DetikNews
Kamis 19 Juli 2018, 17:57 WIB

Anggota Parlemen Australia Dikecam karena Komentari Korban MH17

Australia Plus ABC - detikNews
Anggota Parlemen Australia Dikecam karena Komentari Korban MH17
Canberra -

Seorang anggota parlemen dari Partai pemerintah Partai Liberal Australia Craig Kelly mendapat kecaman luas atas komentarnya berkenaan dengan jatuhnya pesawat Malaysia MH17 tahun 2014 yang mengatakan bahwa Australia harus mengabaikan keterlibatan Rusia dalam jatuhnya pesawat tersebut demi hubungan baik.

Kelly mengatakan hal tersebut dalam wawancara dengan jaringan televisi Australia Sky News menanggapi pernyataan dari orang tua dari korban pesawat itu, Anthony Maslin yang menulis pesan di Facebook berkenaan dengan pertemuan Presiden Donald Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Maslin yang kehilangan tiga anaknya dalam peristiwa jatuhnya pesawat yang dituduh ditembak oleh rudal Rusia tersebut mengatakan bahwa Donald Trump telah "menjilat' Putin dalam pertemuan hari Senin (16/7/2018) di Helsinki.

"Presiden Donald Trump, anda menciptakan dan berbicara banyak soal 'fake news (berita palsu)". Tapi mari kita coba berbicara tentang sesuatu yang tidak palsu ... mari kita sebut itu fakta yang tak terbantahkan," tulis Maslin.

Fakta tidak terbantahkan itu menurut Maslin adalah bahwa Rusia bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat yang menewaskan 298 orang di dalamnya.

Menanggapi pernyataan Maslin tersebut, Kelly yang merupakan anggota parlemen dari partai yang memerintah Australia saat ini mengatakan tidak ada hal yang bisa dilakukan sekarang ini untuk menghidupkan kembali ketiga anak Maslin yang sudah tewas.

"Setiap ayah yang kehilangan tiga anak pasti akan sangat merasa kehilangan tetapi kenyataannya tidak ada yang akan dapat menghidupkan ketiga anak itu kembali".

"Jadi, apa yang terbaik untuk masa depan dunia .. dan yang terbaik menurut saya adalah bahwa pemimpin Amerika Serikat dan pemimpin Rusia setidaknya memiliki hubungan komunikasi yang baik.

"Jika itu berarti beberapa hal yang telah diperoleh Rusia di masa lalu harus sedikit ditinjau, yah .. saya minta maaf bahwa itulah harga yang harus kita bayar kadang-kadang agar hubungan baik terus berlanjut.

"Kita tidak bisa memperbaiki hal-hal yang terjadi di masa lalu, kami harus memastikan bahwa hubungan antara Rusia dan AS akan berlanjut adalah yang terbaik yang mungkin mereka lakukan."

Pemimpin Oposisi dari Partai Buruh Bill Shorten meminta Craig Kelly untuk meminta maaf atas komentarnya.

"Saya tidak percaya dia mengatakan hal tersebut. Warga Australia tewas, anak-anak tewas. Tidak ada alasan apapun. Craig Kelly harus meminta maaf kepada keluarga korban," kata Bill Shorten di akun Twitternya.

'Rusia harus dimintai pertanggungjawaban'

Pemerintah Australia telah secara terang-terangan mengecam keterlibatan Rusia dalam insiden yang terjadi tahun 2014 lalu itu.

Menteri Luar Negeri Julie Bishop baru-baru ini mengatakan dia menganggap Rusia secara hukum bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat MH17 dan harus membayar kompensasi kepada keluarga dari 38 warga Australia yang tewas.

"Australia tetap berkomitmen untuk mencari keadilan bagi para korban penembakan MH17, yang kami nyatakan sebagai tanggung jawab negara kepada Rusia," kata Bishop dalam sebuah pernyataan.

"Rusia harus dimintai pertanggungjawaban. Kami akan terus bekerja dengan negara-negara lain termasuk Amerika Serikat untuk mencapai tujuan itu. Saya akan mengajukan masalah ini dalam pertemuan saya dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo minggu depan."

Dalam pernyataan bersama untuk memperingati ulang tahun itu, Menlu Julie Bishop dan Jaksa Agung Christian Porter menegaskan bahwa mereka beranggapan bahwa Rusia harus bertanggung jawab atas bencana itu.

MH17outrage2_abc-1807019.jpg
Julie Bishop mengatakan Rusia harus menjawab seluruh pertanyaan terkait temuan terbaru MH17. (ABC)

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed