DetikNews
Rabu 23 Mei 2018, 08:46 WIB

Ilmuwan Australia Ini Dijuluki 'Manusia Semut'

Australia Plus ABC - detikNews
Ilmuwan Australia Ini Dijuluki Manusia Semut
Canberra -

Sosoknya mungkin jauh dari karakter di salah satu film Marvel, tetapi Dr Alan Andersen yang dijuluki the "Ant Man" atau manusia semut - adalah superhero dalam bidang yang ditekuninya.

Dr Andersen menjadi fellow pertama dari Kawasan Utara (Northern Territory) yang terpilih menjadi anggota Akademi Sains Australia.

Dia dianggap sebagai salah satu ahli ekologi komunitas semut terkemuka di dunia dan mengabdikan hidupnya untuk mengungkap dunia tersembunyi satwa ini dan bahkan memiliki enam spesies berbeda yang menggunakan namanya.

"Orang akan kaget mendengar betapa pentingnya semut dalam kehidupan kita," ujarnya kepada ABC.

"Jika kita kumpulkan semua makhluk berjalan di bumi saat ini dan menimbang berat mereka, maka semut akan mewakili sekitar 30 persen dari keseluruhan berat," katanya seraya menambahkan semut memainkan peran ekologis sangat penting.

Bersama dengan tim peneliti di Darwin, Dr Andersen mengumpulkan satu koleksi semut terbesar di Australia - tepatnya sekitar 7.000.

Namun dari jumlah tersebut hanya 1.500 yang sudah berhasil "dijelaskan".

"Tim saya menemukan sekitar 300 spesies semut baru setiap tahun. Begitu banyak spesies semut Australia yang belum ditemukan. Kami menemukan spesies baru setiap saat," ujarnya.

Prestasi
Plug-head ant
Semut camponotus anderseni, atau dikenal juga dengan semut plug-head, dinamakan mengikuti nama Dr Andersen. (Supplied: Heinz Wiesbauer)

Kecintaan Dr Anderson yang diberi julukan "Manusia Semut" terhadap dunia satwa merayap ini tidak datang begitu saja.

Berawal dari menyukai spesies kadal dan ular, awalnya dia ditugaskan universitasnya untuk mempelajari kehidupan rahasia semut dan semua keanehan mereka.

"Saya punya sejumlah semut favorit, tetapi salah satunya adalah spesies yang dinamai sesuai nama saya," katanya.

"Kepalanya terlihat seperti gabus penyumbat botol. Mereka menggunakannya untuk memblokir pintu masuk sarang di hutan bakau tempat mereka tinggal," jelasnya.

"Pohon-pohon ini terendam setiap siklus pasang surut, sehingga sarang semut akan berada di bawah air untuk sebagian besar waktu."

Dr Andersen adalah salah satu dari 21 ilmuwan penerima penghargaan di Canberra pada hari Selasa (22/5/2018) atas kontribusi mereka terhadap sains.

Tapi penghargaan ini tidak membuatnya berpuas diri. Dia sudah menetapkan target untuk penemuan berikutnya.

"Seluruh kawasan ini sudah dieksplorasi untuk tanaman dan hewan menjadikannya tempat yang luar biasa untuk penemuan baru," katanya.

"Ini pencapaian mengagumkan untuk sains di NT, dan menjadi pengakuan bahwa para ilmuwan di kawasan ini berhasil menaklukkan keterbatasan kami."

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed