Longgarkan Lockdown, India Kini Catat Kasus Corona Terbanyak Ketiga di Dunia

BBC Indonesia - detikNews
Senin, 06 Jul 2020 18:35 WIB
New Delhi -

India mencatat lebih dari 24.000 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Total jumlah kasus positif virus corona di India menjadi ketiga yang terbanyak di dunia.

Total kini ada 697.413 kasus Covid-19 di India dengan jumlah kematian 19.693 orang.

Peningkatan jumlah ini disumbang oleh kenaikan kasus dari beberapa negara bagian di wilayah selatan, termasuk Telangana, Tamil Nadu dan Karnataka.

India membuka kembali pusat perbelanjaan, tempat ibadah dan perkantoran pada bulan lalu.

Selama tiga hari terakhir, kasus Covid-19 India telah melaju dengan kecepatan yang mengkhawatirkan, menambahkan lebih dari 20.000 kasus terkonfirmasi positif per hari.

Meskipun India memiliki jumlah kasus tertinggi ketiga, total kematian di negara itu berada di urutan nomor delapan di dunia, demikian menurut statistik Universitas Johns Hopkins.

Covid-19, India, virus corona

India mencatat lebih dari 24.000 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir (Getty Images)

Sebelumnya, sejumlah negara bagian di wilayah India selatan dilaporkan berhasil mencegah penyebaran infeksi corona.

Tetapi ini terlihat berubah karena infeksi yang dilaporkan di selatan - Karnataka, Telangana, Andhra Pradesh dan Tamil Nadu - tumbuh lebih cepat daripada tingkat pertumbuhan nasional, demikian laporan surat kabar The Indian Express.

India melakukan lockdown atau karantina wilayah ketat pada Maret lalu untuk mengekang penyebaran virus corona, yang semula jumlahnya hanya ratusan kasus.

Karantina mulai dilonggarkan secara bertahap pada Juni demi untuk mendorong kegiatan ekonomi, bahkan ketika kasus terus meningkat.

Tetapi para ahli merujuk pada tingkat kematian yang rendah di India - 2,4% dibandingkan dengan rata-rata global sebesar 4,7% - sebagai potensi yang baik untuk melonggarkan kebijakan lockdown.

Lagipula, tingkat pemulihan yang sakit - sekitar 60% dari semua kasus yang dikonfirmasi - adalah tanda lain yang dianggap menggembirakan.

Infeksi aktif India - 36% dari total kasus - disorot secara signifikan karena kasus-kasus ini yang berdampak langsung pada sistem perawatan kesehatan negara yang rapuh, dan telah mendominasi berita utama.

Banyak laporan tentang pasien yang ditolak di berbagai rumah sakit, dan bahkan telah menyebabkan kematian dalam beberapa kasus, di kota-kota seperti Delhi, Mumbai dan Bangalore, yang memicu kemarahan warga.

Sebagian dari peningkatan jumlah ini merupakan cerminan dari peningkatan pengujian di seluruh negeri, yang memang digenjot dalam beberapa pekan terakhir.

Jumlah tes harian yang dilakukan telah meningkat menjadi sekitar 250.000 tes, demikian laporan media lokal.

Berbagai negara bagian dan kota telah meningkatkan fasilitas pengujian dan ibu kota Delhi, misalnya, sudah sangat berfokus pada pengujian antigen baru-baru ini.

Tetapi angka-angka terbaru ini juga merupakan akibat pemberlakuan kebijakan normalisasi, sehingga angkanya meningkat kembali, setelah karantina wilayah dicabut.

Kondisi ini sebagian merupakan cerminan dari meningkatnya aktivitas di luar ruangan, dengan pembukaan kembali restoran dan kembalinya karyawan ke kantor.

Meningkatnya angka juga bisa menjadi indikasi bahwa India kemungkinan dengan cepat mendekati puncaknya, sejalan dengan perkiraan banyak ahli sebelumnya bahwa Covid-19 akan menyerang ketika musim hujan mulai antara Juli dan Agustus.

(ita/ita)