DetikNews
Rabu 23 Mei 2018, 11:12 WIB

Universitas Tasmania Beli Hotel Untuk Asrama Mahasiswa

Australia Plus ABC - detikNews
Universitas Tasmania Beli Hotel Untuk Asrama Mahasiswa
Tasmania -

Krisis akomodasi telah mendorong University of Tasmania (UTAS) membeli sebuah hotel bintang tiga di Kota Hobart untuk membantu menyediakan tempat tinggal yang terjangkau bagi mahasiswa.

Rektor UTAS Profesor Rufus Black hari Selasa (22/5/2018) mengumumkan pihaknya membeli Hotel Midcity yang memiliki 105 kamar.

Menurut rencana hotel itu akan menampung 140 mahasiswa begitu semester 2 dimulai pada bulan Juli.

Daya tampung hotel ini akan ditingkatkan menjadi 170 mahasiswa pada awal 2019 setelah dilakukan renovasi.

Data yang dirilis pada hari Rabu (23/5/2018) menunjukkan Hobart telah melampaui Sydney dalam masalah mahalnya harga sewa rumah.

Hal ini sejalan dengan terjadinya booming real estate di Tasmania selatan yang propertinya banyak dikuasai investor dan pendatang baru. Mereka menyerap pasokan rumah sewa yang sudah lebih dahulu menurun karena pertumbuhan Airbnb.

Ruangan di Midcity hotel, sekarang dimiliki oleh UTAS untuk akomodasi mahasiswa
Ruangan di Midcity hotel, sekarang dimiliki oleh UTAS untuk akomodasi mahasiswa (TripAdvisor Australia)

"Kami menyadari pasar perumahan yang ketat di Hobart dan dampaknya terhadap individu, keluarga, dan masyarakat luas," kata Profesor Black.

UTAS juga mengumumkan akan membangun komplek akomodasi senilai $ 70 juta yang dapat menampung 430 mahasiswa yang dijadwalkan selesai pada 2020.

Ditambah dengan Hobart Apartments yang baru selesai, penambahan Hotel Midcity ini diharapkan akan menghadirkan fasilitas lebih dari 1000 akomodasi mahasiswa UTAS di kawasan pusat bisnis.

Eksterior hotel Midcity Hobart
Pertama kali dibuka tahun 1970, Hotel Midcity dahulu dikenal sebagai tempat berkumpulnya petugas polisi. (TripAdvisor Australia)

Perubahan ekonomi Tasmania menjadikan negara bagian itu menduduki puncak peringkat untuk pertumbuhan populasi.

Kondisi ini menimbulkan masalah meningkatnya tunawisma yang ditandai kian banyaknya orang yang tinggal di tenda-tenda di sekitar kota.

Polisi juga terpaksa melakukan penertiban terhadap warga yang berkemah di luar gedung Parlemen.

Sebuah laporan bertajuk Angles Rental Anglicare Snapshot 2018 yang dirilis akhir April mengatakan perluasan Airbnb di Hobart, ditambah dengan meningkatnya jumlah wisatawan, merupakan faktor utama sulitnya akomodasi.

Daftar Airbnb untuk Hobart naik dari 2.874 ke 4.459 dalam 12 bulan hingga Februari 2018.

Mahasiiswa internasional yang terdaftar di UTAS terpaksa tinggal di hostel backpacker karena akomodasi universitas sudah penuh dan rumah sewa sangat sulit didapatkan.

Profesor Black mengatakan UTAS berkomitmen menyediakan infrastruktur dan layanan pendukung mahasiswa.

"Kami berkomitmen untuk menunaikan tanggung jawab kami untuk menghadapi tantangan yang kita hadapi bersama masyarakat Tasmania."

Rufus Black, incoming UTAS Vice Chancellor, in Hobart, November 10 2017
Professor Rufus Black mengatakan UTAS sangat peduli dengan dampak krisis sewa rumah terhadap individu, keluarga dan masyarakat. (ABC News: James Dunlevie)

Direktur Komunikasi UTAS Jason Purdie mengatakan universitas ini merupakan bagian dari kota dan masyarakat.

"Masyarakat kita menghadapi masalah penyediaan perumahan dan hal itu mempengaruhi individu dan keluarga," katanya.

Pembelian hotel itu, katanya, merupakan upaya mengatasi hal itu.

Purdie menolak menjelaskan nilai pembelian Hotel Midcity tersebut.

Properti UTAS kini mencakup sejumlah properti di CBD Hobart serta kompleks Institute of Marine and Antartic Studies dan kampus Sandy Bay.

Pada 2017, UTAS mengumumkan rencana untuk membangun kembali kampus Launceston, yang jejak situs Inveresknya lebih besar dari University of Melbourne.

Rencana senilai $ 260 juta ini, menurut mantan Rektor Profesor Peter Rathjen, akan menampung sekitar 16.000 mahasiswa.

Langkah ini dikritik sejumlah kalangan yang menilai dana sebesar itu lebih baik dibelanjakan untuk meningkatkan teknologi dan fasilitas yang ada.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed