DetikNews
Selasa 22 Mei 2018, 16:59 WIB

Jumlah Migran Sementara di Australia Meningkat

Australia Plus ABC - detikNews
Jumlah Migran Sementara di Australia Meningkat
Canberra -

Jumlah migran tetap ke Australia yang rencananya akan dikurangi Pemerintah Australia ternyata tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan melejitnya pertumbuhan jumlah pendatang yang berstatus migran sementara.

Soal Menetap Permanen diAustraliaSoal Menetap Permanen di Australia
  • Ada tambahan 40 ribu orang di Australia yang memegang 'bridging visa' dibandingkan setahun lalu
  • Pemerintah Australia mengungkapkan rencananya untuk mengurangi jumlah migran permanen hingga 20 ribu orang tahun ini
  • Ada lebih dari 2,2 juta pemegang visa sementara di Australia, mencetak rekor tinggi

Jumlah orang yang kini memegang jenis 'bridging visa' telah mencapai angka tertinggi dalam sejarah. Visa jenis ini juga yang diberikan kepada sejumlah atlet dari ajang Commonwealth Games yang mencari suaka.

Pada akhir Maret 2018, tercatat 195.000 orang yang memegang 'bridging visa' di Australia, termasuk 37 ribu orang yang kewarganegaraannya tidak disebutkan secara spesifik.

Menurut data resmi Departemen Dalam Negeri Australia, angka ini naik lebih dari 40 ribu orang dibanding tahun lalu, dan hampir 90 ribu sejak tahun 2014.

Dengan jumlah ini berarti ada lebih dari 2,2 juta orang di Australia yang menggunakan visa sementara atau 'temporary visa'. Dan jumlah ini pun mencapai rekor tertinggi.

Jenis 'bridging visa' biasanya diberikan kepada para migran yang permohonan pengajuan izin tinggalnya sedang diproses saat ini.

Jonathan Granger, direktur Granger Australia yang juga mantan ketua nasional Migration Institute of Australia, menyatakan program migrasi di Australia "kacau".

"Sumber daya yang tersedia di departemen dibatasi setiap tahun oleh Pemerintah, namun Pemerintah menggulirkan agenda reformasi yang tidak dipikirkan dengan matang, yang memerlukan pengaturan transisi dan beberapa lapis pemrosesan terhadap aturan-aturan soal visa," katanya.

"Hasilnya adalah penundaan proses yang signifikan."

Berusaha mengurangi migrasi

Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull mengatakan pemerintahannya berencana untuk mengurangi jumlah migrasi permanen dari 190.000 orang per tahunnya, menjadi sekitar 170.000 tahun ini.

Tetapi angka ini tidaklah sebesar program visa sementara yang sudah dikeluarkan.

Pada tahun lalu ada tambahan 150.000 orang yang masuk ke Australia dengan visa sementara, termasuk lebih dari 33 ribu di antaranya adalah mahasiswa asing.

Banyak dari mereka, seperti pelajar, backpacker, dan pemegang 'bridging visa' memiliki izin kerja yang luas.

Jonathan percaya lonjakan dari 'bridging visa' kemungkinan disebabkan oleh kombinasi sejumlah faktor, termasuk lebih banyak permohonan karena perubahan program serta pengurangan sumber daya di departemen.

Tahun lalu, pemerintah telah melakukan perombakan untuk program migrasi sementara dan permanen.

Ia mengatakan waktu pemrosesan jenis visa-visa utama lebih memakan banyak waktu. Termasuk visa jenis utama yaitu visa untuk pekerja terampil sementara (sebelumnya memiliki kode 457), visa yang dinominasikan oleh perusahaan, dan visa pekerja terampil yang diajukan sendiri.

Seorang juru bicara Depdagri mengatakan waktu pemrosesan didorong oleh berbagai faktor termasuk:

  • volume permohonan yang diterima,
  • kelengkapan aplikasi,
  • seberapa cepat pelamar menanggapi setiap pertanyaan dari departemen, dan
  • kompleksitas penilaian dalam kaitannya dengan kesehatan, karakter dan persyaratan keamanan nasional.

"Depdagri memantau masukan, tren, dan waktu proses yang berfluktuasi setiap bulannya untuk mengidentifikasi masalah, peluang peningkatan proses, serta efisiensi layanan klien," katanya kepada ABC.

Misteri 37 ribu orang

Ledakan pemegang visa jenis 'bridging visa' disebabkan oleh komponen misterius 37.000 pemegang visa jenis tersebut yang kewarganegaraan mereka tidak diungkapkan oleh Depdagri.

Departemen ini menolak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kelompok pemegang visa tersebut.

Jonathan mengatakan perubahan-perubahan program dan kurangnya sumber daya berarti akan ada semakin banyak penolakan visa yang berakhir di Pengadilan Banding Administratif.

"Ini menghasilkan peningkatan yang signifikan dari penolakan yang tidak beralasan, dan transfer penundaan waktu, serta biaya ke Pengadilan Banding," katanya.

"Pengadilan Banding menghambur-hamburkan sumber dayanya yang mahal untuk memperkerjakan anggotanya untuk memutuskan masalah visa yang sederhana."

Waktu pemrosesan rata-rata di Pengadilan Banding Administratif untuk visa kerja sementara adalah 381 hari selama enam bulan terakhir, naik dari 286 untuk periode yang sama tahun lalu.

Seorang praktisi imigrasi Wayne Parcell mengatakan sangat sulit menentukan "penyebab" dari meningkatnya pemegang visa sementara tanpa informasi lebih lanjut.

"Lonjakan biaya permohonan dalam kategori visa yang berbeda, serta melihat jumlah visa yang ditolak, bisa menjadi alasan meningkatnya waktu pemrosesan di berbagai kategori visa," katanya.

Wayne mengatakan banyak dari kliennya sudah memegang 'bridging visa' kemudian dipaksa untuk mengajukan visa jenis lain jika hendak berpergian ke luar Australia untuk bisnis atau kunjungan keluarga. Hal ini menurut Wayne menciptakan beban administrasi tambahan pada departemen.

"Pengurangan jumlah 'bridging visa' mungkin bisa dilakukan jika fasilitas 'multiple entry' (bisa keluar masuk berkali-kali ke Australia) diberikan kepada semua pemohon yang secara sah sedang menunggu keputusan visa di Australia," katanya.

"Ini akan mengurangi upaya administratif bagi Depdagri dan meningkatkan pelayanan bagi klien."

Simak beritanya dalam bahasa Inggris di sini.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed