detikNews
Senin 19 Agustus 2019, 09:40 WIB

Universitas Cambridge di Inggris Digugat Mahasiswi terkait Pelecehan Seksual

BBC Magazine - detikNews
Universitas Cambridge di Inggris Digugat Mahasiswi terkait Pelecehan Seksual Dani Bradford (Dani Bradford)
London -

Mantan mahasiswi Universitas Cambridge di Inggris menggugat kampusnya sehubungan dengan keluhan pelecehan seksual yang pernah ia alami.

Dani Bradford, 21 tahun, mengatakan ia mengambil langkah tersebut karena "ingin hal ini berubah bagi para mahasiswa lain".

Universitas Cambridge menangani keluhan pelecehan seksual yang disampaikan Dani, tetapi hal ini dianggap tidak cukup.

Cambridge sendiri menyatakan "menempatkan keselamatan setiap mahasiswanya dengan sangat serius."

Kepada Radio 1 Newsbeat, Dani Bradford menyatakan ia mengeluh kepada pihak universitas ketika ia menerima pesan teks "bernada seksual" dari seseorang yang punya "posisi supervisor".

Awalnya ia tak berniat melaporkan hal itu, tetapi sesudah kembali kuliah setelah liburan musim panas, ia mengalami serangan panik.

"Ketika kembali ke kampus, saya bahkan tak bisa melanjutkan berjalan ke fakultas saya. Saya terserang panik. Saya mengalami teror di malam hari. Kesehatan mental saya memburuk," katanya.

Trinity College, University of Cambridge, Cambridgeshire, Inggris
Universitas Cambridge menyatakan mereka telah memperbaiki cara mereka dalam menangani kasus pengaduan pelecehan seksual. (Getty Images)


Dani menyatakan ia bahkan berpikir untuk berhenti kuliah, tapi seorang teman berhasil meyakinkannya untuk melaporkan soal ini ke pihak kampus.

Laporan itu ditindaklanjuti oleh pihak kampus dan Dani menyatakan satu aturan diterapkan untuk menjamin bahwa ia sama sekali tak akan menjalankan kontak apapun dengan orang yang ia tuduh melakukan pelecehan tersebut.

Namun Dani merasa hal itu membuatnya merasa "terbatas".

"Saya tak boleh masuk ke gedung-gedung tertentu dan tak boleh menyatakan kepada siapapun kenapa alasannya," katanya.

Ia juga menerima surat permintaan maaf dari orang yang ia tuduh.

"Tak ada kata 'pelecehan seksual' di dalamnya. Yang ada di surat itu kira-kira: 'saya meminta maaf untuk perbuatan saya'," kata Dani.

Ia juga mengaku diminta untuk tidak mendiskusikan kasus ini dengan siapapun. Jika melakukannya, ia bisa dituduh menyebabkan gangguan.

'Penyelidikan yang adil'

Dani menyatakan ia tidak merasa terbantu dengan prosedur kampus dan memutuskan untuk menggugat dengan harapan hal itu akan "memaksa terjadinya perubahan yang nyata".

Ia menambahkan, "Saya tak bisa bilang ke mahasiswa lain bahwa kampus akan melindungimu apabila hal serupa menimpa dirimu."

"Perlu ada prosedur yang dibuat oleh para spesialis yang terlatih dan pernah bekerja dengan para penyintas pelecehan seksual. Maka bisa dibuat penyelidikan yang adil."

Cambridge mengatakan mereka memperbaiki cara mereka menangani laporan pelecehan seksual.

Dalam pernyataannya, mereka mengatakan, "Kami mengakui bahwa proses penanganan laporan kami di masa lalu - yang mengadopsi standar pembuktian perbuatan kriminal - telah membuat mahasiswa tak yakin pada prosedur ini."

"Untuk mengatasi hal ini, universitas membuat ketentuan tambahan secara khusus untuk menangani pelecehan seksual dan menawarkan dukungan dari spesialis kepada mahasiswa yang menjadi korban dari berbagai bentuk pelecehan seksual."




(nvc/nvc)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com