DetikNews
Rabu 15 November 2017, 12:45 WIB

PM Turnbul Minta Wakil Rakyat Australia Tindaklanjuti Plebisit

Australia Plus ABC - detikNews
PM Turnbul Minta Wakil Rakyat Australia Tindaklanjuti Plebisit
Canberra -

Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull mengatakan sudah waktunya bagi wakil-wakil rakyat untuk "menerima" hasil survei legalisasi pernikahan sesama jenis. Mereka diminta segera mengesahkan pernikahan sesama jenis, setelah hasil survei dimenangkan kubu YES.

Survei atau plebisit yang dilaksanakan melalui pos ini menunjukkan hampir 80 persen warga Australia yang memiliki hak pilih telah memberikan suaranya. Hasilnya, 61,6 persen di antaranya menyatakan pasangan gay dan lesbian seharusnya diperbolehkan menikah.

Persentase suara YES terdapat di negara bagian khusus ibukota Canberra (ACT), dengan 74 persen YES. Kemudian disusul Victoria dengan 65 persen, Tasmania dan dan Australia Barat masing-masing 64 persen.

New South Wales memiliki persentase YES terendah dengan 58 persen dan 42 persen lainnya memilih NO.

PM Turnbull menyatakan rakyat Australia telah "memilih YES untuk cinta" dan sekarang terserah Parlemen untuk "menindaklanjutinya".

"Terserah kita di Parlemen Australia untuk menindaklanjutinya, bekerja melakukan apa yang dimandatkan rakyat Australia. Tahun ini, sebelum Natal. Itulah yang harus menjadi komitmen kita," katanya beberapa saat setelah pengumuman hasil plebisit.

Penny Wong appears overcome by emotion as she wears a rainbow flag


PMTurnbull menyebut hasil ini luar biasa, baik dari segi yang ikut memilih maupun yang memberikan suaraYES.

Di berbagai tempat di Australia tampak kegembiraan di kubu YES, termasuk di dalam Gedung Parlemen.

Pemimpin Partai Buruh di Senat, Senator Penny Wong, tampak menangis saat hasil plebisit diumumkan.

Pemimpin Partai Hijau Richard di Natale hadir dalam pertemuan kubu YES di Gedung Parlemen. Dia mengucapkan terima kasih atas pendukung YES karena "kerja keras, kampanye, dukungan dan suara Anda".

PM Turnbull mengakui adanya orang menentang perubahan tersebut. Menurut dia, "minoritas jelas memilih NO" namun dia jelas menginginkan UU Pernikahan segera diubah.

"Tidak ada yang melebihi (nilai-nilai) Australia daripada keadilan, tidak ada yang lebih Australia daripada kesetaraan dan saling menghormati dan setiap orang memiliki pendapat - hal itulah yang kami janjikan," katanya.

Australian Greens leader Richard Di Natale holds his arms in the air at a 'Yes' rally.
Pemimpin Partai Hijau Australia Senator Richard Di Natale. (ABC News: Jed Cooper)


Namun perdebatan politik masih tetap kuat meski suara yang mendukung perubahan sangat besar.

Fokusnya kini beralih ke versi RUU yang akan diperdebatkan di Parlemen.

Menteri Keuangan Mathias Cormann mengisyaratkan akan memainkan peran penting dalam diskusi tentang seberapa jauh adanya jaminan kebebasan keagamaan.

RUU yang disusun Dean Smith dari Partai Liberal, yang mendapat dukungan lintas partai, akan diajukan Rabu (15/11/2017 sore.

RUU ini berisi ketentuan-ketentuan yang menyatakan petugas keagamaan tidak dapat dipaksa untuk menikahkan pasangan sesama jenis.

Dean Smith smiles while holding a rainbow flag.
Politisi Partai Liberal Dean Smith merayakan kemenangan kubu YES. (ABC News: Jed Cooper)


Senator Cormann, yang merupakan pemimpin faksi konservatif dalam Partai Liberal, mengatakan RUU versi Smith merupakan titik awal yang baik namun memerlukan "tambahan perlindungan keagamaan".

Mantan PM Tony Abbott, yang dapilnya di Warringah menunjukkan 75 persen pemilih YES, juga menginginkan adanya perubahan pada RUU versi Smith agar menjamin "kebebasan hati nurani bagi semua, bukan hanya bagi kalangan gereja".

Senator asal Tasmania Eric Abetz yang konservatif mendukung kuat RUU versi lain yang diajukan James Paterson dari Partai Liberal, yang mencakup pengecualian yang lebih luas dari UU diskriminasi, termasuk untuk penyedia layanan pernikahan seperti toko roti dan toko bunga.

Para politisi lintas partai pendukung pernikahan sesama jenis yang mendukung RUU versi Smith coba mengajukan tata tertib parlementer untuk memastikan perdebatan tidak berlarut-larut.

Seorang juru kampanye kubu NO Lyle Shelton, dari Coalition for Marriage, menyebut hasil survei ini mengecewakan namun pihaknya menerima dan menghormati keputusan rakyat Australia.

Shelton mengatakan bahwa fokusnya sekarang akan memperjuangkan hak para orangtua dan memperjuangkan kebebasan berbicara dan keyakinan.

Dia akan bekerja sama dengan para politisi yang mendukung RUU versi Senator Paterson untuk memberikan jaminan kebebasan keagamaan lebih besar.

Sementara itu Pemimpin Partai BuruhBillShorten mengatakan rakyat Australia telah memilih "kemurah hatian mereka, bagi Australia modern, dimana keragaman diterima, didukung dan dihormati".

"Hari ini kita merayakannya, besok kita mengundang-undangkannya," kata Shorten.

Namun hasil survei ini menyisakan peringatan yang kuat bagi Partai Buruh.

Di sejumlah dapil pinggiran barat Sydney, banyak dapil yang dikuasai Partai Buruh menunjukkan suara NO yang kuat.

Di dapil Blaxland yang meliputi kota Bankstown dan Auburn, misalnya, 74 persen pemilih memberikan suara NO bagi legalisasi pernikahan sesama jenis.

Kursi dapil Blaxland di DPR Australia diduduki Jason Clare yang mendukung pernikahan sesama jenis.

Sedangkan dapil Watson dan dapil McMahon yang dipegang Tony Burke dan Chris Bowen juga menunjukkan hasil yang menentang legalisasi itu, masing-masing 70 dan 65 persen suara NO.

Australian statistician David Kalisch speaks into a microphone.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.


(nvc/nvc)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed