Terbuka untuk Disabilitas, Job Fair Hari Jadi Jateng Hadirkan 4.817 Loker
Bangun Indonesia

Ayo, tingkatkan partisipasi kita dalam pembangunan bangsa dan wujudkan impian Indonesia yang lebih baik!

Terbuka untuk Disabilitas, Job Fair Hari Jadi Jateng Hadirkan 4.817 Loker

Dea Duta Aulia
Kamis, 20 Agu 2026 14:22 WIB
Pemprov Jateng
Foto: Dok. Pemprov Jateng
Jakarta - Sebanyak 4.817 lowongan kerja tersedia dalam gelaran bursa kerja (Job Fair) Jawa Tengah di halaman Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah. Adapun acara tersebut digelar sebagai bagian dari memperingati Hari Jadi Ke-81 Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan yang diselenggarakan pada 20-21 Agustus 2026 itu nampak dipadati pelamar kerja sejak Kamis, 20 Agustus 2026. Sebagian membawa berkas lamaran, sementara yang lain mencari informasi perusahaan dan lowongan melalui telepon seluler. Setidaknya 5.800 pencari kerja telah mendaftar melalui aplikasi milik Disnakertrans Jawa Tengah.

Kepala Disnakertrans Jawa Tengah Ahmad Aziz mengatakan job fair secara tatap muka tetap diminati meskipun informasi lowongan dapat diakses secara daring melalui platform Ayo Kerjo selama 24 jam.

"Berdasarkan pengalaman selama ini, job fair yang konvensional atau offline seperti ini masih banyak diminati. Mereka bisa bertemu langsung dengan pihak perusahaan, mengalami kondisi kerjanya seperti apa, jabatannya seperti apa, dan lain sebagainya," kata Ahmad Aziz dalam keterangan tertulis, Kamis (20/8/2026).

Dia menjelaskan sebanyak 40 perusahaan menempati stan yang tersedia dalam kegiatan tersebut. PT Kawasan Industri Kendal juga hadir dengan membawa delapan perusahaan, sehingga total perusahaan yang membuka kesempatan kerja mencapai 48.

"Lowongan yang ditawarkan berasal dari berbagai sektor, mulai dari manufaktur, agrikultur dan alat berat, industri makanan dan jamu, kesehatan dan farmasi, keuangan, pariwisata dan perhotelan, hingga ritel," tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan job fair menjadi jembatan antara kebutuhan perusahaan dan masyarakat yang sedang mencari pekerjaan.

Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Perusahaan dapat memperoleh tenaga kerja sesuai kebutuhan, sedangkan pencari kerja mempunyai akses lebih luas terhadap lowongan yang tersedia.

"Di satu sisi perusahaan bisa mendapatkan tenaga kerja profesional. Di sisi lain, masyarakat bisa tertampung dari manapun asalnya. Namun, yang terpenting adalah profesional," kata Ahmad Luthfi.

Luthfi menilai peluang kerja di Jawa Tengah masih terbuka lebar. Namun, kompetensi pencari kerja harus terus ditingkatkan agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

"Job fair tersebut juga semakin inklusif, karena membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas. Sejumlah lowongan telah dikurasi dan secara khusus dapat dilamar oleh pencari kerja disabilitas," jelasnya.

Pemprov Jawa Tengah berharap pembukaan kesempatan kerja dapat mengimbangi pertumbuhan angkatan kerja. Pada Februari 2026, jumlah angkatan kerja di Jawa Tengah mencapai 22,33 juta orang atau bertambah sekitar 455 ribu orang dibandingkan tahun sebelumnya.

"Sementara itu, realisasi investasi Jawa Tengah pada semester pertama 2026 mencapai Rp 59,94 triliun dan menyerap 213.217 tenaga kerja. Investasi yang masuk diharapkan terus memberikan dampak terhadap pembukaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," jelasnya.

Salah seorang penyandang tuna rungu Sifa mengaku bahkan datang dari Jawa Barat setelah mengetahui informasi job fair melalui Instagram. Dalam kegiatan itu, ia telah menyerahkan berkas lamaran kepada tiga perusahaan.

"Saya merasa bahagia. Acara seperti ini bisa memberikan informasi kepada teman-teman disabilitas," kata Sifa.

Dia menilai pelayanan yang diberikan kepada peserta disabilitas sudah baik. Sifa berharap semakin banyak perusahaan membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.

"Saya berharap acara ini bisa mendukung teman-teman disabilitas serta memberikan lapangan pekerjaan dan kesempatan bagi mereka," ujarnya.

Peserta lainnya, Vivi mengaku baru pertama kali mengikuti job fair. Warga Semarang itu sempat mengalami kendala saat check-in, tetapi kemudian mendapat pendampingan dari petugas hingga dapat memasuki area pameran.

"Acara ini membantu saya mencari kerja. Kalau mencari sendiri agak susah. Karena lowongannya banyak, saya jadi lebih semangat untuk mendaftar. Walaupun nanti belum tentu lolos, tetap semangat," kata Vivi.

Sementara itu, perwakilan PT JSCorp Ika menjelaskan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur di Boyolali ini, membuka sekitar 300 lowongan untuk operator sewing. Perusahaan tersebut juga mencari pekerja untuk sejumlah posisi staf, mekanik, foreman, quality control, dan assembly.

PT JSCorp juga membuka sejumlah posisi bagi penyandang disabilitas. Selain melalui job fair, pelamar dapat mengikuti walk-in interview di pabrik setiap hari pada pukul 07.00-09.00 WIB.

"Ini pertama kali kami ikut dan ternyata ramai. Kalau posisi staf yang mensyaratkan pendidikan S1, peminatnya lumayan banyak," tutup Ika.

Simak juga Video: Dear Job Seeker, 2 Hari Ini Lagi Ada Job Fair Nih di Jaksel

(akn/ega)

Berita selengkapnya tentang Kunjungi

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini