Mulai dari Kapal Pesiar Terbalik, Ini Foto Satelit Usai Ledakan di Lebanon

BBC Indonesia - detikNews
Jumat, 07 Agu 2020 10:04 WIB
Reuters
Jakarta -

Ledakan dahsyat di gudang samping pelabuhan Beirut menciptakan gelombang kejut yang menghancurkan di seluruh ibu kota Lebanon, merobohkan bangunan di tepi laut dan menyebabkan kerusakan yang meluas.

Setidaknya 137 orang tewas dan sekitar 5.000 lainnya terluka. Citra satelit dan udara menunjukkan kerusakan fisik yang luar biasa di ibu kota Lebanon, Beirut, yang sebelumnya lebih terbiasa dengan pemandangan seperti itu sebagai akibat perang daripada kecelakaan.

Kapal pesiar Orient Queen berlabuh di pelabuhan Beirut beberapa ratus meter dari gudang ketika ledakan terjadi.

Kerusakan akibat ledakan menyebabkan kapal itu terangkat air dan terbalik. Satu anggota awak tewas dan satu lagi masih hilang, menurut operator kapal Abou Merhi Cruises. Kantor-kantor perusahaan di sisi dermaga juga musnah akibat kekuatan ledakan.

Ship damaged by blastBBC

Gudang biji-bijian, atau silo - bangunan putih besar di sisi dermaga - yang paling parah terkena ledakan.

Genevieve Langdon, Profesor Teknik Ledakan dan Dampak di Universitas Sheffield, mengatakan butiran di dalam silo akan memadat di bawah tekanan ledakan yang sangat besar, tetapi juga akan menyerap dan membelokkan sebagian ledakan.

"Saat gelombang ledakan menghantam dinding silo, hal itu mungkin menghabiskan banyak energi," katanya.

"Tanpa silo biji-bijian di lokasi itu, kami memperkirakan kerusakan di daerah di belakang mereka akan lebih buruk."

Streetview of port destructionBBC

Badan-badan bantuan memperkirakan sekitar 300.000 orang kehilangan tempat tinggal akibat ledakan itu dan ada kekhawatiran akan kekurangan makanan dan obat-obatan.

Presiden Doctors Without Borders (MSF) Mego Terzian mengatakan gudang penyimpanan obat-obatan dan vaksin di pelabuhan rusak, dan pusat dialisis terbesar di negara itu, di Beirut tengah, hancur total.

Dia membandingkan dampak ledakan dengan kehancuran yang disebabkan selama perang saudara antara 1975 hingga 1990 di negara itu.

"Kami mengalami pengalaman yang sulit dan serupa selama perang Lebanon," katanya kepada AFP.

Perdagangan maritim Lebanon sekarang akan bergeser ke kota terbesar kedua di negara itu, Tripoli, sehingga negara tersebut dapat mulai menerima bantuan medis, bahan makanan, bahan bakar, dan barang-barang kebutuhan pokok. Qatar, Kuwait dan Yordania dilaporkan mengirim rumah sakit lapangan.

Port of Beirut in 2019 and 2020.BBC

Pusat perbelanjaan, restoran, dan pasar di pusat kota Beirut, di sebelah barat area ledakan, tidak luput dari kerusakan. Jendela dan bagian depan toko kaca hancur oleh ledakan tersebut.

Gubernur kota itu, Marwan Abboud, mengatakan perbaikan properti umum dan bangunan peninggalan kemungkinan akan menelan biaya miliaran dolar.

Souk shopping district, before and after blast damageBBC

Jemaah di Masjid Mohammad al-Amin, yang merayakan Idul Fitri bersama beberapa hari yang lalu, mulai membersihkan puing-puing yang ditinggalkan oleh ledakan itu.

A view of the damage at Mohammad Al-Amin Mosque after damage, 5 August 2020BBC

Pembersihan juga dimulai di Gereja Saint George Maronite.

Destruction inside the Saint George Maronite Church on 5 August 2020BBC

Tonton video 'Anjing Pelacak Dikerahkan Mencari Korban Ledakan Beirut':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)