DetikNews
Kamis 15 Februari 2018, 13:53 WIB

Sun Loong, Naga Terpanjang di Dunia dari Australia

Australia Plus ABC - detikNews
Sun Loong, Naga Terpanjang di Dunia dari Australia Foto: ABC News
Victoria -

Sun Loong disebut-sebut sebagai naga jenis imperial terpanjang di dunia. Asal dragon ini dari budaya China tapi telah mendapatkan hati bagi banyak warga Bendigo, sebuah kota di negara bagian Victoria, Australia. Merayakan datangnya Tahun Baru China 2018, Sun Loong untuk pertama kalinya tampil di luar Bendigo, hari Minggu (11/02). Sun Loong tampil di kota Melbourne dan selanjutnya akan dipamerkan di Melbourne Museum selama dua minggu.

Naga yang dipajang di dalam Royal Exhibition Building, Melbourne
Sun Loong sepanjang 100 meter dengan 6.000 sisik pada tubuhnya, masing-masing terbuat dari kain sutera dengan total 9.000 kaca. (ABC News: Bang Xiao)


Lahir dari cara tradisional yang punah

Dan Beck adalah salah satu pembawa kepala Sun Loong saat naga melakukan pawai keliling. Tahun ini bisa jadi menjadi tahun terakhir bagi Dan untuk membawa kepala sang naga, sebelum Sun Loong berhenti tampil.

Pria berusia 44 tahun ini menceritakan bagaimana ia mulai tertarik dengan budaya China. Di saat berusia 7 tahun, ia melihat pawai tahunan perayaan Paskah di Bendigo yang menampilkan Sun Loong. Terkesan dengan penampilan Sun Loong dan barongsai, ia meminta kepada ibunya agar ia diajarkan tarian barongsai.

Sun Loong bukanlah naga biasa. Ia 'dilahirkan' dari tangan oleh Lo On Kee di tahun 1969. Lo adalah pembuat naga ternama di Hong Kong yang menggunakan cara-cara tradisional.

Foto seorang pria di sebelah naga
Dan Beck mulai belajar menari barongsai saat usianya 7 tahun setelah melihat parade perayaan Paskah. (ABC News: Bang Xiao)

Tidak seperti naga di negara-negara barat lainnya, Sun Loong adalah sosok naga yang digambarkan dalam budaya China berasal dari surga dan mampu terbang melewati awan dan hujan, yang mengairi tumbuh-tumbuhan.

Dengan panjang mencapai 100 meter, tubuh naga ini dilapisi 6.000 sisik yang terbuat dari kain sutera dengan total 90 ribu buah kaca yang dipotong dengan tangan.

Pawai menampilkan naga panjang dengan kerumunan penonton
Sun Loong saat berparade di acara Festival Bendigo menyambut Paskah. (Supplied)

Menurut Dan, membuat naga dengan cara tradisional seperti ini sudah jarang ditemukan di China sejak adanya Revolusi Budaya.

"Banyak contoh kerajinan membuat naga seperti ini hancur saat Revolusi Budaya di China, kita di Bendigo sangatlah beruntung bisa mempertahankan tradisi ini," ujar Dan.

Untuk berpawai, Sun Loong harus dibawa oleh 52 orang, termasuk Dan yang membawa dan mengangkat kepala sang naga, dengan berat mencapai 29 kilogram. Ia harus bergantian dengan lima orang lainnya untuk tugas membawa kepala ini.

Skip YouTube Video

FireFox NVDA users - To access the following content, press 'M' to enter the iFrame.

Tonton video Sun Loong, dragon terpanjang di dunia lewat saluran YouTube berikut ini.

Naga jenis imperial seperti Sun Loong, bukan satu-satunya yang ada di Museum Naga Emas di Bendigo.

Dan mengatakan, Sun Loong dibuat dengan cara yang sama dengan naga pertama yang dibawa ke Bendigo, bernama Loong. Loong diperkenalkan ke Australia oleh para penambang asal China saat negara bagian Victoria sedang mengalami masa kejayaan dari sektor pertambangan.

"Saat itu China masih berada di era kekaisaran. Jadi Loong adalah naga yang sah dari Dinasti Qing yang mewakili sosok kaisar, dengan memiliki lima cakar dan ribuan sisik terbuat dari kaca di tubuhnya," jelas Dan.

Sejak itu, keberadaan naga menjadi satu dari identitas terpenting kota kecil Bendigo dengan menampilkan pawai naga dan barongsai sudah ada sejak tahun 1890.

Kontribusi budaya China bagi Australia

Penampilan naga dalam pawai di Bendigo bukanlah untuk merayakan Tahun Baru Imlek. Menurut Anita Jack, General Manager Golden Museum Drago di Bendigo, naga tersebut malahan jadi bagian dari festival tahunan merayakan Paskah.

Festival ini juga menjadi festival terbesar yang digelar di kota Bendigo setiap tahunnya.

"Kembali ke abad ke-19, warga China memutuskan untuk menampilkan naga untuk perayaan Paskah dengan tujuan mengumpulkan uang untuk rumah sakit setempat dan rumah amal. Dengan cara ini mereka bisa berkontribusi bagi masyarakat, sekaligus budaya mereka diperingati oleh masyarakat luas," ujar Anita kepada ABC.

Naga panjang melintasi kerumunan
Sun Loong saat berpawai di Melbourne Museum, hari Minggu (11/02)

ABC News: Bang Xiao

Lebih dari seratus tahun kemudian, tradisi fenomenal ini terus berlanjut.

Dan mengatakan buyutnya datang ke Bendigo saat pertambangan emas sedang berada di masa kejayaan, dengan kebanyakan penambang berasal dari Jerman dan Inggris.

Kecintaan masyarakat terhadap Sun Loong terlihat saat baru-baru ini museum naga di Bendigo mencoba menggalang dana untuk mengganti Sun Loong yang sudah berusia 48 tahun dan rapuh.

Mereka mengumumkan kepada masyarakat soal butuh dana. Hasilnya, mereka berhasil menggalang lebih dari $750 ribu untuk mengganti Sun Loong. Selanjutnya museum akan melakukan upaya perlindungan dan mengganti Sun Loong dengan naga yang memiliki kualitas yang sama.

"Awalnya kita ragu, tapi setelah enam bulan kita mencapai target. Saya rasa ini menggambarkan apa arti naga ini bagi warga sekitar," ujar Dan.

"Bendigo secara keseluruhan mencintainya, ini adalah bagian dari identitas kita sebagai sebuah kota."

Seorang perempuan berdiri di depan naga
AnitaJack, general manager Golden Dragon Museum mengatakan naga disimpan dan dijaga dengan baik suhu dan lampunya.

ABC News: Bang Xiao

Salah satu partisipan yang sudah lama bergabung dalam pawai naga ini adalah Philip Masterson. Ia sudah bergabung dengan pawai naga dan barongsai selama 20 tahun. Dalam tujuh tahun terakhir ia membantu Xavier Middleton, seorang warga difabel yang bergabung dengan tim Sun Loong.

Sama seperti Dan, Xavier mulai belajar gerakan tarian dan akrobat barongsai saat ia masih kecil dan bertemu dengan banyak orang-orang yang membantu dirinya.

Tugas Xavier adalah membawa bendera Australia bersama Philip di depan barisan pawai bersama Sun Loong.

Untuk parade di Melbourne, dua saudara kembar berusia 7 tahun, Fletcher dan Darcy baru pertama kali bergabung bersama Sun Loong dengan membawa tiang bergambar simbol matahari dan bulan.

Vanessa Pearson, ibu dari saudara kembar tersebut mengatakan tarian naga adalah bagian terpenting bagi sejarah Bendigo dan terbuka bagi semua warga dari latar belakang yang berbeda untuk belajar dan bergabung.

Dan merasa ada banyak hal yang ia pelajari dengan bergabung bersama Sun Loong. Hal yang paling kuat ia pelajari adalah kerjasama antar tim dan masyarakat.

"Ini sangat luar biasa bagi kami, pelajaran terbesar adalah kita bekerja bersama sekelompok orang yang memiliki tujuan yang sama. Inilah yang diajarkan oleh naga ini. Ini bukanlah mitos, tapi ini yang terjadi," kata

Tahun Baru China Rayakan Keberagaman
Seorang perempuan yang menggendong anjingnya
Janette Thorburn, salah satu warga yang menonton pawai perayaan Tahun Baru Anjing di Melbourne dan membawa anjingnya.

ABC News: Bang Xiao

Sun Loong sedang dipamerkan di Melbourne Museum sebagai bagian dari perayaan Tahun Baru Imlek, mulai hari Minggu (11/02).

Direktur Eksekutif Museum Victoria, Lynley Marshall mengatakan menjadi kesempatan yang luar biasa untuk memamerkan naga kepada warga Melbourne, di saat perayaan tahun baru China yang juga menjadi bentuk dari keberagaman budaya.

"Kita berencana untuk menggelar banyak kegiatan yang merefleksikan keberagaman budaya dari kota ini. Inilah yang membuat kota Melbourne dan negara bagian Victoria sangat spesial di Australia dan di dunia."

Seorang pria mengangkat kepala barongsai
Shan Watts telah belajar membawakan barongsai sejak usianya 7 tahun sejak ia berusia 14 tahun.

Warga asal Melbourne, Janette Thorburn, yang datang ke parade di Melbourne Museum bersama pasangan dan anjingnya mengaku mendapat pengalaman luar biasa dengan apa yang dilihatnya, terutama saat melihat interaksi kerumunan.

"Dengan dipamerkan di Melbourne Museum ini akan membuat lebih banyak orang yang melihatnya. Luar biasa juga karena mereka membiarkan naga keluar, sangat berharga," ujar Janette.

Sementara Wakil Konsul Jenderal China di Melbourne, Zeng Jianhua mengatakan sangat berkesan dengan pengalaman melihat tradisi negaranya di Melbourne.

"Kebudayaan China adalah kebudayaan kuno yang bisa diteruskan kepada siapapun yang mencintainya. Saya kagum naga dan barongsai banyak dibawakan oleh warga Australia. Ini luar biasa," ujarnya.


(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed