyitaan obat bius terbesar dalam sejarah Paraguay. (Reuters)

Menteri Dalam Negeri Euclides Acevedo mengatakan kemungkinan jumlah total narkoba yang ditemukan lebih dari tiga ton.

Arang - ekspor utama negara Amerika Latin, menjadi sarana populer untuk menutupi perdagangan kokaina di berbagai perbatasan internasional.

Walaupun tujuan akhir peti kemas adalah Israel, pengapalan itu juga akan singgah ke ibu kota Argentina, Buenos Aires, dan di kota Antwerp, Belgia, kata Acevedo.

Police officers check packages of cocaine that were hidden in a shipment of six charcoal containers that were to be shipped to Israel after being seized by an anti-narcotics unit in the Terport de Villeta port in Villeta near Asuncion, Paraguay, October 20, 2020.

Reuters

Kepolisian Paraguay dilaporkan mendapatkan informasi tentang penyelundupan narkoba itu dari Belgia.

Para pejabat kontra-narkotika memperkirakan kokaina itu diangkut ke Paraguay melalui udara dari Bolivia, produsen kokaina ketiga terbesar di dunia.

Paraguay digunakan sebagai negara transit narkoba selama bertahun-tahun. Sejumlah bandar penjahat obat bius termasuk First Capital Command (PCC), memperluas jaraingan mereka sampai ke Paraguay.

Penyitaan kokaina terbesar di Paraguay terjadi pada Februari 2019 dengan berat 2,3 ton. Saat itu, obat bius disembunyikan di kendaraan di kawasan Concepcin.

(ita/ita)