Jos! Ekonomi Jateng Tumbuh 5,89%-Investasi Capai Rp 23,02 T di Triwulan I
Bangun Indonesia

Ayo, tingkatkan partisipasi kita dalam pembangunan bangsa dan wujudkan impian Indonesia yang lebih baik!

Jos! Ekonomi Jateng Tumbuh 5,89%-Investasi Capai Rp 23,02 T di Triwulan I

Rahmat Khairurizqi
Selasa, 05 Mei 2026 20:31 WIB
Pemprov Jateng
Foto: dok. Pemprov Jateng
Jakarta - Jawa Tengah (Jateng) mencatatkan performa ekonomi gemilang di awal 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jateng pada triwulan I tahun 2026 mencatat pertumbuhan 5,89% secara tahunan (yoy).

Capaian itu memosisikan provinsi ini di atas rata-rata pertumbuhan nasional, yang berada pada angka 5,61%. Pertumbuhan ekonomi Jateng ini meningkat dibandingkan periode yang sama di tahun lalu sebesar 4,96 persen.

Secara nominal, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah mencapai Rp 511,99 triliun (harga berlaku), sementara secara riil sebesar Rp 315,73 triliun (harga konstan 2010).

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menyampaikan capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,89% merupakan hasil kerja bersama lintas sektor yang terus diperkuat, yakni dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.

"Alhamdulillah, pertumbuhan ini menunjukkan arah yang semakin baik. Ini bukan kerja satu pihak, tapi hasil gotong royong dan kolaborasi semua elemen," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (5/5/2026).

Ia menambahkan, menguatnya investasi menjadi indikator penting meningkatnya kepercayaan terhadap Jateng sebagai daerah yang kondusif untuk berusaha, sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan.

"Kami akan terus menjaga sinergi ini agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya tinggi, tetapi juga berkualitas, inklusif, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tegas Luthfi.

Sementara itu, Kepala BPS Jateng, Ali Said menyampaikan industri pengolahan masih menjadi fondasi utama ekonomi dengan kontribusi 32,69% terhadap PDRB, meskipun pertumbuhannya relatif moderat di angka 4,04%.

Angka pertumbuhan ini menunjukkan bahwa industri tetap menjadi tulang punggung, namun dorongan pertumbuhan mulai menyebar ke sektor-sektor berbasis jasa dan mobilitas.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama dengan kontribusi 60,01 persen. Sementara itu, konsumsi pemerintah tumbuh signifikan sebesar 19,36 persen (yoy). Hal ini mengindikasikan percepatan belanja negara dan daerah sebagai stimulus ekonomi di awal tahun.

Secara kuartalan, ekonomi Jateng juga tumbuh 1,85 persen dibanding triwulan IV-2025. Penguatan ini turut ditopang sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang melonjak 21,53 persen, seiring musim panen dan peningkatan produksi pangan.

Adapun di sisi eksternal, ekspor barang dan jasa tumbuh 8,84 persen, mencerminkan permintaan yang tetap terjaga.

Penguatan pertumbuhan ekonomi ini berjalan seiring dengan meningkatnya kepercayaan investor terhadap Jateng. Pada triwulan I tahun 2026, realisasi investasi Jateng tercatat mencapai Rp 23,02 triliun atau 23,23% dari target tahunan sebesar Rp 99,09 triliun.

Komposisinya terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 12,98 triliun (56,40%) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp10,04 triliun (43,60%).

Investasi tersebut tidak hanya memperkuat kapasitas produksi, tetapi juga berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja yang mencapai 92.000 orang dengan total 24.957 proyek.

Secara sektoral, aliran investasi masih didominasi industri pengolahan, termasuk industri karet dan plastik, mesin dan elektronik, serta sektor padat karya seperti tekstil dan alas kaki.

Lebih lanjut, dari sisi asal negara, investor utama berasal dari Singapura, Hong Kong, Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan, yang mencerminkan tingginya kepercayaan global terhadap daya saing Jateng. (prf/ega)

Berita selengkapnya tentang Kunjungi
Berita Terkait