Apalagi, Curug Sewu memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu destinasi sport tourism (pariwisata olahraga), khususnya olahraga paralayang.
"Pengalaman pertama ini: memuaskan dan memacu adrenalin," ujar Taj Yasin dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/5/2026).
Taj Yasin berharap aktivitas tandem paralayang ini bisa dibuka setiap hari, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan membantu pendapatan UMKM di sekitar lokasi paralayang.
Menurutnya, paralayang di Curug Sewu ini akan menambah destinasi wisata di Jawa Tengah. Hal ini juga sekaligus menyambut Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Tengah tahun 2027, yaitu wisata dan ekonomi syariah.
Paralayang ini akan menjadi daya tarik baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Terlebih, saat ini sudah ada penerbangan langsung dari Bandara Ahmad Yani ke Singapura maupun Malaysia. Bahkan, tengah digagas direct dari Thailand.
Dalam kesempatan itu, Taj Yasin meminta agar wisata di Kendal juga dikolaborasikan dengan daerah sekitarnya. Semakin banyak objek yang ditawarkan, wisatawan akan semakin lama tinggal di Jawa Tengah.
Taj Yasin mengapresiasi objek wisata Curug Sewu yang sangat representatif. Suasana yang asri didukung dengan keindahan alam serta kebersihannya.
Official Curug Sewu Paralayang, Achmad Trisno berharap kehadiran Taj Yasin di tengah atraksi terbang paralayang Curug Sewu menjadikan tempat wisata ini lebih dikenal masyarakat luas.
"Kami mewakili teman-teman pilot, sangat senang karena kedatangan bapak yang antusias. Apalagi nyoba terbang. Di luar ekspektasi. Kebetulan cuaca juga cerah. Pesan dari Bapak (Wagub), agar kegiatan tandem paralayang bisa dilakukan setiap hari," tutur Achmad.
Achmad menambahkan kelebihan Curug Sewu Paralayang adalah pengalaman terbang di atas air terjun.Pengalaman ini akan menjadi daya tarik yang belum dijumpai di tempat lain.
Sementara itu, salah satu atlet dari Surakarta yang menjajal Curug Sewu Paralayang, Trissa Flora Tehupeiory sangat terkesan dengan keindahan alamnya.
"Seru banget, pemandangannya curug, apalagi tadi ada pelangi," kata Trissa mahasiswi yang sudah menekuni Solo Paralayang sejak tahun 2024 ini.










































