Pengadilan India Bebaskan Petinggi BJP dalam Kasus Pembongkaran Masjid Kuno

BBC Indonesia - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 10:22 WIB
Lal Krishna Advani (kiri) dan Uma Bharti (kanan) berurusan dengan pengadilan selama bertahun-tahun. (Getty Images)
New Delhi -

Pengadilan khusus membebaskan beberapa petinggi partai berkuasa di India, Bharatiya Janata Party (BJP), atas dugaan keterlibatan mereka dalam pembongkaran Masjid Babri tahun 1992.

Mantan Wakil Perdana Menteri LK Advani dan pemimpin BJP MM Joshi dan Uma Bharti sebelumnya menolak dakwaan bahwa mereka menghasut massa Hindu untuk merobohkan Masjid Babri Abad ke-16 di kota Ayodhya.

Penghancuran itu memicu kekerasan yang menyebabkan sekitar 2.000 meninggal dunia.

Peristiwa itu juga menjadi momen yang penting berkaitan dengan menguatnya kekuatan politik Hindu sayap kanan.

Penyelidikan yang digelar lembaga pemerintah federal dan komisi independen sebelumnya menyalahkan para petinggi BJP, termasuk mantan Perdana Menteri Atal Behari Vajpayee, yang meninggal dunia pada tahun 2018.

Dakwaan akhirnya dijatuhkan kepada 49 orang, termasuk Advani, Joshi dan Bharti, tahun 1993. Tujuh belas di antara mereka telah meninggal dunia sejak dakwaan itu.

Pada Rabu (30/09), pengadilan membebaskan semua terdakwa dengan alasan tak ada cukup bukti yang menunjukkan bahwa pembongkaran itu direncanakan.

Organisasi All India Muslim Personal Law Board telah menyatakan akan mengajukan banding ke pengadilan tinggi.

Setahun setelah putusan bersejarah lainnya

Tiga pemimpin BJP tidak hadir dalam sidang dan menyaksikan sidang putusan melalui saluran video. Media juga dilarang meliput di dalam ruang sidang.

Putusan ini bersejarah dan sekaligus menyulut perdebatan.

Para pengamat politik mengatakan masalah ini kemungkinan besar akan semakin meningkatkan ketidakpuasan dan marginalisasi di kalangan kelompok minoritas Muslim. Penduduk Muslim di India diiperkirakan mencapai 200 juta orang.

Toko-toko di sekitar pengadilan ditutup, Babri, masjid

Kawasan di sekitar pengadilan khusus di Lucknow tampak sepi menjelang dan sesudah putusan pengadilan pada Rabu (30/09). (BBC)

Pembebasan sosok senior BJP dalam kasus pembongkaran Masjid Babri terjadi setahun setelah putusan bersejarah lainnya. Tahun lalu, Mahkamah Agung memberikan tanah yang disengketakan kepada umat Hindu dan putusan itu mengakhiri sengketa kepemilikan selama puluhan tahun.

Meskipun mengakui pembongkaran masjid adalah "pelanggaran yang mengerikan terhadap aturan hukum", Mahkamah Agung memberikan sebidang tanah lain di Ayodhya kepada umat Islam untuk membangun masjid.

PM Narendra Modi

PM Narendra Modi meletakkan batu pertama pembangunan kuil pada Agustus 2020. (Reuters)

Massa dari kelompok Hindu menghancurkan masjid dengan alasan masjid di Ayodhya tersebut dibangun di atas kuil tempat kelahiran dewa yang dihormati, Dewa Ram.

Pada Agustus lalu, Perdana Menteri Narendra Modi meletakkan batu pertama pembangunan kuil Hindu di lokasi itu. Ini sudah menjadi janji utama BJP dan momen simbolis yang besar bagi basis nasionalis Hindu yang keras.

Apa yang terjadi pada tanggal 6 Desember 1992?

Kerumunan massa di masjid bermula dari prosesi keagamaan yang diselenggarakan oleh kelompok-kelompok Hindu sayap kanan, termasuk BJP yang ketika itu menjadi partai oposisi terbesar.

Mereka berjanji akan memulai pembangunan kuil di lokasi yang disengketakan.

Namun mereka sudah berjanji kepada pengadilan dan pemerintah bahwa aksi mereka hanyalah simbolis. Mereka akan mengadakan upacara agama dan tidak akan merusak masjid.

Wartawan BBC Mark Tully, yang menyaksikan penghancuran masjid secara langsung, menulis "massa dalam jumlah besar, mungkin 150.000 orang, berkumpul dan mendengarkan orasi para pemimpin BJP dan Vishwa Hindu Parishad (VHP) sayap kanan".

Di antara yang hadir adalah Advani, kini 92, dan Joshi, sekarang 86. Keduanya kemudian menjadi sosok penting di pemerintahan pimpinan BJP.

In this file photograph taken on December 6, 1992 Hindu youths clamour atop the 16th century Muslim Babri Mosque five hours before the structure was completely demolished by hundreds supporting Hindu fundamentalist activists.

AFP

Ketika itu, ribuan pria bersenjatakan cangkul, palu, pentungan besi dan kapak menyerang barisan polisi yang menjaga masjid, naik ke kubah masjid dan mulai menghancurkan kubah yang terbuat dari semen.

Dalam hitungan beberapa jam, bangunan masjid sudah rata dengan tanah.

Dalam hitungan jam pula, kerusuhan Hindu-Muslim pecah di banyak daerah di India. Kerusuhan terburuk terjadi di Mumbai yang diperkirakan menyebabkan 900 orang terbunuh.

Komisi dibentuk dan diketuai oleh mantan hakim pengadilan tinggi MS Liberhan untuk menyelidiki kejadian-kejadian yang mengarah ke pembongkaran masjid. Penyelidikan berlangsung selama 17 tahun dan laporannya yang berisi 900 halaman diserahkan kepada pemerintah pada tahun 2009.

Komisi menyalahkan sejumlah sosok senior BJP, termasuk mantan PM Atal Behari Vajpayee dan Advani.

Komisi menyimpulkan pembongkaran masjid sudah direncanakan dengan matang.

Para politikus senior BJP membantah terlibat, namun sejumlah pemuka Muslim mengatakan penghancuran masjid itu direncanakan oleh pemimpin oposisi ketika itu, LK Advani, dan pihak-pihak lain yang meminta para pekerja mereka meratakan masjid dengan tanah.

(nvc/nvc)