Pulih dari Racun Novichok, Navalny Sebut Provokasi Putin Telah Gagal

BBC Indonesia - detikNews
Rabu, 23 Sep 2020 18:08 WIB
Alexei Navalny (EPA)
Jakarta -

Politisi oposisi Rusia Alexei Navalny yang diracuni dengan agen saraf Novichok telah meninggalkan rumah sakit di Berlin, Jerman.

Rumah Sakit Charite Berlin juga mengatakan kondisi "pengkritik abadi" Presiden Rusia Vladimir Putin itu telah berangsur pulih sehingga perawatan medis-intensif dihentikan.

Navalny lalu mengunggah foto dirinya sedang berdiri tanpa bantuan di media sosial dan menuliskan bahwa dokter telah berupaya yang terbaik sehingga dirinya dapat pulih total.

Hasil tes toksikologi menunjukkan "bukti tegas" bahwa Navalny telah diracuni agen saraf kimia kelompok Novichok, kata pemerintah Jerman.

Navalny pingsan dalam penerbangan dari Siberia pada 20 Agustus lalu, dan dipindahkan ke rumah sakit Charite di ibu kota Jerman.

Tim Navalny menuduh racun itu berasal dari perintah Presiden Putin, walaupun Kremlin dengan tegas membantah terlibat.

Pemerintah Jerman mengecam serangan itu dan meminta Rusia segera memberikan penjelasan.

"Ini merupakan perkembangan yang mengganggu bahwa Alexei Navalny menjadi korban agen saraf kimia di Rusia," ujar pernyataan pemerintah Jerman.

NavalnyPemerintah Jerman mengecam serangan itu dan meminta Rusia segera memberikan penjelasan. (Reuters)

Kanselir Angela Merkel telah bertemu dengan para menteri senior untuk membahas langkah selanjutnya.

Kremlin mengatakan belum menerima informasi dari Jerman bahwa Navalny telah diracun menggunakan agen saraf Novichok, kantor berita Rusia Tass melaporkan.

Apa yang dikatakan para dokter di Jerman?

Pihak rumah sakit mengatakan Navalny yang berusia 44 tahun telah menghabiskan 32 hari di sana, termasuk 24 hari dalam perawatan intensif.

"Berdasarkan kemajuan dan kondisi pasien saat ini, dokter percaya bahwa pemulihan total mungkin terjadi. Namun, masih terlalu dini untuk mengukur potensi efek jangka panjang dari keracunan parah itu," katanya.

Awal bulan ini, rumah sakit mengungkapkan Navalny sudah berangsur pulih, yang ditunjukkan dengan dilepasnya ventilator dan ia dapat meninggalkan tempat tidur.

Pada saat itu, pemerintah Jerman mengatakan bahwa laboratorium di Prancis dan Swedia telah mengkonfirmasi kembali tes Jerman yang menunjukkan bahwa racun yang digunakan pada Navalny berjenis agen Novichok.

Kremlin mengatakan tidak ada buktinya.

Yulia Navalny arrives at the Charite hospital in Berlin where her husband Alexei is being treated, 24 August 2020

Istri Navalny, Yulia menemanya di rumah sakit Charite (EPA)

Navalny diberi penawar, atropin, obat yang sama yang digunakan dalam kasus mantan agen KGB Sergei Skripal oleh dokter Inggris setelah keracunan agen saraf Novichok di Salisbury pada 2018.

Apa kata Navalny?

Dalam sebuah unggahan di Instagram pada hari Selasa lalu, Navalny menepis anggapan- yang disebut disampaikan oleh Presiden Putin - bahwa dia telah meracuni dirinya sendiri.

Surat kabar Prancis Le Monde memberitakan, dalam sebuah komunikasi via telepon dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron pada 14 September lalu, Putin mengatakan "sesuatu yang menghina tentang Alexei Navalny, dan menganggapnya sebagai pembuat onar internet karena telah memalsukan penyakitnya".

"Putin telah mengakali saya," tulis Navalny di Instagram, dan mengejek presiden Rusia. "Dia tidak bisa membodohi orang-oraong dan menganggap saya seperti orang bodoh, menghabiskan 18 hari dalam keadaan koma dan gagal mencapai apa yang saya mau. Provokasi telah gagal!"

Apa itu penghambat kolinesterase?

Sebelumnya, Rumah sakit Charite mengeluarkan pernyataan yang mengatakan "bukti klinis menunjukkan keracunan zat yang termasuk dalam kelompok penghambat kolinesterase".

Tetapi dokter yang merawatnya di Rusia mengatakan zat itu tidak ada.

Kolinesterase adalah kelompok bahan kimia, beberapa di antaranya dapat digunakan untuk mengobati penyakit, seperti Alzheimer. Ketika digunakan dalam agen saraf dan pestisida, zat itu bisa berbahaya bagi manusia.

"Penghambat kolinesterase memblokir enzim penting yang mengatur pesan dari saraf ke otot," kata Alastair Hay, Profesor (Emeritus) Toksikologi Lingkungan di Universitas Leeds.

"Enzim itu disebut asetilkolinesterase. Penghambatan enzim mengganggu pengiriman pesan saraf ke otot tidak lagi dapat berkontraksi dan rileks. Mereka mengalami semacam kejang."

"Semua otot terpengaruh, yang paling penting adalah yang mempengaruhi pernapasan. Saat pernapasan terhambat, individu mungkin menjadi tidak sadar."

Navalny

Aksi mendukung tokoh oposisi Alexei Navalny. (Getty Images)

Apa yang terjadi pada Alexei Navalny?

Navalny adalah sosok pengkritik paling terkemuka Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Dia jatuh sakit selama penerbangan pada hari Kamis. Timnya mencurigai ada sesuatu yang dimasukkan ke dalam minuman tehnya di kafe di sebuah bandara.

Kepala dokter di rumah sakit Siberia, Alexander Murakhovsky, mengatakan kepada wartawan pada Jumat bahwa kondisi Navalny telah sedikit membaik, tetapi dia masih tidak stabil.

Dia mengatakan persoalan perizinan perlu diselesaikan terlebih dahulu sebelum Navalny dapat dipindahkan.

Tapi juru bicara Navalny mengatakan keputusan tersebut "mematikan" bagi Navalny jika dia tetap dirawat di sebuah rumah sakit Siberia.

"Larangan pemindahan Navalny [ke Jerman] merupakan ancaman bagi kehidupannya," kata juru bicara Navalny, Kira Yarmysh, melalui cuitan di Twitter.

Sebelumnya, tokoh oposisi Rusia Alexei Navalny sedang tidak sadarkan diri di rumah sakit, karena diduga keracunan, kata juru bicaranya.

Alexei Navalny jatuh sakit saat berada penerbangan sehingga pesawat harus melakukan pendaratan darurat di Omsk. Dokter mengatakan ia dalam keadaan koma dan mereka berusaha menyelamatkan nyawanya.

Atas kejadian itu sebuah yayasan perdamaian Jerman berharap dapat mengirimkan ambulans udara untuk membawa Alexei Navalny ke Berlin guna mendapatkan perawatan maksimal.

Peralatan medis dan dokter-dokter spesialis juga telah siap untuk menjemput Navalny, kata kepala LSM Cinema for Peace Jerman.Pria yang membantu mantan agen KGB Vladimir Putin menjadi presiden

Rusia telah menunjukan indikasi akan mengizinkan langkah tersebut, setelah sebelumnya istri Navalny mengatakan dokter menolak untuk mengeluarkannya.

Rumah sakit Berlin Charite siap untuk merawat kritikus setia Presiden Rusia Vladimir Putin, kata Jaka Bizilj, direktur yayasan Cinema For Peace.

"Kami sedang melakukan kontak dengan pihak berwenang dan berharap semua izin transportasi dan laporan medis pasien koma diberikan malam ini," tambahnya, Kamis malam.

Tim Navalny yang menjadi juru kampanye antikorupsi itu menduga ada sesuatu yang dicampurkan ke dalam teh yang diminum Navalny di kafe bandara.

Kremlin mengatakan mereka berharap Navalny "cepat sembuh".

Navalny, 44 tahun, merupakan salah satu pengkritik Presiden Vladimir Putin paling konsisten selama bertahun-tahun.

Pada Juni lalu, ia menggambarkan proses pemungutan suara untuk melakukan reformasi konstitusi sebagai "kudeta" dan "pelanggaran konstitusi". Reformasi itu memungkinkan Putin untuk berkuasa selama dua masa jabatan lagi.

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab berkata ia "sangat khawatir" dengan laporan bahwa Navalny telah diracuni, dan menyampaikan belasungkawa kepada Navalny dan keluarganya.

Apa yang dikatakan juru bicara itu?

Kira Yarmysh, sekretaris pers untuk Anti-Corruption Foundation, yang didirikan Navalny pada 2011, menulis di Twitter: "Pagi ini Navalny kembali ke Moskow dari Tomsk."

"Selama penerbangan, dia jatuh sakit. Pesawat kemudian melakukan pendaratan darurat di Omsk. Alexei mengalami keracunan. Saat ini kami akan ke rumah sakit."

Dia menambahkan: "Kami menduga bahwa Alexei diracuni dengan sesuatu yang dicampur ke dalam teh [nya]. Itu satu-satunya yang dia minum sejak pagi.

Alexei Navalny pada Juli 2020

Navalny jatuh sakit selama penerbangan, kata seorang juru bicaranya. (Reuters)

"Dokter mengatakan bahwa racun diserap lebih cepat melalui cairan panas. Saat ini Alexei tidak sadarkan diri."

Yarmysh kemudian mengetwit kembali dan menuliskan bahwa Navalny kini sedang menjalani perawatan intensif, menggunakan ventilator dan dalam keadaan koma, dan polisi telah dipanggil.

Dia mengatakan pada awalnya dokter siap untuk berbagi informasi tentang penyebabnya, tetapi sekarang mengatakan bahwa tes toksikologi ditunda dan menunjukkan mereka "jelas sedang bermain waktu, dan tidak mengatakan apa yang mereka ketahui".

