DetikNews
Rabu 20 Juni 2018, 15:55 WIB

Kakek Tinggalkan Koleksi 80 Ribu Piringan Hitam di Gold Coast

Australia Plus ABC - detikNews
Kakek Tinggalkan Koleksi 80 Ribu Piringan Hitam di Gold Coast
Queensland -

Ken Perkins menghabiskan 50 tahun masa hidupnya untuk mengumpulkan piringan hitam termasuk Elvis Presley dan Johnny Cash yang masih dalam kondisi bagus di rumahnya di Gold Coast, Queensland (Australia).

Sekarang setelah meninggal putrinya Natalie Perkins berharap ada orang yang mau membeli atau melestarikan koleksi tersebut dan bukan dijual ke masing-masing kolektor.

Sekitar 80 ribu rekaman musik tersebut akan memerlukan waktu enam setengah tahun untuk mendengarkannya satu persatu.

"Siapapun yang mengenal ayah saya, pasti tahu dia memiliki sebuah buku hitam kecil." kata putri Ken Perkins, Natalie.

A room is filled floor to ceiling with records
Koleksi piringan hitam Ken Perkins berjumlah 80 ribu. (ABC Gold Coast: Lucy Murray)

"Dia akan mengeluarkan buku itu dari kantong jaketnya, dan dia memiliki katalog dari rekaman yang belum dipunyai, sesuatu yang dicarinya."

Setelah ayahnya meninggal, Natalie sekarang dihadapkan dengan tugas untuk membersihkan rumah ayahnya yang penuh sesak dengan barang tersebut.

Records are stacked in shelves from floor to ceiling, the collection is also in boxes on the floor. Natalie sits between them.
Natalie Perkins mewarisi koleksi yang dikumpulkan ayahnya selama 50 tahun. (ABC Gold Coast: Lucy Murray)

"Masuk ke dalam rumahnya yang berisi begitu banyak koleksi saja sudah menakjubkan, apalagi ketika berusaha membuat katalog." katanya.

"Kami sudah berusaha dan meminta kepada Papa untuk memberikan kami instruksi, karena kami tahu di satu waktu dia akan meninggal, dan koleksi ini akan menjadi tanggung jawab saudara perempuan saya dan saya."

"Namun dia tidak pernah berencana menjual atau menyerahkan kepada siapapun semasa dia hidup, dia tidak tertarik menjualnya, dia mengkoleksi semua ini untuk dirinya sendiri."

Catatan kecil yang ditinggalkan

Namun sebelum meninggal, Ken Perkins juga banyak meninggalkan catatan yang diselipkan di dalam album-album musisi favoritnya.

"Dia meninggalkan catatan di beberapa album, untuk menunjukkan kira-kira berapa nilai album tersebut."

"Ketika saya menemukan yang pertama, saya sangat senang, indah sekali pengalaman itu."

"Mirip seperti kita mencari sebuah petunjuk, dan saya menemukannya."

External Link: thekenperkinscollection WCMS.pluginCache.add('#embedExternalLink8', 'embedExternalLinks' );

Berapa harga keseluruhan koleksi tersebut ?

Koleksi piringan hitam ini diperkirakan merupakan yang terbesar di Australia.

Pakar barang-barang antik modern Dr Daryl Sparkes mengatakan dia sangat terkesan dengan banyaknya koleksi yang dimiliki Ken Perkins.

"Ini adalah salah satu momen paling berkesan dalam hidup saya." katanya.

"Saya bisa mengatakan bahwa ini adalah koleksi terbesar dan paling hebat yang pernah saya lihat dan saya sudah melihat begitu banyak koleksi lainnya."

Dr Sparkes mengatakan seluruh piringan hitam itu dalam kondisi bagus, dan ini cukup mengejutkan karena beberapa diantara piringan hitam itu sudah berusia lebih dari 100 tahun.

"Ini menunjukkan kepada saya bahwa orang yang memiliki koleksi ini tidak sekedar mengumpulkan saja, dia memperlakukan album-album itu seperti mereka adalah anaknya sendiri."

Natalie Perkins tidak mengetahui berapa uang yang dihabiskan ayahnya untuk mengumpulkan semua piringan hitam tersebut.

"Papa awalnya berasal dari Inggris dan dia selalu tidak pernah banyak bicara untuk hal seperti uang." katanya lagi.

"Jadi saya tidak tahu berapa banyak yang dihabiskannya dalam 50 tahun terakhir membeli berbagai piringan hitam ini, namun dugaan saya pasti banyak."

Dr Sparkes mengatakan menghargai semua piringan hitam ini bukanlah hal yang mudah.

"Kita harus mengecek satu persatu album yang ada, dan menentukan kualitas dan apakah album itu langka atau tidak dan baru menentukan harganya." kata Sparkes.

"Saya menemukan beberapa album Elvis., dan juga beberapa album Johnny Cash yang langka dan banyak orang yang mau membeli album-album tersebut."

Dr Daryl Sparkes looks at some old Jonny Cash records, in the background is a cabinet filled with more records.
Dr Daryl Sparkes terkesan dengan kondisi piringan hitam Ken Perkins. (ABC Gold Coast: Lucy Murray)

Apakah ada yang mau membeli ?

Koleksi piringan hitam Ken Perkins ini tidak untuk satu jenis musik saja, namun meliputi berbagai jenis musik.

"Saya kira tidak akan pernah lagi melihat koleksi seperti ini selama masa hidup kita." kata Dr Sparkes.

Bila nantinya dijual menurut Sparkes, besar kemungkinan koleksi ini akan dibagi-bagi.

"Ada koleksi jazz, ada blues, ada rock tahun 50-an, dan tidak semua kolektor mau membeli semua itu."

"Para kolektor biasanya menyukai beberapa musik tertentu, jadi akan lebih mudah menjual sesuai dengan jenis musik daripada dijual semua sekaligus." kata Dr Sparkes.

Natalie Perkins with her father Ken
Natalie Perkins dengan ayahnya Ken. (Supplied: Natalie Perkins)

Tetapi keluarga Perkins lebih berharap koleksi ini tetap berada di satu tempat, dan tidak dibeli oleh kolektor yang berbeda-beda.

"Kami percaya ini koleksi ini memiliki nilai budaya dan juga nilai sejarah." kata Natalie.

"Jadi kami akan sangat senang bila ada orang yang akan mengambil semuanya, orang yang tepat."

Dr Sparks setuju dengan pendapat tersebut.

"Ini adalah peninggalan budaya, mungkin harus dipindahkan ke museum atau ke The National Film and Sound Archives," katanya.

"Pejabat di tingkat pemerintah harus mengambil alih koleksi iin karena ini adalah warisan nasional."

Sementara Natalie Perkins menunggu siapa yang mau membeli koleksi piringan hitam ayahnya tersebut, dia juga sudah membuat akun instagram The Ken Perkins Collection untuk mengabadikan semuanya.

Lihat artikelnya dalam bahasa Inggris di sini


(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed