DetikNews
Selasa 17 Juli 2018, 18:24 WIB

Perusahaan Kosmetik di Australia Ini Akui Kurang Bayar Karyawan

Australia Plus ABC - detikNews
Perusahaan Kosmetik di Australia Ini Akui Kurang Bayar Karyawan
Canberra -

Perusahaan kosmetik Lush telah meluncurkan skema pembayaran ganti rugi sebesar $ 2 juta (atau setara Rp 20 miliar) setelah mengakui membayar kurang sekitar 5.000 karyawan.

Poin utamaLush
Poin utama:

Perusahaan mengklaim gagal memperbarui infrastruktur penggajian
Perusahaan telah meminta maaf dan bersikeras bahwa masalah itu tidak disengaja
Perusahaan ini memiliki lusinan toko di Australia

Kesalahan penggajian itu terjadi di tahun 2010 dan mempengaruhi baik staf ritel dan manufaktur.

Direktur Lush Australia, Peta Granger, mengatakan kesalahan itu adalah akibat dari kegagalan untuk memperbarui infrastruktur penggajian perusahaan.

"Apa yang menjadi sangat jelas bagi kami adalah bahwa sistem penggajian internal kami tidak sejalan dengan pertumbuhan kami," kata Granger.

"Begitu tak bertanggung jawab membayangkan bahwa sistem manual dan ketinggalan jaman seperti itu bisa bekerja untuk bisnis seukuran kami."

"Kami dengan tulus minta maaf karena mengecewakan staf kami."

"Kami berharap mereka bisa memaafkan kami atas kesalahan monumental ini."

Merasa hancur

Perusahaan ini pertama kali menyadari kesalahan itu Agustus lalu, memicu penyelidikan internal, dan telah berjanji untuk menginvestasikan tambahan $ 1,5 juta (atau setara Rp 15 miliar) untuk membuat sistem yang disesuaikan yang akan memungkinkan sekitar 200.000 absen kerja bersejarah dihitung kembali.

"Itu adalah momen yang mengerikan, benar-benar memalukan," kata Granger.

"Kami tidak akan pernah secara sengaja membayar kurang staf kami."

"Kami merasa hancur karena telah membuat banyak hal salah."

Perusahaan memperkirakan, karyawan yang terkena dampak tidak akan mulai menerima pembayaran ganti rugi hingga Desember tetapi pembayaran akan mencakup bunga.

Manajer dukungan karyawan di Lush, Amy Lyons, mengatakan bahwa masalah ini memerlukan waktu delapan tahun untuk diidentifikasi karena kurangnya pengawasan.

"Seringkali staf kami akan mengajukan masalah gaji mereka dengan manajer langsung mereka, jadi tidak ada yang melakukan pengawasan untuk bisa melihat proses dari ujung ke ujung dan menemukan kesalahan," kata Lyons.

Bekas staf dan staf yang masih bekerja bisa mendaftarkan rincian mereka secara daring.

Lush didirikan oleh Mark Constantine dan Liz Weir pada tahun 1995, yang pertama kali mulai membuat produk rambut herbal untuk salon di Poole, sebuah kota pantai di pantai selatan Inggris.

Perusahaan ini merespon ratusan staf manufaktur yang berbasis di Sydney pada hari Selasa (17/7/2018), dan mengeluarkan video permintaan maaf kepada staf ritel di seluruh Australia.

Situs perusahaan menggambarkan awal berdirinya mereka sebagai periode "rendah hati", dengan istri Konstantinus, yakni Mo, dan beberapa orang lainnya bergabung dalam operasi untuk memasok produk menggunakan resep mereka sendiri ke The Body Shop.

Lush melebarkan sayak ke Australia pada tahun 1997 dan sekarang memiliki puluhan toko di seluruh Australia.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed