DetikNews
Kamis 24 Mei 2018, 17:55 WIB

Maria Exposto Divonis Mati di Malaysia

Australia Plus ABC - detikNews
Maria Exposto Divonis Mati di Malaysia
Sydney -

Seorang nenek asal Sydney, New South Wales, Maria Exposto dinyatakan terbukti bersalah atas tuduhan perdagangan narkoba di Malaysia dan akan menghadapi hukuman mati.

Pengacara dari wanita berusia 54 tahun itu menegaskan bahwa putusan sebelumnya yang membebaskan kliennya telah dibatalkan dan mereka akan mengajukan banding ke Pengadilan Federal di Malaysia.

Permohonan banding ini akan menjadi jalan hukum terakhir untuk kasus ini.

"Dia orang yang luar biasa, dia kuat, sangat kuat," kata pengacara Tania Scivetti Sandu.

"Dia berkata kepada tim hukum kami 'Jangan khawatir, kalian semua telah berjuang sangat keras untuk saya.'

Menurut pengacaranya, tuduhan terbaru telah dikembalikan ke pasal awal yakni pasal perdagangan obat bius 39B yang memiliki ancaman hukuman mati wajib.

Pada Januari lalu, Maria Exposto sempat dibebaskan dengan jaminan setelah lolos dari hukuman mati akhir tahun lalu.

Dia tertangkap dengan 1,1 kilogram sabu di Bandara Internasional Kuala Lumpur dalam perjalanan dari Shanghai ke Melbourne pada tahun 2014.

Setelah tiga tahun di penjara, ia dinyatakan tidak bersalah atas perdagangan narkoba pada bulan Desember 2017, dengan Hakim Dato Ghazali menemukan Exposto ditipu untuk membawa narkoba dalam penipuan romantis.

Tapi Exposto tetap dalam tahanan karena jaksa berencana mengajukan banding.

Video Player failed to load. Lawyer says Australian grandmother cleared of drug trafficking in Malaysia
Lawyer says Australian grandmother cleared of drug trafficking in Malaysia (Indonesian )

Petugas bea cukai menemukan narkoba itu dijahit ke dalam lapisan tas yang telah diberikan kepadanya oleh seorang pacar online, seorang pria yang mengaku sebagai "Kapten Daniel Smith" dari Pasukan Khusus AS.

Hakim menemukan Maria Exposto benar-benar jatuh cinta pada pria itu, yang merayunya lebih dari dua tahun sebelum ia diterbangkan ke Shanghai dan menyerahkan tas berisi narkoba dan diminta untuk membawanya ke Australia.

Ibu empat anak itu sedang dalam perjalanan ke Melbourne dari Shanghai ketika narkoba itu ditemukan.

Dia tidak tahu narkoba itu ada di sana dan bahkan secara sukarela menyatakan bahwa tasnya dipindai melalui mesin X-ray bandara.

"Pengadilan percaya kesaksian Maria bahwa dia adalah seorang pembawa yang tidak bersalah," kata pengacara Exposto, Tan Sri Shafee Abdullah.

"Dia ditipu untuk membawa tas karena apa yang sekarang kita sebut penipuan internet, romansa internet."

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed