Jateng Andalkan Inseminasi Buatan untuk Dongkrak Produksi Susu
Bangun Indonesia

Ayo, tingkatkan partisipasi kita dalam pembangunan bangsa dan wujudkan impian Indonesia yang lebih baik!

Jateng Andalkan Inseminasi Buatan untuk Dongkrak Produksi Susu

Tenri Monic Libery
Jumat, 04 Sep 2026 14:34 WIB
Pemprov Jateng
Foto: dok. Pemprov Jateng
Jakarta - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupaya mendongkrak produksi susu sapi perah di wilayahnya melalui inovasi teknologi. Salah satunya melalui inovasi teknologi yang memungkinkan peternak mengatur jenis kelamin anak sapi melalui inseminasi buatan.

Inovasi ini menjadi salah satu upaya untuk mempercepat peningkatan populasi sapi perah dan produksi susu di Jawa Tengah.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen atau yang akrab dikenal sebagai Gus Yasin mengatakan, teknologi tersebut menjadi salah satu terobosan penting dalam pengembangan peternakan di Jawa Tengah. Dengan teknologi itu, peternak dapat menyesuaikan kelahiran anak sapi dengan kebutuhan pengembangan ternaknya.

"Kalau masyarakat pengin sapinya betina, ya dicarakan di sini. Kalau pengin sapinya menjadi pejantan, bisa. Artinya ini inovasi yang luar biasa. Populasinya bisa kita atur," ujar Taj Yasin, dalam keterangannya, Jumat (4/9/2026).

Hal tersebut disampaikannya saat mewakili Gubernur Ahmad Lutfi menghadiri acara Jateng Livestock Fest 2026 di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Jawa Tengah, Semarang, Jumat, (4/9).

Menurutnya, teknologi tersebut penting untuk mendukung upaya Jawa Tengah menjadi sentra produksi susu. Pengembangan populasi sapi perah harus terus dilakukan agar potensi produksi susu di Jawa Tengah semakin besar.

"Kita ingin Jawa Tengah ini menjadi sentra produsen susu," tambahnya.

Gus Yasin mengatakan Jawa Tengah saat ini memberikan kontribusi sekitar 9,4 persen produksi susu nasional dan menempati posisi ketiga secara nasional.

Pengembangan produksi susu tersebut dilakukan melalui penguatan sentra sapi perah di daerah. Dalam kegiatan itu, Pemprov Jateng menandatangani komitmen bersama mengenai pengembangan sapi perah di Kabupaten Batang dan Kabupaten Brebes.

Lebih lanjut, ia mengatakan pengembangan peternakan juga perlu dibarengi dengan peningkatan konsumsi protein hewani masyarakat, termasuk susu.

Adapun menurutnya, peningkatan produksi harus diimbangi dengan peningkatan konsumsi agar masyarakat turut memperoleh manfaat dari ketersediaan pangan bergizi.

Sementara itu, Kepala Distannak Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares menjelaskan teknologi inseminasi buatan tersebut menggunakan semen beku sapi perah sexing. Teknologi ini dikembangkan oleh Balai Inseminasi Buatan (BIB) Jawa Tengah.

Teknologi tersebut memungkinkan peternak mengarahkan jenis kelamin anak sapi yang dihasilkan melalui inseminasi buatan sesuai kebutuhan.

"Misalnya ada peternak yang memiliki 10 ekor sapi kemudian ingin diinseminasi buatan menjadi betina semua bisa, jantan semua juga bisa," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Jateng menyerahkan semen beku sapi perah sexing kepada Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang. Bantuan sapi perah juga diberikan kepada Kelompok Tani Banjarsari I, Desa Semampir, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang.

Selain itu, sertifikat GFP diserahkan kepada Kelompok Tani Banjarsari I, Desa Semampir, dan Kelompok Tani Sepet Harum II, Desa Pacet, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang.

Pengembangan sapi perah di Batang dan Brebes menjadi bagian dari langkah Pemprov Jateng memperkuat ekosistem persusuan.

Program tersebut juga ditandai dengan peluncuran Gerbang Susu Jawa Tengah atau Gerakan Pengembangan Persusuan Jawa Tengah.

Jateng Livestock Fest 2026 merupakan rangkaian Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190 yang berlangsung pada 26 Agustus hingga 26 September 2026.

Selain peluncuran Gerbang Susu, kegiatan tersebut diisi penyerahan bantuan protein hewani, Gelar Market Hasil Peternakan Berkualitas, Kreatif Bento Challenge, serta Gerakan Minum Susu atau Gerimis. Sebanyak 200 paket berisi ayam, susu, dan telur juga dibagikan kepada masyarakat.

Lihat juga Video Heboh Susu UHT Khusus MBG, Ini Klarifikasi BGN...

(prf/ega)

Berita selengkapnya tentang Kunjungi

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini