detikNews
Kamis 08 September 2011, 14:52 WIB

Dua pesawat Pakistan diancam bom

- detikNews
Indonesia - BBC -      \"Pakistan

Aparat keamanan Turki mengevakuasi penumpang PIA di Bandara Ataturk, Istanbul. Sebuah pesawat terbang milik maskapai penerbangan Pakistan (PIA) jurusan Lahore-Manchester terpaksa mendarat darurat di Istanbul, Turki setelah menerima ancaman bom dari orang tak dikenal. Kantor berita Turki, Anatolia melaporkan ancaman bom untuk pesawat Boeing 777-300EA ini diterima saat pesawat berada di atas kota Sofia, Bulgaria. Ancaman bom ini serta merta menimbulkan kepanikan di antara 378 orang penumpangnya. Awak pesawat kemudian membelokkan pesawat ke Turki dan mendaratkannya di Bandara Internasional Ataturk, Istanbul. Di bandara, aparat keamanan Turki kemudian mengevakuasi seluruh penumpang serta menyiapkan beberapa mobil pemadam kebakaran dan ambulan. Setelah melakukan penyisiran dengan bantuan anjing pelacak, aparat keamanan Turki tidak menemukan bom atau benda mencurigakan lainnya.

Pesawat kedua<\/h2> Situasi serupa menimpa pesawat terbang milik PIA dengan nomor penerbangan PK898 jurusan Kuala Lumpur-Lahore juga mendapat ancaman bom serupa. Petugas maskapai menerima surat elektronik berisi ancaman bom ketika pesawat itu di tengah perjalanan menuju ibukota Malaysia itu.         Pesawat itu kemudian mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Kuala Lumpur yang langsung disambut pasukan keamanan. Namun, seperti halnya di Istanbul, tidak ditemukan adanya bom atau benda mencurigakan lainnya. \"Berdasar laporan petugas kami, tidak ada satupun bom di dalam pesawat. Nampaknya, ini hanya sebuah ancaman palsu,\" kata pejabat Komisi Tinggi Pakistan, Hamid Raza, seperti dikutip AFP. Ancaman ini bukanlah yang pertama diterima PIA. Pada September 2010, sebuah pesawat milik PIA jurusan Toronto-Karachi juga menerima ancaman bom. Akibatnya, pesawat itu terpaksa mengalihkan arah penerbangannya dan mendarat di Swedia. Namun, setelah diteliti tak ditemukan bahan peledak apapun di dalam pesawat. Saat itu, polisi sempat menahan seorang pria asal Kanada namun kemudian dilepaskan. Kejadian itu berawal ketika seorang perempuan di Kanada menghubungi polisi menggunakan telepon umum dan melaporkan seorang pria penumpang pesawat membawa sebuah bom di dalam tasnya.    


(bbc/bbc)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com