DetikNews
Senin 09 Oktober 2017, 15:33 WIB

Pemain NFL Tak Berdiri Saat Lagu Kebangsaan, Wapres AS Angkat Kaki

BBC World - detikNews
Pemain NFL Tak Berdiri Saat Lagu Kebangsaan, Wapres AS Angkat Kaki
Washington -

Wakil Presiden AS Mike Pence meninggalkan sebuah pertandingan National Football League (NFL) setelah sejumlah pemain menolak untuk berdiri tegap saat lagu kebangsaan AS dinyanyikan.

Setelah meninggalkan stadion di negara bagian asalnya, Indiana itu Pence mengatakan bahwa dia tidak bisa hadir di sebuah acara yang "tidak menghormati serdadu kita, bendera kita."

Presiden Donald Trump mengatakan bahwa ia 'bangga pada (Mike Pence).'

Trump mencuit bahwa ia telah meminta Pence untuk keluar stadion jika ada pemain yang berlutut saat lagu kebangsaan AS dinyanyikan.

Pence sendiri, dalam cuitan di akun Twitternya, menulis: "Saya meninggalkan pertandingan tim Colts hari ini karena @POTUS (Presiden Trump) dan saya tidak akan memberi kehormatan pada acara yang tidak menghormati serdadu kita, bendera kita, atau lagu kebangsaan kita."

Sejak beberapa waktu lalu, berlutut saat lagu kebangsaan di pertandingan NFL telah menjadi bentuk protes melawan ketidakadilan rasial.

Trump mengecam keras para pemain yang melakukannya dan menekan NFL untuk memecat mereka.

Pence melakukan aksi WO setelah sejumlah pemain dari tim tamu San Francisco 49ers tidak berdiri dalam acara tradisional menyanyikan lagu kebangsaan menjelang pertandingan melawan tuan rumah Indianapolis Colts.

"Kendati setiap orang punya hak untuk mengemukakan pandangan mereka, saya kira bukan hal yang berlebihan jika para pemain NFL diminta untuk menghormati bendera (AS)," kata Pence pula.

Sebelum pertandingan, Pence mencuit bahwa ia tak sabar untuk menyaksikan pertandingan klub kotanya itu.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan, kecamannya itu tak ada urusannya dengan ras.

Jumat lalu, Trump mengatakan NFL harus memecat para pemain yang menyampaikan protes selama lagu kebangsaan AS dinyanyikan.

Namun hal ini justru makin membulatkan tekad para pemain untuk melakukan aksi itu.

Sebagai reaksi pernyataan Trump, salah satu atlet basket dari Golden State Warriors, Stephen Curry, yang mengatakan menolak menghadiri undangan dari Gedung Putih.

Curry - yang merupakan pemain NBA yang paling bernilai 2015 - mengatakan dia ingin menunjukkan bahwa dia dan pemain lainnya tidak membela "hal-hal yang dia katakan dan hal-hal yang tidak dia katakan di saat yang tepat".

Trump kemudian mengatakan menarik sebuah undangan kunjungan ke Gedung Putih itu.

Pada sebuah acara Jumat (22/09) malam, Trump mengatakan pemain NFL yang protes ketika lagu kebangsaan diputar harus dipecat oleh tim mereka - merujuk pada sebuah rangkaian protes kontroversial mengenai hubungan antar ras yang dimulai oleh pemain Colin Kaepernick pada tahun lalu.

"Apakah Anda suka melihat salah satu pemilik NFL, ketika seseorang tidak menghormati bendera kita, mengatakan, "Keluarkan anak sundal itu dari lapangan sekarang juga.... dia dipecat," kata dia pada kerumunan orang.

Aksi ini dimulai oleh Colin Kaepernick, gelandang Liga Nasional Sepakbola AS NFL yang bermain untuk San Francisco 49ers, yang duduk di atas lututnya dan tak berdiri ketika lagu kebangsaan dimainkan, akhir Agustus lalu.

Ia melakukan hal itu sebagai bentuk protes atas meningkatnya kekerasan rasial terhadap kaum kulit hitam AS, khususnya yang terkait dengan tindakan polisi.

Sejak itu langkahnya banyak diikuti pemain lain, dalam berbagai bentuk, antara lain juga dengan tetap di pinggir lapangan atau di ruang ganti saat lagu kebangsaan dinyanyikan.




(ita/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed