DetikNews
Jumat 19 Januari 2018, 09:53 WIB

Suhu Sejumlah Tempat Australia Akan Capai di Atas 40 Derajat Celsius

Australia Plus ABC - detikNews
Suhu Sejumlah Tempat Australia Akan Capai di Atas 40 Derajat Celsius
Melbourne -

Australia diperkirakan akan mengalami cuaca panas dan kering sejak hari Jumat (19/01/2018) hingga akhir pekan. Perkiraan ini juga menjadi peringatan bahaya kebakaran hutan di beberapa negara bagian.

Larangan menyalakan api sudah diberlakukan di beberapa bagian, seperti Australia Selatan, Victoria dan New South Wales, dengan perkiraan gelombang panas oleh Biro Meteorologi (BOM).

Mulai hari Sabtu (20/01) negara bagian Australia Selatan bisa sedikit lega dengan keadaan cuaca, tapi kondisinya akan memburuk di New South Wales pada akhir pekan.

NewSouthWales

Sydney akan diterpa gelombang panas lain, dua minggu setelah stasiun cuaca mencatat suhu tertinggi di kawasan Penrith dalam 79 tahun terakhir.

Bahaya kebakaran parah telah dikeluarkan di negara bagian New South Wales, termasuk Sydney, Hunter, Central Ranges, North Western, dan Northern Slopes.

Ada sekitar 20 kebakaran di negara bagian ini, 10 diantaranya tidak terkendali. Tidak ada ancaman bagi keselamatan jiwa atau properti dari kebakaran saat ini.

Greg Allan dari pemadam kebakaran kawasan pedesaan, atau 'Rural Fire Service' mengatakan petugas pemadam sudah siaga dengan suhu di Western Sydney yang diperkirakan mencapai 40C.

"Sebagian besar hari kita lihat akan mengalami suhu tinggi, kondisi kering panas sampai ke akhir pekan," katanya.

"Jadi dalam beberapa hari ke depan, penting bagi petugas pemadam kebakaran untuk berjaga dan bersiap-siap, warga melakukan apa yang mereka bisa setelah mengetahui tingkat bahaya kebakaran, serta membuat rencana untuk bisa bertahan dan membahasnya."

Victoria

Seorang pria berendam di laut.
Sejumlah wargaMelbourne pergi ke pantai untuk mencegah kepanasan. (ABCNews:ChrisSoness)

Negara bagian ini diperkirakan akan mengalami panas sejak Jumat (19/01), dengan beberapa kawasan seperti Wimmera dan Mallee akan berada di pertengahan 40an, dan ibukota Melbourne diperkirakan mencapai 42 derajat celcius di tengah hari.

Sejumlah kebakaran terjadi di beberapa kawasan, namun hingga saat ini tidak ada ancaman bagi warga.

Stephen King dari Biro Meteorologi mengatakan suhu akan turun di selatan Victoria sekitar pukul 4 dan 5 sore.

"Di pagi hari sudah mencapai 30 derajat, mungkin sekitar pukul 9 pagi. Kemudian melonjak hingga 40 derajat setelah jam makan siang, tapi kabar baiknya ada perubahan yang terjadi," katanya.

"Bagian selatan Victoria akan mengalami penurunan suhu malam ini, jadi kita akan kembali tidur dengan lebih nyaman di suhu 19 derajat di Melbourne."

Suhu diperkirakan akan berlanjut naik di akhir pekan hingga mencapai 30-an.

Namun, bagian utara Victoria, terutama di Mildura, diperkirakan akan melewati 40 derajat Celsius.

Komisaris Manajemen Darurat Victoria, Craig Lapsley memperingatkan agar warga bersiap, terutama soal pemadaman listrik.

"Pesan utama hari ini adalah soal panas, api, dan keamanan di perairan. Hari ini adalah soal keselamatan. Jadi terserah apa yang mereka lakukan asalkan ingat tiga hal tadi," katanya.

"Dan kemudian yang perlu dipikirkan adalah apa yang terjadi jika tidak ada listrik?"

"Di hari-hari yang panas seperti ini, ada kemungkinan listrik akan mengalami penurunan, atau karena kebakaran atau apapun, jadi ini menjadi hari dimana Anda harus memikirkan dampaknya bagi Anda dan keluarga, apa yang akan lakukan dan di mana."

Seorang pria mengguyurkan air dari botol minum ke wajahnya.
PetenisGaelMonfils mengatakan cuaca telah membuat kesulitan bagi para pemain di turnamen AustraliaOpen (AP:AndyBrownbill)

Suhu panas ekstrem juga akan membuat pemain tenis dunia di turnamen Australia Terbuka lebih berupaya maksimal, dengan suhu di lapangan mencapai 69 derajat saat pertandingan antara Novak Djokovic dan Gael Monfils.

Djokovic menggambarkan suhu saat itu sebagai "kebrutalan", sementara Monfils mengatakan bermain di suhu seperti itu beresiko.

Tapi berbeda dengan Roger Federer yang mengatakan kepada wartawan jika ia "tidak bisa mengeluh" karena tahu saat datang ke Australia, panasnya "terkadang bermasalah".

Australia Selatan

Seorang pria di atas sepeda dengan tangan kanannya memegang dadanya.
Pesepeda asalAustraia,CalebEwan (kiri) setelah mencapai garisfinish di hari ketigaTourDownUnder. (AAP: DanPeled)

Australia Selatan juga mengalami panas ekstrim dan bahaya kebakaran degan suhu yang diperkirakan mencapai diatas 40 derajat Celcius, setelah mencapai puncaknya 41C hari Kamis (18/01) dan 38C pada hari Rabu. (17/01).

Tapi akhir pekan ini akan menurun, karena suhu mulai kembali ke pertengahan 30an.

Relawan dari 'State Emergency Service' akan membagi-bagikan air di bandara Adelaide serta memberikan saran kepada para turis internasional soal bagaimana mengatasi cuaca yang ekstrem.

Suhu panas terpaksa telah mengubah jadwal balapan sepeda 'Tour Down Under', dimana hari ketiga, yakni di hari Kamis (18/01) jadwal diperpendek dan di hari ke empat dimulai satu jam sebelumnya.

Acara komunitas yang menarik ribuan pesepeda amatir tersebut juga dibatalkan pada hari Jumat (19/01).

Sementara itu, Dr Roger Dargaville, pakar energi dari Monash University, telah memperkirakan Australia Selatan semakin mendekati puncak permintaan listrik hari Jumat.

"Kapasitas total mencapai 3.000 megawatt dan hari ini mencapi 2.700, jadi semakin dekat," katanya.

Namun sejumlah tindakan telah diupayakan untuk mencegah pemadaman di seluruh negara bagian, seperti yang pernah dialami di tahun 2016.

Kawasan Ibukota Australia (ACT) Sejumlah orang sedang berada di dalam air
Warga sedang berenang di kawasan perairanCausarinaSands,ACT. (ABCNews:GregNelson)

Warga Canberra juga mengalami kepanasan selama lima hari terkahir, dengan cuaca meningkat di atas 35 derajat Celsius.

BOM memperkirakan suhu akan mencapai 38 derajat Celsius hari Jumat, Sabtu dan Senin, sementara di hari Minggu cuaca sedikit menurun di atas 37 derajat.

Tasmania

Sebagian Tasmania diperkirakan akan mencapai 38 derajat Celsius pada hari Jumat, yang merupakan suhu tertinggi di negara bagian tersebut dalam lebih dari dua tahun.

Biro mengatakan kota-kota seperti St Helens, Fingal dan St Marys mencapai 36 derajat Celsius dan 2 derajat lebih panas di daerah sekitarnya.

Rachel McInerney, dari BOM mengatakan Tasmania belum pernah mengalami cuaca sepanas itu sejak Desember 2015.

"Larangan menyalakan api telah diumumkan untuk sebagian besar wilayah Tasmania, dengan bahaya kebakaran mulai dari yang paling tinggi sampai yang parah. Pihak berwenang juga bersiap menghadapi ancaman sambaran petir."

Simak laporannya dalam bahasa Inggris disini.


(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed