DetikNews
Senin 12 Februari 2018, 18:03 WIB

Biaya Telekomunikasi Warga Australia Selatan Lebihi Tagihan Listrik

Australia Plus ABC - detikNews
Biaya Telekomunikasi Warga Australia Selatan Lebihi Tagihan Listrik
Adelaide -

Australia Selatan mungkin memiliki tarif listrik paling mahal di seluruh Australia, tapi ternyata sektor komunikasi-lah yang mendominasi anggarannya.

Poin utama:
  • Laporan tersebut menemukan, orang-orang di Adelaide menghabiskan rata-rata $ 50,97 (atau setara Rp 510 ribu) per minggu untuk telekomunikasi
  • Penduduk di pedalaman menghabiskan rata-rata $ 38,72 (atau setara Rp 390 ribu)
  • Sekitar 22 persen rumah tangga di pedalaman tidak mengakses internet di rumah - termasuk melalui telepon genggam
  • Di Adelaide, 15,5 persen penduduk tidak mengakses internet dari rumah

Sebuah laporan baru oleh Dewan Layanan Sosial Australia Selatan (SACOSS) telah menemukan bahwa walaupun tarif telekomunikasi turun secara riil selama 14 tahun terakhir, rata-rata rumah tangga sekarang menghabiskan lebih banyak untuk layanan tersebut.

Organisasi kesejahteraan itu menemukan, orang-orang di Adelaide menghabiskan rata-rata $ 50,97 per minggu (atau setara Rp 510 ribu) untuk telekomunikasi, sementara penduduk di pedalaman menghabiskan rata-rata $ 38,72 (atau setara Rp 390 ribu).

Nijole Naujokas, yang merupakan mahasiswa dengan tunjangan dari Newstart (tunjangan untuk warga tak berpenghasilan), mengatakan bahwa sungguh sulit ketika orang mengira ia memiliki akses langsung ke internet atau kredit yang tersedia di ponselnya.

"Mengatakan kepada orang-orang 'Oh, coba buka internet saja' sebenarnya sangat mencerminkan ketidakpedulian dalam banyak hal karena Anda berasumsi bahwa setiap orang memiliki akses yang sama - tidak semua orang begitu," ujarnya.

CEO SACOSS, Ross Womersley, mengatakan bahwa permintaan untuk memiliki akses komunikasi yang memadai sangat sulit bagi banyak keluarga berpenghasilan rendah.

"Belanja telekomunikasi hampir tiga kali berdampak pada anggaran rumah tangga untuk rumah tangga berpendapatan rendah daripada yang ada di kelompok berpenghasilan tertinggi," sebutnya.

"Itu sungguh mencerminkan perbedaan dalam daya beli." Womersley mengatakan bahwa masyarakat pedalaman membutuhkan lebih banyak dukungan untuk membantu mereka mengejar ketertinggalan.

"Teknologi digital menawarkan potensi untuk mengatasi beberapa hambatan jarak," kata Womersley.

"[Ini menawarkan] akses yang lebih dekat ke pasar, informasi, layanan pemerintah dan perdagangan daring, dan juga membuat warga lebih mudah terhubung dengan teman dan masyarakat yang mungkin berjarak beberapa kilometer jauhnya."

Internet masih tak terjangkau bagi beberapa warga Australia Selatan

Sekitar 22 persen rumah tangga pedalaman tidak mengakses internet di rumah - termasuk melalui telepon genggam.

Di Adelaide, 15,5 persen penduduk tidak mengakses internet dari rumah. SACOSS telah mengatakan bahwa pihaknya menginginkan agar isu tersebut menjadi fokus utama Pemilu negara bagian yang akan datang.

SACOSS mendesak partai-partai besar untuk berkomitmen pada 'rencana inklusi digital di seluruh negara bagian' atau memasukkan kebijakan untuk mengatasi inklusi digital, menyediakan koneksi wi-fi gratis untuk area yang tak terakses secara digital dan memberikan akses gratis ke situs Pemerintah Negara Bagian sehingga orang tidak harus membayar untuk mengakses informasi dan layanan dasar pemerintah.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.




(nvc/nvc)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed