Gubernur Jateng Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan Sampah
Bangun Indonesia

Ayo, tingkatkan partisipasi kita dalam pembangunan bangsa dan wujudkan impian Indonesia yang lebih baik!

Gubernur Jateng Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan Sampah

Dea Duta Aulia
Rabu, 25 Feb 2026 21:53 WIB
Pemprov Jateng raih penghargaan dari KLH soal penanganan sampah.
Foto: dok. Pemprov Jateng
Jakarta - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meraih penghargaan Kinerja Pengelolaan Sampah 2026 dari Menteri Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup untuk kategori Pembina Terbaik Kabupaten/Kota.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah 2026 di Gedung Balai Kartini, Jakarta, hari ini.

Penghargaan itu juga diberikan karena Provinsi Jawa Tengah telah mencanangkan program Gerakan Jawa Tengah Aman, Sehat, Resik & Indah (ASRI).

Ahmad Luthfi mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk meminta data pengelolaan sampah dari pemerintah kabupaten/kota untuk dijadikan acuan pengambilan kebijakan.

"Persoalan sampah di Jawa Tengah sudah masuk kategori darurat, sehingga membutuhkan langkah konkret. Sampah di Jawa Tengah hampir 6,36 juta ton per tahun. Yang bisa diproses baru sekitar 60 persen, sisanya belum tertangani optimal. Ini harus menjadi perhatian serius kita semua," kata Luthfi dalam keterangan tertulis, Rabu (25/2/2026).

Maka dari itu, dia telah mengambil langkah nyata dengan mencanangkan Gerakan Jateng ASRI. Di samping itu, dia juga menyiapkan beberapa titik tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST), baik bersifat regional maupun aglomerasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Widi Hartanto menjelaskan terkait pengelolaan sampah di wilayah Jawa Tengah telah melakukan sejumlah langkah, mulai dari penerbitan surat edaran mengenai pengelolaan sampah dari hulu ke hilir.

"Dari hulu mulai dari rumah tangga harus sudah dikelola. Sudah dipilah untuk yang sampah organic dan yang anorganik," kata dia saat mendampingi Ahmad Luthfi menghadiri rakornas.

Langkah lainnya adalah transformasi pengelolaan sampah dengan teknologi, salah satunya adalah menutup tempat sampah open dumping.

"Sampah bisa jadi energi listrik, bisa jadi bahan bakar industri. Akselerasi yang dilakukan adalah penutupan open dumping, pembentukan satgas pengelola sampah mulai provinsi, kabupaten/kota, sampai desa," jelasnya.

Terkait dengan transformasi ke TPST, yang sudah berjalan ada dua yaitu di Banyumas, Cilacap, dan Kabupaten Magelang yang menggunakan sistem RDF. Lalu ada juga Kudus dan Grobogan yang memulai TPST dengan skala kecil.

"Tahun ini kami usulkan 14 titik TPST di Jawa Tengah. Lainnya akan segera menyusul karena saat ini masih tahap MoU, kalau sudah pasti, nanti akan kami usulkan ke pusat," tutupnya.

Lihat juga Video: KLH Sanksi 150 Horeka di Bali Buntut Pengelolaan Sampah

(prf/ega)

Berita selengkapnya tentang Kunjungi
Berita Terkait