DetikNews
Rabu 24 Januari 2018, 14:04 WIB

Aksi Mogok Pekerja Kereta Sydney Berlanjut, Jadwal Diprediksi Kacau

Australia Plus ABC - detikNews
Aksi Mogok Pekerja Kereta Sydney Berlanjut, Jadwal Diprediksi Kacau
Sydney -

Para pekerja kereta di Sydney telah memilih untuk terus melakukan pemogokan selama 24 jam pada hari Senin (29/1/2018), langkah yang diperkirakan memiliki konsekuensi runyam bagi para penumpang kereta di kota terbesar di Australia ini.

Poin utama:

• Jadwal kereta api Sydney akan berkurang secara signifikan mulai Kamis (25/1/2018)

• Gangguan utama akan terjadi pada hari Senin (29/1/2018), saat pekerja melakukan pemogokan 24 jam

• Perusahaan kereta 'Sydney Trains' telah terganggu oleh berbagai macam hal dalam dua bulan terakhir

Kurang dari 6 persen dari 6000 anggota Serikat Pekerja Kereta, Trem dan Bus (RTBU) di negara bagian New South Wales (NSW) memilih untuk membatalkan aksi mogok dalam sebuah jajak pendapat lewat pesan teks.

Aksi mogok itu akan dimulai pada hari Kamis (25/1/2018), ketika para pekerja memberlakukan larangan lembur, yang berarti jadwal akan berkurang secara signifikan.

Pemerintah NSW telah melakukan tindakan hukum baru untuk menghentikan pemogokan tersebut, melalui sidang di lembaga Fair Work pada hari Rabu (24/1/2018) pukul 15:00 waktu setempat.

Serikat pekerja tersebut telah terlibat dalam negosiasi dengan perusahaan kereta 'Sydney Trains' dan Pemerintah NSW selama sekitar dua minggu.

Mereka menolak tawaran pembayaran pekan lalu, namun negosiasi pada hari Selasa (23/1/2018) menghasilkan penawaran baru, yang kemudian dipilih anggota.

Kekacauan diperkirakan terjadi

Alex Claassens, sekretaris RTBU di NSW, mengatakan bahwa para anggotanya frustrasi.

"Sayangnya, para anggota saya telah memutuskan bahwa tawaran yang diberikan sama sekali tidak cukup baik dan aksi mogok kami akan berlanjut sehingga larangan lembur akan dimulai besok (Kamis 25 Januari) dan kami juga akan beraksi pada hari Senin (29/1/2018) seperti yang kami bicarakan," jelasnya.

"Kami telah mengatakan selama ini bahwa kami meminta Menteri untuk berunding dan memberi beberapa tawaran nyata, sehingga anggota kami benar-benar frustrasi dengan semua hal yang telah terjadi."

"Saya pikir kita semua tahu bahwa sumber masalahnya adalah pengenalan jadwal [baru]."

Claassens mengatakan bahwa bisnis seharusnya mengizinkan karyawan mereka untuk tidak bekerja pada hari Kamis (25/1/2018) dan Senin (29/1/2018), karena adanya gangguan.

"Kami sekarang sampai pada situasi di mana berdasarkan kenyataan ada beberapa pekerja kereta api akan mogok kerja, mereka semua memprediksi kekacauan besok (Kamis 25 Jnauari)," kata Claassens.

Integritas jajak pendapat via pesan teks dari serikat pekerja telah dipertanyakan, dengan beberapa anggota mengeluh mereka tidak menerima pesan.

Claassens mengakui sistem itu tidak ideal, namun mengatakan bahwa itu adalah metode terbaik untuk melakukan jajak pendapat.

Sejumlah anggota yang menjawab "Ya" ingin membatalkan aksinya, sementara mereka yang tidak menanggapi dihitung mendukung aksi mogok tersebut. "Tidak" bukanlah pilihan.

Layar di stasiun Central memeringatkan penundaan jadwal yang signifikan dari hari Kamis (25/1/2018).
Layar di stasiun Central memeringatkan penundaan jadwal yang signifikan dari hari Kamis (25/1/2018). (ABC News: Taryn Southcombe)

Kekacauan jadwal kereta berbulan-bulan

Diskusi sedang dijalankan di tengah beberapa kekacauan jadwal kereta api Sydney sejak jadwal baru diluncurkan pada bulan November.

Pada tanggal 10 Desember, jam puncak malam berubah menjadi kekacauan setelah adanya pembatalan di jalur kereta, dengan para penumpang di stasiun pusat kota yang sibuk, yakni Town Hall dan Wynyard, disarankan untuk berjalan ke stasiun Central, Museum, St James atau Martin Place.

Disfungsi kereta api mencapai klimaks pada 9 Januari ketika jaringan kereta City Harbor terganggu oleh penundaan dan pembatalan yang meluas, stasiun dan gerbong yang penuh sesak.

Para penumpang mengeluh tentang perjalanan berjam-jam lebih lama dari biasanya dan platform ditutup di beberapa stasiun, sementara Pemimpin Oposisi NSW, Luke Foley, menggambarkan kondisi ini sebagai "dunia ketiga" (negara berkembang).

Lonjakan cuti sakit yang tak terduga, ditambah dengan jadwal baru dan kondisi badai telah dituding sebagai sebab atas situasi tersebut, yang dijelaskan oleh Menteri Transportasi NSW, Andrew Constance, sebagai "kehendak Tuhan".

Awal pekan ini, 16 orang dibawa ke rumah sakit setelah sebuah kereta menabrak sebuah penghalang di Stasiun Richmond di barat utara Sydney, saat gagal melambat.

Kejadian itu telah memicu tiga penyelidikan terpisah.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed