Kendalikan Harga Bapok, Pemprov Jateng Gelar 333 Gerakan Pangan Murah
Bangun Indonesia

Ayo, tingkatkan partisipasi kita dalam pembangunan bangsa dan wujudkan impian Indonesia yang lebih baik!

Kendalikan Harga Bapok, Pemprov Jateng Gelar 333 Gerakan Pangan Murah

Dea Duta Aulia
Jumat, 06 Mar 2026 14:44 WIB
Jakarta - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menggelar gerakan pangan murah (GPM) sebanyak 333 kali selama periode Januari sampai awal Maret 2026. Jumlah tersebut sudah melampaui target 308 kali yang dicanangkan untuk triwulan pertama.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan program tersebut digelar sebagai upaya Pemprov Jateng untuk mengendalikan harga bahan pokok (bapok). Hal ini juga bertujuan agar memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mengakses bapok sepanjang Ramadan 2026.

Selain itu, Ahmad Luthfi mengapresiasi GPM yang dilakukan di bawah koordinasi Dinas Ketahan Pangan. Kegiatan tersebut merupakan langkah konkret untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pokok penting dengan harga terjangkau, serta menekan inflasi. Hal tersebut diungkapkan olehnya saat meninjau dan membuka Gerakan Pangan Murah Serentak di Halaman Kantor Kecamatan Semarang Barat, hari ini.

Sejauh ini, lanjut Luthfi, harga bahan pokok penting di Jawa Tengah relatif stabil. Lonjakan harga hanya terjadi pada komoditas cabai. Di mana harga rata-rata konsumen sekitar Rp 81.000 per kilogram atau lebih tinggi 42,2% dari harga acuan pemerintah (HAP) sebesar Rp 57.000 per kilogram.

"Ini menjadi model bagi kita agar keterjangkauan harga ini bisa dijangkau oleh masyarakat kita," kata Luthfi dalam keterangan tertulis, Jumat (6/3/2026).

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah Dyah Lukisari mengatakan gerakan GPM telah dilaksanakan sebanyak 333 kali. Angka itu telah melebih target awal yang telah ditentukan.

"Sampai dengan kemarin, GPM sudah terlaksana 333 kali. Artinya sudah melebihi dari target," kata Dyah Lukisari.

Meskipun begitu, Gerakan Pangan Murah masih terus dilakukan oleh Pemprov Jateng. Salah satunya dengan meluncurkan gerakan pangan murah serentak yang digelar di 35 kabupaten/kota. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ahmad Luthfi dan diikuti secara daring oleh 31 kabupaten/kota se-Jateng. Sementara empat daerah lainnya yakni Brebes, Wonogiri, Boyolali, dan Tegal sudah menggelar GPM lebih awal pada Kamis, 5 Maret 2026.

Adapun komoditas yang disalurkan dalam GPM serentak ini antara lain beras dengan total 74 ton, gula pasir 7.250 kilogram, minyak goreng 21.000 liter, telur ayam ras 11.500 kilogram, dan bawang putih 3.400 kilogram.

"Sejauh ini GPM yang dilakukan di Provinsi Jawa Tengah sudah bagus. Ini semua berkat dukungan Pak Gubernur, Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah dan Tim Pengendali Inflasi daerah (TPID) Jawa Tengah," jelasnya.

Gerakan Pangan Murah yang diselenggarakan tersebut langsung dirasakan oleh manfaatnya oleh masyarakat. Mereka yang datang dan berbelanja mengaku senang karena mendapatkan harga yang lebih murah dibandingkan dengan yang ada di pasar.

"Belanja sayur, minyak, sama beras. Harganya miring. Minyakita biasanya Rp 19 ribu sampai Rp 20 ribu, di sini dapat Rp 15.500. Beras biasanya yang premium Rp 16.000 per kilogram, di sini Rp 62.500 per 5 kilogram," tutup Eni warga Semarang Barat. (ega/ega)

Berita selengkapnya tentang Kunjungi
Berita Terkait