DetikNews
Rabu 03 Januari 2018, 13:00 WIB

Kekosongan Posisi Dubes AS di Australia Bisa Rusak Hubungan

Australia Plus ABC - detikNews
Kekosongan Posisi Dubes AS di Australia Bisa Rusak Hubungan
Canberra -

Mantan wakil perdana menteri Australia, Tim Fischer mengkritik kegagalan pemerintahan Trump untuk menunjuk duta besar Amerika Serikat yang baru ke Australia. Ia mengatakan penundaan penunjukan duta besar AS bisa merusak persekutuan dengan Australia yang sudah berjalan lama.

Kekosongan Posisi Dubes AS di Australia
  • Tim Fischer, mantan wakil PM mengatakan kegagalan memilih duta besar AS di Australia akan merusak hubungan kedua negara.
  • Pemerintahan Presiden Trump telah meninggalkan sejumlah posisi duta besar kosong
  • Komandan militer AS di Kepulauan Pasifik dilaporkan telah ditawari menjadi dubes AS di Australia

Sejak September 2016, Amerika Serikat tidak memiliki duta besar di Australia dan Tim mengatakan penangguhan yang lama ini "tidak bisa diterima" dan bisa dikatakan menjadi sebuah "penghinaan diplomatik".

Meskipun ada pujian untuk James Caruso, pejabat pelaksana untuk jabatan Charge D'Affaires karena tidak ada duta besar penuh waktu, ada kekhawatiran kekosongan posisi tersebut menambah performa hubungan diplomatik yang sudah tegang.

"Kami memiliki kesepakatan soal pengungsi awal tahun lalu dan sekarang keterlibatan Alexander Downer [soal pengaruh Russia dan pemilihan presiden AS] jadi jelas Australia tidak berada di urutan paling bawah Amerika Serikat, tapi berada hampir di bawah," ujar Tim kepada program AM dari ABC Radio.

Foto seorang pria menggunakan jas dan sedang berbicara
PM Turnbulll bersikeras hubungan AS dan Australia masih kuat. (ABC News: Marco Catalano)


Hari Senin (1/01/2018) Perdana Menteri Malcolm Turnbull dengan cepat menepis kekhawatiran soal kosongnya jabatan Duta Besar AS di Australia. Ia mengatakan penugasan diplomatik sering ditunda saat sebuah pemerintahan baru terpilih.

"Hubungan ini dalam kondisi prima dan hubungan antara Australia dan Amerika Serikat sangat beragam, banyak jumlahnya, begitu kuat, dan memang, hubungan kami lewat Departemen Luar Negeri sangat baik juga," kata PM Turnbull.

"Jadi, ini bukan masalah."

Pemerintahan Presiden Trump telah meninggalkan beberapa jabatan penting dalam daftar duta besar sejak lama.

Misalnya, pernah tidak ada duta besar AS di Korea Selatan selama beberapa bulan meskipun ada kerja sama militer dan diplomatik tingkat tinggi dengan Amerika Serikat.

PM Turnbull akan mengunjungi Washington DC dengan para pemimpin bisnis Australia dalam beberapa bulan mendatang.

Laksamana besar dilaporkan ditawari posisi

Pelaksana pemimpin oposisi, Tanya Plibersek tidak setuju dengan pernyataan PM Turnbull. Hari Rabu (3/01/2018), ia mengatakan khawatir soal hubungan diplomatik AS dengan Australia bukanlah prioritas tinggi untuk pemerintahan Trump.

Tim mengakui kekosongan diplomatik tersebut tidak mencerminkan kekuatan hubungan Australia yang lebih luas dengan AS, dibuktikan dengan kunjungan Presiden Wakil Presiden AS, Mike Pence tahun lalu.

Seorang pria sedang berbicara dengan microphone dan menggunakan seragam militer
Komando Militer AS di Kepulauan Pasifik, Admiral Harry Harris. (Reuters: Yuri Gripas)


Ia mengatakan tidak mungkin seorang duta besar akan diumumkan dalam waktu tiga bulan ke depan.

Komandan tertinggi militer Amerika di Pasifik, Harry Harris, pernah disebut-sebut akan mendapat posisi pada bulan Agustus lalu dan ia mengatakan kepada warga Australia sebulan kemudian jika itu akan menjadi "pekerjaan yang baik".

The Washington Post melaporkan akhir tahun lalu Admiral Harris, yang bertemu dengan PM Turnbull di New York pada bulan Mei, telah ditawari pekerjaan tersebut.

Posisi militer Admiral Harris diperkirakan akan berakhir sekitar tahun 2018.

Simak laporannya dalam bahasa Inggris disini.




(nvc/nvc)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed