DetikNews
Selasa 12 Desember 2017, 14:17 WIB

Makan Siang dengan Politikus Australia, Bayar Rp 550 Juta

Australia Plus ABC - detikNews
Makan Siang dengan Politikus Australia, Bayar Rp 550 Juta
Canberra -

Pengusaha China Huang Xiangmo membayar AUS$ 55.000 (sekitar Rp 550 juta) untuk makan siang dengan Pemimpin Oposisi Australia Bill Shorten pada bulan Oktober 2015, demikian terungkap dalam dokumen yang diperoleh ABC.

Hal tersebut diketahui di saat Senator Sam Dastyari mengundurkan diri dari Senat, Selasa (12/12/2017) karena hubungannya dengan Huang Xiangmao, yang menurut bandan intelijen disebutkan terkait erat dengan Pemerintah China.

Huang menghadiri acara yang penggalangan dana Partai Buruh (ALP) di Sydney yang dihadiri Shorten pada tanggal 5 Oktober 2015, di tengah perdebatan politik mengenai penolakan Partai Buruh terhadap kesepakatan perdagangan China-Australia.

Donasi ini dilaporkan kepada Komisi Pemilu Australia (AEC) namun perinciannya tidak diketahui sampai salah satu Pemkot di Sydney memaksa perusahaan Huang, Yuhu Group, untuk mencantumkan daftar penerima donasi sebagai syarat permohonan izin pengembangan properti.

Pernyataan laporan Yuhu Group yang diajukan ke City of Ryde menyatakan bahwa donasi ini untuk "makan siang di ruang rapat dengan yang Mulia Bill Shorten, ALP National".

Donasi dilakukan melalui perusahaan terkait, Mandarin International Investments Pty Ltd, yang terdaftar di Australian Securities and Investments Commission (ASIC) di lokasi yang sama dengan Yuhu Group di Sydney.

Pertemuan tersebut terjadi di tahun yang sama ketika Direktur Organisasi Intelijen Keamanan Australia (ASIO) Duncan Lewis memperingatkan Parpol mengenai hubungan Huang dengan Pemerintah China.

Tidak jelas apakah pertemuan tersebut terjadi sebelum atau sesudah adanya peringatan dari Lewis.

Permohonan Huang untuk mendapatkan kewarganegaraan Australia telah dihentikan oleh badan intelijen ASIO.

Juru bicara Bill Shorten mengatakan bahwa dia "selalu bertindak sesuai dengan nasehat dari badan keamanan".

Pada saat pertemuan tersebut, Shorten menghadapi kampanye serikat buruh melawan kesepakatan perdagangan degan China dan penentangan keras politisi Partai Buruh yang khawatir dengan lapangan kerja di Australia.

Australian Council of Trade Unions menggelar sejumlah pertemuan untuk menentang kesepakatan tersebut dan Construction, Forestry, Mining and Energy Union (CFMEU) memperingatkan pihaknya tak akan mengizinkan perusahaan China mendatangkan pekerja asing dan mencuri pekerjaan lokal.

ABC mendapatkan informasi bahwa kesepakatan perdagangan Australia-China dibahas saat makan siang.

Peter Dutton labels Labor senator Sam Dastyari a 'double agent'

Mengubah kebijakan

Satu hari setelah donasi pada Oktober tersebut, Shorten mengumumkan bahwa Partai Buruh mengubah kebijakannya dan akan mendukung kesepakatan perdagangan bebas setelah mengamankan "perlindungan hukum yang memuaskan yang sebelumnya tidak disebutkan".

Shorten sebelumnya mengatakan bahwa Partai Buruh bukannya "menolak tanpa syarat" perjanjian perdagangan bebas, namun harus ada perlindungan lebih untuk lapangan kerja di Australia.

"Hanya karena ada kesepakatan, bukan berarti itu kesepakatan yang bagus," kata Shorten pada akhir Agustus.

Juru bicara Partai Buruh mengatakan perubahan kebijakan tersebut ditentukan oleh kepentingan nasional, lapangan kerja Australia dan kaukus Partai Buruh.

"Partai Buruh mengkampanyekan Perjanjian Perdagangan Bebas dengan China yang melindungi pekerjaan lokal, dan kami menekan Pemerintah untuk menerima posisi kami," katanya.

Sebelumnya Senator Dastyari menghadapi tekanan untuk mundur dari parlemen. Pasalnya, ada laporan bahwa dia bertemu dengan Huang Oktober lalu dan memperingatkan mengenai kemungkinan penyadapan teleponnya oleh badan-badan AS.

Perusahaan milik Huang diketahui membayar biaya hukum Senator Dastyari dan berfoto bersama dalam konferensi pers yang diadakan untuk media China, dimana dia membela kebijakan China atas Laut China Selatan.

Huang memiliki catatan panjang donasi politik ke kedua parpol besar di Australia. Hubungannya dengan politisi menjadi sorotan dalam upaya Pemerintah Federal melarang donasi asing dan membuat registrasi untuk pelobi asing.

Partai Buruh berhenti menerima donasi dari entitas asing termasuk Huang awal tahun ini dan telah meminta Pemerintahan Koalisi melakukan hal yang sama.

Juru bicara Yuhu Group mengatakan bahwa setiap donasi yang mereka lakukan selalu dilaporkan sesuai ketentuan.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.




(nvc/nvc)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed