DetikNews
Senin 11 Desember 2017, 08:05 WIB

Robot Pembawa Sampel Laboratorium Bisa Gantikan Tugas Manusia

Australia Plus ABC - detikNews
Robot Pembawa Sampel Laboratorium Bisa Gantikan Tugas Manusia
Adelaide -

Ini mungkin menyerupai kereta nampan sushi tapi sabuk pembawa barang berteknologi tinggi ini benar-benar bisa membuat Anda berhenti makan malam.

Piring di sini lebih cenderung mengandung darah, urine atau pembalut luka daripada ikan mentah dan nasi, dan bukannya kecap atau wasabi, Anda mungkin mengambil sepiring bakteri meningitis, pneumonia atau bahkan bakteri pemakan daging.

Sabuk pembawa barang ini adalah inti dari laboratorium mikrobiologi baru di Rumah Sakit Royal Adelaide yang baru.

Dinas Kesehatan Australia Selatan (SA) mengklaim bahwa ini adalah sistem otomatis terbesar dan paling canggih dari jenisnya di Belahan Selatan.

Teknologi - yang dikenal dengan sebutan Otomatisasi Lab Total BD Kiestra -ini akan memproses lebih dari 400.000 spesimen pasien setiap tahunnya

Robot mengerjakan tugas yang sebelumnya dilakukan secara manual oleh ilmuwan dan dokter -menempatkan sampel darah, air kencing atau luka ke cawan dan memindahkannya ke inkubator.

Begitu berada di dalam inkubator, spesimen difoto secara digital, memungkinkan ilmuwan untuk mendiagnosa secara digital dari layar komputer mereka.

Manajer laboratorium, Rachael McKinnon, mengatakan bahwa sistem otomatis membuat tempat kerja menjadi lebih aman dan lebih efisien.

"Ini benar-benar perubahan besar untuk mikrobiologi, dan contoh sempurna bagaimana teknologi bisa memperbaiki hasil bagi pasien dan juga dokter," sebutnya.

Spesimen difoto secara digital segera setelah mereka berada di dalam inkubator.
Spesimen difoto secara digital segera setelah mereka berada di dalam inkubator. (ABCNews:NickHarmsen)


Menurut ahli biologi klinis, Ivan Bastian, teknologi ini juga bisa secara signifikan mempercepat diagnosis.

"Sebelumnya kami membawa piring-piring itu ke bangku-bangku ini, membiarkan mereka di sana selama satu atau dua jam saat kami mengerjakan pekerjaan hari itu, lalu memasukkannya kembali ke dalam inkubator," jelasnya.

"Sekarang mereka tinggal di inkubator sepanjang waktu dan dibaca secara digital di layar ini, sehingga memungkinkan bakteri tumbuh lebih cepat."

Waktu tunggu untuk beberapa hasil urine sudah berkurang dari 24 menjadi 14 jam.

Menteri Kesehatan Australia Selatan, Peter Malinauskas, mengatakan bahwa sistem baru tersebut telah menunjukkan kualitas biayanya.

"Empat juta dolar membuat kami mendapatkan hasil yang lebih cepat, hasil yang lebih akurat, yang memastikan bahwa kami mendapatkan hasil pasien yang lebih baik di Rumah Sakit Royal Adelaide yang baru," sebutnya.

"Ini memungkinkan kami memanfaatkan sumber daya terpenting yang ada pada kami di Dinas Patologi SA, dan itu adalah peran ahli patologi kami sendiri."

Pemotongan kerja

Meski demikian, menggantikan beberapa tugas ahli patologi dengan robot mungkin berdampak pada manusia.

Pemerintah Negara Bagian SA, pada bulan Agustus, menunda sebuah rencana kontroversial untuk merestrukturisasi Dinas Patologi SA hingga setelah Pemilu negara bagian di bulan Maret.

Restrukturisasi itu bisa membuat sepertiga dari angkatan kerja, atau 196 pekerjaan, hilang.

Malinauskas mengatakan bahwa keputusan akhir mengenai pemutusan hubungan kerja hanya akan dilakukan setelah menyelesaikan tinjauan utama terhadap layanan patologi.

"Ada sistem baru yang bisa dipelajari. Ada metode baru yang akan diterapkan oleh ahli patologi kami dengan teknologi seperti ini," sebutnya.

"Tinjauan sedang berlangsung [dan] kami harapkan akan selesai pada pertengahan tahun depan."

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.




(nvc/nvc)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed