Pemprov Jawa Tengah Siap Sambut Jutaan Pemudik di Momen Lebaran 2026
Bangun Indonesia

Ayo, tingkatkan partisipasi kita dalam pembangunan bangsa dan wujudkan impian Indonesia yang lebih baik!

Pemprov Jawa Tengah Siap Sambut Jutaan Pemudik di Momen Lebaran 2026

Dea Duta Aulia
Senin, 09 Mar 2026 16:27 WIB
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi
Foto: Pemprov Jateng
Jakarta - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap menyambut belasan juta orang masuk yang masuk wilayahnya pada Lebaran 2026. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi juga berpesan agar para pendatang mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat.

Untuk itu, Ahmad Luthfi meminta seluruh bupati dan wali kota beserta forkopimda sudah dikumpulkan untuk memantapkan persiapan di masing-masing daerah. Hal tersebut diungkapkan olehnya saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral bersama bupati dan walikota beserta forkopimda se-Jawa Tengah di gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, hari ini.

Turut hadir dalam rakor tersebut Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Sekda Jateng Sumarno, beserta Forkopimda Jateng. Dalam rakor tersebut juga dibahas kesiapan masing-masing sektor. Di antaranya kesiapan sarana prasarana, ketersediaan bahan pokok penting, hingga mitigasi wilayah rawan bencana dan langkah antisipasinya.

"Rapat lintas sektoral ini untuk menyamakan persepsi dalam rangka kesiapan arus mudik dan balik. Diprediksi tahun ini ada sekitar 17.300.000 pemudik akan masuk tumplek blek ke wilayah Jawa Tengah," kata Luthfi dalam keterangan tertulis, Senin (9/3/2026).

Langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh Pemprov Jateng meliputi pelaksanaan Posko Terpadu di Kantor Dinas Perhubungan Jateng, Posko Kewilayahan di enam Balai Pengelola Sarana Prasarana Perhubungan Wilayah se-Jateng, posko di 23 Terminal Tipe B, serta patroli mobile di lokasi rawan macet (obyek wisata, pusat keramaian, pasar tumpah, dan lainnya).

Selain itu juga dilakukan pemasangan rambu portable; Pemasangan 10 Titik CCTV tambahan; Pelaksanaan mudik dan balik rantau gratis. Di samping itu juga ada rampcheck kendaraan angkutan umum di 23 terminal tipe B, serta menyiapkan jalur-jalur alternatif.

Dia menjelaskan perbaikan jalan berlubang serta pemasangan rambu lalu lintas dan penerangan jalan terus dikebut dalam beberapa waktu terakhir. Sebab, kecepatan penanganan sangat diperlukan untuk memastikan setiap jalan mulus tidak ada lubang.

"Dengan begitu, masyarakat bisa menggunakan jalan tersebut dengan lancer," jelasnya.

Terkait ketersediaan bahan pokok penting, dia juga meminta agar operasi pasar dan pengecekan dari Satgas Pangan terus dilakukan. Dia pun tidak menginginkan ada kekurangan stok bahan pokok penting dan penimbunan yang memicu kenaikan harga dan inflasi di wilayahnya.

"Operasi pasar kita perbanyak, saat ini sudah sampai sekitar 300-an kegiatan dilakukan di seluruh kabupaten/kota," paparnya.

Kesiapan juga terkait dengan suplai energi seperti gas elpiji, Bahan Bakar Minyak (BBM), dan listrik. Pertamina telah menyampaikan bahwa stok elpiji dan BBM untuk Jawa Tengah aman saat Lebaran. Begitu halnya dengan listrik, PLN sudah melakukan langkah-langkah untuk mengamankan distribusi, termasuk penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Selain itu, Ahmad Luthfi meminta kepada Bupati dan Walikota beserta forkopimda untuk mitigasi potensi bencana yang terjadi selama libur Lebaran.

"Gas cukup. Saya ingatkan masyarakat untuk tidak panic buying, nggak usah latah, nggak usah kemrungsung. Stok bbm sangat cukup, kemarin Gus Yasin sudah mengecek ke lapangan, perwakilan Pertamina menyampaikan stok cukup untuk 2 bulan ke depan," katanya.

Sementara itu, Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo mengatakan dalam rangka menyongsong perayaan Idul Fitri ini jaminan keamanan dan kenyamanan menjadi nomor satu. Operasi yang dilakukan nanti fokus pada safety and hospitality (keamanan dan keramahtamahan).

Total personil yang disiagakan untuk pengamanan arus mudik-balik dan perayaan Idul Fitri di Jawa Tengah sekitar 28.980 orang. Terdiri atas 22.000 personel Polri, 1.189 TNI, 5.111 personel dari instansi terkait lainnya. Puluhan ribu personel tersebut tersebar di sejumlah objek vital di Jawa Tengah.

"Ada sekitar 134 pusat perbelanjaan, 45 terminal, 23 pelabuhan, 18 pelabuhan perikanan, 16.300 masjid, 224 objek wisata, 48 stasiun. Kemudian ada 153 pospam, 78 posyan, dan 31 pos terpadu," tutupnya.

Simak juga Video 'Menghargai Perbedaan di Dunia Virtual':

(anl/ega)

Berita selengkapnya tentang Kunjungi
Berita Terkait