Luthfi Sebut SDM Jateng Setara China, Minta Investor Serap Pekerja Lokal
Bangun Indonesia

Ayo, tingkatkan partisipasi kita dalam pembangunan bangsa dan wujudkan impian Indonesia yang lebih baik!

Luthfi Sebut SDM Jateng Setara China, Minta Investor Serap Pekerja Lokal

Ega Shepiani
Rabu, 06 Mei 2026 16:45 WIB
Pemprov Jateng
Foto: Dok. Pemprov Jateng
Jakarta - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meminta investor yang menanamkan investasi di wilayahnya agar memprioritaskan tenaga kerja lokal karena sumber daya manusia (SDM) di wilayahnya memiliki kompetensi yang sama dengan negara lain.

Hal itu disampaikan saat meninjau PT Borine Technology Indonesia di Kawasan Ekonomi Kendal (KEK). Dalam kunjungan tersebut, Luthfi melihat proses produksi perusahaan dan berdialog dengan pimpinan perusahaan.

Dari dialog tersebut diketahui bahwa hasil produksi dialokasikan untuk ekspor dan memenuhi kebutuhan dalam negeri. Secara kualitas, hasil produksinya sama dengan produk yang dihasilkan oleh sumber daya manusia (SDM) di China atau negara asal perusahaan tersebut.

"Artinya, selama kita mempunyai niat untuk bekerja, khususnya wilayah Jawa Tengah, kita mampu bersaing dengan negara lain," ujar Luthfi dalam keterangan tertulis, Rabu (6/5/2026).

Luthfi mengatakan kompetensi SDM merupakan salah satu syarat utama untuk menarik investasi masuk ke Jawa Tengah. Kepercayaan dari PT Borine Technology Indonesia turut mendukung pertumbuhan ekonomi di Kendal dan Jawa Tengah. Bahkan, perusahaan tersebut juga mengajak enam perusahaan sebagai pemasok bahan baku untuk masuk ke Jawa Tengah.

Nilai investasi PT Borine Technology Indonesia pada fase 1 mencapai USD 700 juta. Saat ini mereka telah berkomitmen memperluas pabrik di KEK melalui investasi fase 2 dengan nilai mencapai sekitar USD 1,4 miliar. Besarnya nilai investasi ini menjadi bukti bahwa investor percaya Jawa Tengah merupakan destinasi investasi yang aman, stabil, dan kompetitif bagi pemodal global.

Oleh karena itu, Luthfi menegaskan kepercayaan dari pihak investor tersebut harus terus dijaga. Seluruh kepala daerah, termasuk kepala dinas, diminta menjadi manajer marketing guna menawarkan potensi investasi di masing-masing wilayah.

Dalam kesempatan itu, Luthfi juga mendengarkan berbagai masukan dan kekurangan yang perlu dituntaskan bersama. Salah satu masukan dari pihak investor dan pengelola KEK adalah mengenai Pelabuhan Kendal.

Atas masukan tersebut, pihaknya akan mengintensifkan koordinasi dengan Pelindo dan Kementerian Perhubungan untuk membuka kembali Pelabuhan Kendal dan Batang serta revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.


(akn/ega)
Berita selengkapnya tentang Kunjungi
Berita Terkait