DetikNews
Jumat 22 September 2017, 15:36 WIB

Tolak Anak Bersorban, Sekolah Kristen Australia Dinyatakan Bersalah

BBC Magazine - detikNews
Tolak Anak Bersorban, Sekolah Kristen Australia Dinyatakan Bersalah
Melbourne -

Sebuah sekolah Australia dinyatakan bersalah telah mendiskriminasi seorang bocah laki-laki Sikh berusia lima tahun yang ditolak mendaftar karena memakai sorban.

Kebijakan seragam di Sekolah Kristen Melton di Melbourne melarang anak laki-laki mengenakan penutup kepala non-Kristen.

Tapi ayah anak laki-laki itu, Sagardeep Singh Arora, berpendapat bahwa larangan memakai patka, sorban anak Sikh, adalah diskriminasi tidak langsung.

Pengadilan menjatuhkan putusan yang mendukung Arora, dalam sidang hari Selasa (19/9).

Sekolah Kristen itu menolak pendaftaran anak laki-laki itu, Sidhak, setelah bertemu dengan keluarga mereka saat prosedur penerimaan murid baru tahun lalu.

Arora mengatakan kepada BBC bahwa dia kaget oleh penolakan tersebut.

"Di negara maju seperti Australia, itu sungguh mengejutkan," katanya.

"Ada orang Sikh yang mengenakan turban di kepolisian dan di militer Australia, tapi anak saya tidak bisa pergi ke sekolah."

Kepercayaan Sikh mengharuskan rambut dibiarkan tumbuh tak dipotong, atau kesh, dan mengenakan patka.

Pengadilan Sipil dan Administrasi Victoria mengatakan bahwa Sidhak telah dirugikan karena dia tidak dapat menghadiri sekolah yang dekat dengan rumah dan tempat sepupunya juga merupakan siswa.

Kebijakan seragam yang tidak masuk akal

Dalam pembelaannya, sekolah tersebut beralasan bahwa undang-undang diskriminasi negara memberi kemungkinan pengecualian untuk memberi kewenangan bagi sekolah menerapkan aturan berpakaian yang wajar bagi para murid setelah berkonsultasi dengan masyarakat.

Namun pengadilan mengatakan bahwa kebijakan pakaian seragam itu tidak masuk akal karena ketika diperbaharui pada tahun 2014, aturan itu tidak mencerminkan pandangan masyarakat sekolah.

Lebih jauh lagi, kerugian yang dihadapi Sidhak yang ditolak jauh lebih besar daripada keuntungan yang diperoleh sekolah karena mempertahankan kebijakan seragamnya, kata putusan itu.

Pengadilan tersebut menambahkan bahwa kendati Melton adalah sekolah Kristen, sekolah itu memiliki kebijakan pendaftaran terbuka. Lebih dari 50% warga sekolah itu tidak secara eksplisit mengidentifikasi diri sebagai orang Kristen.

Arora mengungkapkan kegembiraannya atas putusan tersebut.

"Ini putusan yang sangat bagus bagi komunitas Sikh di Australia," katanya.

Dia dan istrinya akan segera mengadakan pertemuan resmi dengan sekolah tersebut, dan berharap Sidhak bisa mulai bersekolah di tahun depan.




(ita/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed