Foto-foto Hewan Korban Kebakaran Hutan Dirawat Menggunakan Kulit Ikan Nila

BBC Indonesia - detikNews
Senin, 19 Okt 2020 13:53 WIB
Trenggiling raksasa yang terluka dalam kebakaran hutan Pantanal dirawat dengan kulit ikan. (Felipe Rocha)
Jakarta -

Peringatan: Artikel ini berisi foto-foto hewan terluka yang mungkin dianggap mengganggu oleh beberapa pembaca.

Binatang itu tampak seperti makhluk hibrida yang muncul dari film sains fiksi: trenggiling raksasa membentangkan cakarnya yang berwarna cokelat, berambut tebal, dan ditutupi kulit ikan?

Namun, ternyata itu hanya teknik yang digunakan untuk membantu pemulihan hewan yang terjebak dalam kebakaran hutan terburuk yang melanda Pantanal, lahan basah tropis terbesar di dunia dalam beberapa dekade.

Api telah membakar 27% area itu, yang merupakan salah satu bioma dengan keanekaragaman hayati paling tinggi di dunia, yang membentang dari Brasil hingga Bolivia dan Paraguay.

Pantanal juga memiliki kepadatan spesies mamalia tertinggi di Bumi, termasuk jaguar, trenggiling, dan tapir - yang keberadaannya terancam oleh kobaran api.

Perawatan kulit ikan

Vets operate on a tapir cub burned during the Pantanal fires

Bayi tapir dirawat dengan kulit ikan untuk mencegah hewan itu kekurangan cairan dan menjaga lukanya tetap lembab. (Felipe Rocha)

Kulit ikan tilapia digunakan untuk mengobati luka pada seekor anak rusa, dua tapir dewasa dan satu anak tapir, seekor trenggiling raksasa dewasa, dan seekor ular anaconda.

Berikutnya adalah tuiuiu, seekor bangau besar yang merupakan simbol Pantanal.

"Kulit ikan nila memiliki lapisan kolagen yang sangat besar, yang berperan penting dalam proses penyembuhan luka bakar," kata Felipe Rocha, peneliti di Universitas Federal Ceara (UFC), tempat teknik perawatan ini dikembangkan.

Kulit ikan itu dipasok oleh tambak ikan yang biasanya akan membuang bagian kulit itu.

Kulit itu dikeringkan, disterilkan dan disimpan pada suhu kamar. Kulit itu bekerja seperti pembalut biologis untuk luka dan membantu proses pemulihan.

Ledakan Beirut

Fish skin with researchers in the background

Teknik yang sama telah diterapkan ke pasien yang menderita luka bakar sejak 2015 (Felipe Rocha)

Peneliti telah menggunakan teknik tersebut untuk merawat korban luka bakar di rumah sakit sejak 2015.

Pada Agustus, universitas itu mengirim 40.000 sentimeter persegi kulit ikan untuk merawat warga yang terluka akibat ledakan pelabuhan Beirut, yang menewaskan 203 orang dan melukai ribuan lainnya.

Mereka juga bekerja sama dengan peneliti University of Davis untuk membantu merawat beruang yang terluka dalam kebakaran di California pada 2018.

Rocha dan rekan-rekannya merasa tergerak melihat foto-foto satwa liar dengan luka bakar sejak kobaran api mulai terjadi di Pantanal.

Melalui kontak dengan LSM satwa liar Ampara, mereka menghubungi Rumah Sakit Hewan di Universitas Federal Mato Grosso di Cuiaba. Mereka kemudian mengajarkan teknik perawatan itu pada staf rumah sakit.

Rocha mengatakan melihat hewan pulih itu 'menyentuh'.

Lebih sedikit rasa sakit dan kehilangan cairan

An adult female jaguar with burnt paws receives treatment

Kebakaran Pantanal dikhawatirkan akan mempengaruhi kelangsungan hidup satwa-satwa liar. (Getty Images)

Biasanya, salep akan dioleskan pada luka dan dokter hewan harus membius hewan tersebut setiap hari untuk mengganti perban.

"Dengan kulit ikan ini, kami memotong biaya penggantian perban setiap hari, mengurangi rasa sakit hewan, dan mengurangi beban kerja tim," kata Rocha.

Kulit ikan melekat erat pada jaringan yang dirawat, mencegah hilangnya cairan dan menjaga luka tetap lembab dan bebas dari kuman.

Tampilan hybrid bersifat sementara. Tak lama kemudian, bagian putih dari kulit ikan - yang mengandung kolagen - menempel di luka sementara bagian yang lebih gelap terlepas, kata Rocha.

Lalu, kulit binatang akan terlihat kembali seperti semula.

'Dia keluar masuk air'

An adult tapir has had patches of tilapia skin on its back

Tapir yang terluka dan dibalut dengan kulit ikan menunjukkan perubahan perilaku. (Felipe Rocha)

Seekor anak rusa yang keempat kakinya terbakar adalah hewan pertama yang menerima perawatan dengan kulit ikan. Kemudian giliran dua tapir dewasa dan anak tapir.

Salah satu tapir, kata Rocha, terluka parah dan menolak makan atau bermain di air.

Tim dokter lalu membalut punggungnya dan keesokan harinya "hewan betina itu berada di dalam air", kata Rocha.

"Dia keluar dari air dan masuk lagi. Meskipun kami tidak dapat melihat proses penyembuhan fisik, kami dapat melihat [perubahan] perilakunya."

Berikutnya adalah trenggiling raksasa dan anaconda, yang kulitnya terbakar parah hingga dagingnya terlihat.

Rocha mengatakan kondisi ular itu merupakan tantangan "tapi kami yakin akan berhasil". Berikutnya adalah bangau dengan sayap terbakar.

'Kepuasan besar'

Felipe Rocha treating an anaconda snake

Rocha mengatakan menolong hewan yang kesakitan adalah "kepuasan yang sangat besar" (Felipe Rocha)

Rocha mengatakan membantu hewan yang kesakitan "adalah kepuasan yang sangat besar".

"Kami senang dan bersemangat untuk membantu di saat-saat menyedihkan di negara ini," tambahnya.

Pantanal mengalami kekeringan terparah dalam enam puluh tahun terakhir, yang memicu kebakaran, sebagaimana disebutkan oleh laporan resmi pemerintah.

Para ahli juga mengatakan kebakaran sebagian disebabkan oleh tindakan manusia.

Kelompok lingkungan mengkritik pemerintah Presiden Jair Bolsonaro dan pemerintah negara bagian karena terlalu lama bertindak untuk mengendalikan api.

(ita/ita)