Apa laporan lainnya dari tempat kejadian?

Kantor berita Tass mengutip seorang sumber di Rumah Sakit Darurat Omsk yang mengatakan: "Alexei Anatolyevich Navalny, lahir tahun 1976. Perawatan intensif karena keracunan."

Namun, wakil kepala dokter rumah sakit tersebut kemudian berkata kepada media bahwa belum pasti Navalny telah diracuni, meskipun keracunan menjadi salah satu diagnosis yang "secara wajar" dipertimbangkan.

Anatoly Kalinichenko mengatakan bahwa para dokter "dengan sungguh-sungguh berusaha menyelamatkan nyawa [Tuan Navalny]".

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov belakangan mengatakan pihaknya berharap sang pengkritik pulih dengan cepat sebagaimana yang dilakukan pada semua warga negara dalam situasi seperti itu dan bahwa pihak berwenang akan mempertimbangkan untuk mengizinkan perawatan di luar negeri jika diminta.

Seorang pria di Moskow menyaksikan Navalny diangkut ke dalam ambulans dalam video di media sosial.

Seorang pria di Moskow menyaksikan Navalny diangkut ke dalam ambulans dalam video di media sosial. (EPA)

Video di media sosial menunjukkan Navalny dibawa dengan tandu ke dalam ambulans di landasan pacu bandara.

Video lainnya tampak menunjukkan Navalny tampak kesakitan di atas pesawat.

Salah seorang penumpang, Pavel Lebedev, mengatakan: "Pada awal penerbangan ia pergi ke toilet dan tidak kembali. Ia mulai merasa sangat sakit. Mereka dengan susah payah untuk membawanya dan ia berteriak kesakitan."

Foto lain di media sosial menunjukkan Navalny minum dari cangkir di kafe bandara Tomsk.

Kantor berita Interfax mengatakan pemilik kafe sedang memeriksa CCTV untuk mencari adanya bukti.

Map

Siapa Alexei Navalny?

Navalny mengukir namanya dalam catatan pemerintahan Putin dengan mengungkap praktik korupsi yang dilakukan secara 'resmi'. Ia juga mencap Rusia Bersatu Putin (Putin's United Russia) sebagai "partai penjahat dan pencuri".

Atas perbuatannya, ia dijebloskan ke dalam penjara. Pada tahun 2011 ia ditangkap dan dipenjara selama 15 hari menyusul protes atas kecurangan suara oleh Partai Rusia Bersatu Putin (Putin's United Russia Party) dalam pemilihan parlemen.

Lalu, Navalny pernah dipenjara sebentar pada Juli 2013 atas tuduhan penggelapan, tetapi ia mengecam hukuman itu sebagai bentuk "hukuman politik".

Navalny juga mencoba mencalonkan diri dalam pemilihan presiden 2018 tetapi dilarang karena dakwaan penipuan sebelumnya dalam kasus yang sekali lagi dia sebut bermotif politik.

Navalny juga dijatuhi hukuman penjara selama 30 hari pada Juli 2019 setelah menyerukan protes yang tidak sah.

Dia jatuh sakit selama hukuman penjara itu. Dokter mendiagnosisnya dengan penyakit "dermatitis kontak" tetapi dia mengatakan dia tidak pernah mengalami reaksi alergi akut dan dokternya sendiri menyarankan dia mungkin telah terpapar "beberapa senyawa beracun". Navalny juga mengatakan mungkin telah diracuni.

Navalny juga menderita luka bakar yang serius di mata kanannya pada tahun 2017 setelah dia diserang dengan pewarna antiseptik.

Serangan lainnya terhadap pengkritik Kremlin

Jika kejadian ini dikonfirmasi sebagai keracunan, serangan sebelumnya terhadap pengkritik-pengkritik terkemuka Presiden Putin akan kembali menjadi sorotan.

Mereka termasuk politisi Boris Nemtsov dan jurnalis Anna Politkovskaya, yang ditembak mati, dan perwira intelijen Alexander Litvinenko, yang meninggal karena keracunan di Inggris.

Jurnalis dan aktivis oposisi Vladimir Kara-Murza masih hidup, tapi menuding telah diracun dua kali oleh dinas keamanan Rusia. Ia hampir meninggal setelah menderita gagal ginjal pada 2015 dan mengalami koma dua tahun kemudian.

Pengkritik Kremlin lainnya, Pyotr Verzilov, menuduh dinas intelijen Rusia meracuninya pada 2018, ketika ia jatuh sakit setelah sidang pengadilan, kehilangan penglihatan dan kemampuannya untuk berbicara.

Pada tahun yang sama, mantan agen ganda Rusia Sergei Skripal dan putrinya diracuni dengan agen saraf Novichok di kota Salisbury, Inggris. Inggris yakin agen dari dinas intelijen militer GRU Rusia berada di balik serangan itu, tetapi Kremlin selalu bersikeras mereka tidak terlibat.

(ita/ita)