DetikNews
Sabtu 21 Juli 2018, 09:36 WIB

Dewan Pastor Australia Desak Paus Pecat Uskup Agung Adelaide

Australia Plus ABC - detikNews
Dewan Pastor Australia Desak Paus Pecat Uskup Agung Adelaide Uskup Katolik Roma dari Adelaide, Philip Wilson, telah didesak untuk mengundurkan diri. (AAP: David Mariuz)
Canberra -

Eksekutif dari Dewan Nasional Pastor Australia (NCP) mendukung "dengan sepenuh hati" desakan agar Uskup Agung Philip Wilson mengundurkan diri, dan telah meminta Paus untuk campur tangan.

Poin utama:
  • NPC mengatakan, posisi Uskup Agung Philip Wilson telah "goyah" sejak putusan yang diterimanya.
  • Dukungan ini menyusul desakan Perdana Menteri Turnbull agar Paus memecat Wilson.
  • Ia adalah penganut agama Katolik paling senior di dunia yang dituduh menyembunyikan pelecehan seks anak.

Langkah itu diambil menyusul komentar yang dibuat oleh Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull, pada hari Kamis (19/7/2018) bahwa Paus harus "memecat" Wilson.

Awal bulan ini, Wilson dijatuhi hukuman 12 bulan penjara setelah dinyatakan bersalah menyembunyikan pelecehan seksual terhadap anak-anak antara tahun 2004 dan 2006 di tangan pastor pedofil Jim Fletcher pada tahun 1970-an.

Ia adalah penganut Katolik paling senior di dunia yang dituduh menyembunyikan pelecehan seks anak.

Dalam sebuah pernyataan, badan itu mengatakan posisinya telah "goyah" sejak putusan itu.

"Sementara Uskup Agung menjalankan hak konstitusionalnya untuk mengajukan banding atas tuduhan itu, masa jabatannya sebagai Uskup Agung Adelaide telah goyah," sebut pernyataan itu.

"Kesejahteraan Umat Allah dari Keuskupan Agung Adelaide harus lebih diutamakan daripada keinginan seorang individu untuk tetap menjabat."

"Ketika sebuah tuduhan dilayangkan kepada seorang pastor atau ketika ia dituduh melakukan tindak pidana, ia secara otomatis mundur sampai kesalahan atau ketidakbersalahannya ditetapkan."

"Uskup Agung Wilson tetap menjabat selama persidangannya. Ia baru mundur setelah dinyatakan bersalah."

Pernyataan itu kemudian menyebut bahwa "kemunculan dari ketidakadilan ini merupakan penghinaan terhadap keadilan alam dan menyakitkan baik bagi para pastor maupun umat awam".

"Demi kebaikan Gereja di Australia dan untuk kepentingan Umat Tuhan di Keuskupan Agung Adelaide, Eksekutif NCP meminta agar Bapa Suci, Paus Fransiskus, menyingkirkan Uskup Agung Philip Wilson dari posisinya."

Wilson dijatuhi hukuman penjara 12 bulan -memenuhi syarat untuk dibebaskan bersyarat setelah enam bulan - tetapi mengatakan ia akan mengajukan banding terhadap putusannya.

Setelah putusan itu, Wilson mengatakan ia tidak akan berhenti dari jabatannya, meskipun ada desakan yang meningkat.

"Saya bermaksud mengajukan banding terhadap putusan saya ke Pengadilan Distrik New South Wales," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Saya sadar adanya desakan terhadap saya untuk mengundurkan diri dan menganggap mereka sangat serius."

"Namun, pada saat ini, saya berhak untuk menggunakan hak hukum saya dan untuk mengikuti proses hukum yang semestinya."

"Karena proses ini belum selesai, saya tidak berniat untuk mengundurkan diri saat ini."

Uskup dari Port Pirie yakni Greg O'Kelly ditunjuk oleh Paus Fransiskus sebagai Administrator Apostolik Keuskupan Agung Adelaide bulan lalu, mengambil alih tanggung jawab yang sebelumnya berada di tangan Wilson.

Desakan PM

Pada hari Kamis (19/7/2018), Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull, mengatakan Paus harus "memecat" Wilson, seraya mengatakan "saatnya telah tiba".

"Ada banyak pemimpin yang meminta ia untuk mengundurkan diri, jelas bahwa ia harus mengundurkan diri," kata Turnbull.

Ia mengatakan sudah waktunya untuk "otoritas tertinggi di gereja untuk mengambil tindakan dan memecatnya".

PM Turnbull sebelumnya mengatakan Wilson harus mengundurkan diri - panggilan yang didukung oleh Pemimpin Oposisi Australia, Bill Shorten, dan Menteri Utama Australia Selatan, Steven Marshall.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.




(nvc/nvc)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed