DetikNews
Senin 22 Januari 2018, 06:20 WIB

Pencarian Kedua MH370 akan Dimulai Pekan Ini

Australia Plus ABC - detikNews
Pencarian Kedua MH370 akan Dimulai Pekan Ini
Jakarta -

Blaine Gibson, penyelidik pribadi kecelakaan pesawat MH370 yang tengah sibuk mencari puing-puing pesawat milik maskapai Malaysia Airline yang hilang itu sangat optimistis meyakini kalau pesawat tersebut akan ditemukan. Seiring dengan sebuah upaya pencarian pribadi baru yang akan dimulai di Samudra Hindia bagian selatan.

Blaine Gibson telah menghabiskan banyak waktu luangnya selama tiga tahun terakhir untuk mencari puing-puing dari pesawat yang hilang tersebut, di pulau-pulau terpencil di Samudera Hindia, pantai timur Afrika dan bahkan di Australia.

Apa yang telah ditemukannya dan nyatanya ia tidak temukan - dapat membantu memecahkan misteri tersebut, hampir empat tahun setelah MH370 menghilang dari radar pada penerbangan rutin mereka dari Kuala Lumpur ke Beijing.

Blaine Gibson, bersama dengan penduduk pulau dan nelayan setempat, bersama-sama telah menemukan setidaknya 20 buah reruntuhan yang telah dikonfirmasi atau dianggap kemungkinan besar berasal dari pesawat yang hilang, di antaranya bagian dari sayap kanan pesawat (flaperon), flap kanan pesawat dan flap outbourd bagian kanan.

Puing-puing inilah yang membantu CSIRO menentukan zona pencarian baru sekitar 35 derajat ke selatan - tepat di utara daerah yang telah dilakukan pencarian sebelumnya - dengan memetakan setiap potongan puing dan memeriksa arus Samudera Hindia untuk melacak dari mana asalnya.

Ahli kelautan percaya bahwa jika pesawat itu jatuh lebih jauh ke arah selatan seharusnya puing-puing itu akan kembali terbawa arus ke Australia.

Peta busur ke-7 di Samudra Hindia bagian selatan
Bukti menunjuk pada kecelakaan yang berada di dekat busur ketujuh.

Disertakan: Geoscience Australia

Tapi Blaine Gibson, yang mencari puing-puing MH370 di sejumlah pantai di Australia Barat dan di Tasmania, mengatakan bahwa dia tidak pernah menemukan apa-apa.

"Saya telah melakukan pencarian ke pantai Australia Barat dan tidak menemukan apa-apa," katanya.

"Saya mencari puing-puing di Tasmania. Saya bertemu orang-orang yang telah mencari puing-puing di Tasmania, dan tak seorang pun dari kami menemukan sesuatu.

"Dan fakta bahwa tidak ada puing sama sekali yang berhasil ditemukan selama ini di Australia maupun Tasmania [namun banyak puing ditemukan di Afrika] membuktikan lokasi kecelakaan berada di 36 derajat arah utara di bagian selatan di sebelah utara dari tempat mereka sebelumnya melakukan pencarian."

Sebagian besar dari apa yang ditemukan Blaine Gibson di Madagaskar, Mozambik, dan di pulau-pulau di lepas pantai timur Afrika, adalah barang-barang pribadi - tas, sepatu, potongan pakaian - tidak ada satupun dari barang-barang itu yang dikonfirmasi memang berasal dari penerbangan MH370.

Namun dia mengatakan beberapa dari barang-barang yang ditemukan itu telah dicocokan dengan tas dan sepatu yang terlihat di rekaman CCTV saat para penumpang MH370 menaiki pesawat mereka di Kuala Lumpur.

"Tidak satupun dari temuan itu yang dapat dilacak secara positif ke pesawat.Tidak ada tanda pengenal bagasi, paspor, kartu identitas, hal seperti itu, namun beberapa dari mereka cocok dengan gambar dari video CCTV orang-orang yang naik ke pesawat," kata Gibson.

Kemungkinan barang-barang pribadi dari penumpang MH370 ditemukan di Madagaskar
Sebuah tas laptop ditemukan baru-baru ini di Madagascar.

Aircrash Support Group Australia: Blaine Gibson

Puing-puing barang-barang pribadi itu sudah lama diserahkan kepada pihak berwenang di Malaysia yang belum pernah mengkonfirmasi apapun kalau temuan itu dari MH370.

Namun sebuah kelompok di Australia yang mewakili keluarga korban kecelakaan pesawat MH370 telah mengunggah foto-foto barang-barang pribadi yang ditemukan sejak 2015 di Madagaskar, Mozambik, Mauritius dan pulau-pulau lainnya, dengan harapan sanak keluarga akan mengenalinya.

'Potongan puing yang sangat penting'

Blaine Gibson mengatakan bahwa barang yang paling membuat dia tersentuh adalah monitor televisi yang dia temukan di Pantai Riake di Madagaskar, yang jelas-jelas berasal dari sandaran kursi pesawat.

"Itulah yang paling menyentuh saya, itulah yang membuat saya menitikan air mata dan menghancurkan hati saya, karena itu adalah kerangka dari layar TV di sandaran kursi di depan Anda ... yang dilihat oleh semua orang, dan semua orang mengenalinya. "

Blaine Gibson mengatakan monitor TV itu - jika memang berasal dari MH370 - adalah "potongan puing yang sangat signifikan" karena ini menyangkal teori bahwa pesawat itu masih dalam keadaan utuk ketika tercebur ke laut.

"Ini membuktikan bahwa badan pesawat, kabin utama, telah hancur akibat benturan. Badan pesawat tidak seperti yang diklaim beberapa orang masih dalam keadaan utuh di bawah air. Tapi badan pesawat itu telah hancur akibat benturan.

"Banyak potongannya sudah ditemukan, tapi yang gambaran yang paling emosional, adalah kerangka dari monitor tv di sandaran kursi di depan."

Terlepas dari upayanya selama bertahun-tahun melakukan pencarian, Blaine Gibson mengaku dirinya tidak memiliki teori pribadi mengapa penerbangan MH370 bisa menghilang.

Blaine memegang kerangka monitor TV
Blaine Gibson memegang kerangka monitor yang ditemukan di Riake Beach di Madagascar.

Supplied: Blaine Gibson

Namun dia mengatakan jangkauan dan jumlah puing-puing yang ditemukan membantah teori bahwa pilot sengaja menabrakkan pesawat tersebut dalam upaya melakukan aksi bunuh diri.

"Teori awal yang menjelaskan musnahnya pesawat MH370 milik Malaysia Airlines selamanya adalah 'teori pesawat jatuh karena dikendalikan oleh pilot yang melakukan aksi bunuh diri - bahwa entah bagaimana pilot tersebut memutuskan bahwa dia akan membunuh semua orang di pesawat, menghempaskan pesawat terbang itu dan menenggelamkannya dan menciptakan sebuah misteri besar, " dia berkata.

"Saya dapat mengatakan secara kategoris, sama sekali, kalau hal itu tidak terjadi. Teori itu sama sekali tidak terbukti dengan bukti-bukti menunjukan demikian: kita tahu bahwa kabin utama, badan pesawat tidak utuh masuk dan berada di bawah air, tapi hancur akibat benturan.

"Juga, bagian flap sayap ... sudah ditarik kembali, tidak sedang dikembangkan, yang sudah diperiksa oleh Boeing, dan telah kembali diperiksa oleh ATSB, dan mereka telah menyimpulkan bahwa pesawat tersebut berada dalam posisi dimasukan kedalam dalam pertengahan penerbangan, tidak dalam posisi pendaratan.

"Jadi tidak ada luncuran pesawat yang terkontrol, kapal masuk ke air dalam kondisi utuh. Itu tidak terjadi."

Pencarian baru dimulai di perairan Australia Barat (WA)

Sebuah perusahaan swasta berbasis di Texas, AS, Ocean Infinity akan memulai pencarian selama 90 hari dari zona pencarian baru yang diusulkan, dimulai sejak Senin (22/1/2018).

Pencarian ini akan menggunakan delapan pesawat tak berawak di bawah air untuk memindai dasar laut, di daerah dengan kedalalam hampir 5km

Pencarian MH370
Serpihan dari pesawat Boeing yang hilang telah ditemukan tapi pencarian sebelumnya telah gagal menemukan keseluruhan pesawat itu.

Reuters: Andrew Winning, file

Kapal Seabed Constructor yang akan melakukan pencarian tersebut diharapkan akan tiba di zona pencarian hari ini.

Jika kapal itu berhasil menemukan bangkai pesawat MH370 dan/atau kotak hitamnya - Ocean Infinity akan menerima pembayaran antara $ 20 juta (Rp266 miliar) dan US $ 70 juta (Rp932 miliar) dari Pemerintah Malaysia. Jika gagal maka tidak akan menerima pembayaran sama sekali.

"Saya yakin dengan tegas bahwa misteri ini akan dipecahkan," kata Blaine Gibson.

"Pada akhirnya kita akan tahu apa yang terjadi di pesawat. Dan itu mungkin akan segera terjadi.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.




(jor/jor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed