DetikNews
Sabtu 26 Januari 2019, 12:15 WIB

Dapat Tekanan Politik, Trump Akhiri Penutupan Pemerintah AS

BBC World - detikNews
Dapat Tekanan Politik, Trump Akhiri Penutupan Pemerintah AS
Washington -

Presiden Donald Trump telah mengalah pada tekanan politik yang mengakhiri penutupan pemerintah AS terpanjang dalam sejarah.

Setelah 35 hari, ia mendukung kesepakatan untuk mendanai lembaga federal selama tiga minggu, tetapi itu tidak termasuk uang yang ia minta untuk tembok perbatasan AS-Meksiko.

Presiden dari partai Republikan itu sebelumnya bersumpah untuk menolak anggaran apa pun kecuali itu memasukkan $5,7 miliar (Rp85 triliun) untuk mendanai janji kampanyenya.

Namun partai Demokrat, yang mengendalikan Dewan Perwakilan Rakyat, dengan tegas menolaknya.

Kemudian pada hari Jumat, Senat dan Kongres dengan suara bulat mengeluarkan RUU untuk mengakhiri penutupan untuk sementara, yang setelahnya ditandatangani Presiden Trump menjadi undang-undang.

Setelah pemungutan suara di Kongres, Trump mengetwit bahwa keputusannya "sama sekali tidak konsesi", tetapi "merawat jutaan orang yang dirugikan oleh penutupan".

https://twitter.com/realDonaldTrump/status/1088958154791100417

Apa yang dikatakan PresidenTrump?

Berbicara di Rose Garden Gedung Putih, Trump mengatakan dia "sangat bangga mengumumkan" perjanjian, yang akan mendanai pemerintah sampai 15 Februari.

Dia mengatakan pekerja federal yang terkena keruwetan politik, yang dia sebut "para patriot yang luar biasa", akan menerima bayaran penuh.

Trump juga mengatakan dia belum akan menggunakan "alternatif yang sangat kuat" - referensi yang jelas untuk menyatakan darurat nasional.

Kondisi darurat nasional bisa mengalihkan dana militer ke arah pembangunan tembok perbatasan di selatan, tetapi proklamasi semacam itu akan memicu keresahan konstitusional dan tantangan hukum.

Amerika Serikat Gelombang protes pegawai negeri terus muncul sejak penutupan operasional pemerintah federal AS, salah satunya unjuk rasa di Post Office Square, Boston, Jumat (11/01). (AFP)

Namun, presiden menambahkan: "Kami benar-benar tidak punya pilihan selain membangun tembok atau pembatas baja yang kuat."

"Jika kita tidak mendapatkan kesepakatan yang adil dari Kongres, pemerintah akan tutup lagi pada 15 Februari."

"Atau saya akan menggunakan kekuasaan yang diberikan kepada saya di bawah hukum dan konstitusi Amerika Serikat untuk mengatasi keadaan darurat ini."

Trump menerima kesepakatan itu setelah mendengar tekanan penutupan pada lembaga penegak hukum, kata seorang pejabat administrasi kepada kantor berita Reuters.

Presiden siap menawar anggaran $5,7 miliar yang dia minta untuk perbatasan, kata pejabat yang sama.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed