DetikNews
Senin 23 Oktober 2017, 09:47 WIB

Australia Khawatir Rencana 'Jalur Sutra Baru'

Australia Plus ABC - detikNews
Australia Khawatir Rencana Jalur Sutra Baru
Canberra -

Upaya triliunan dolar oleh China untuk mendominasi perdagangan global ditolak oleh figur keamanan nasional senior yang mengkhawatirkan konsekuensi strategis serius jika Australia terlibat secara formal.

ABC telah mengonfirmasi kalau kepala departemen imigrasi dan pertahanan adalah yang termasuk menentang inisiatif ambisius "Satu Jalur Satu Jalan" dari Beijing, dengan tegas menyarankan pemerintahan Turnbull awal tahun ini untuk tidak bergabung.

Sejumlah sumber pemerintah mengatakan kepada ABC kalau rencana China itu juga telah memicu perpecahan di dalam Departemen Urusan Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT), dimana birokrat perdagangan umumnya mengarah untuk bergabung sementara korps diplomatik tidak berminat.

Sejauh ini, 68 negara termasuk Selandia Baru telah bergabung dengan proyek Presiden China Xi Jinping yang ingin menandai rencana negaranya untuk memperbesar kekuatannya di regional dan lebih luas lagi.

"Pertimbangan ekonomi bagi Australia untuk bergabung secara formal jelas tidak menguntungkan," seorang figur senior di pemerintahan mengatakan kepada ABC.

"Kami melihat sangat kecil tambahan manfaat ekonomi jika bergabung, tapi banyak konsekuensi negatif jika kita menerima tawaran Beijing."

Di bawah rencana besar yang pertama kali dibuka tahun 2013, China ingin ingin menghidupkan kembali jaringan kuno daratan dan lautan jalur perdagangan sutra dan telah menghabiskan miliaran dolar untuk proyek infrastruktur baru seperti jalan, jalur kereta api, pelabuhan dan koridor maritim.

Kereta pembawa barang di beberapa jalur paralel
Kota Chongqing, selatan China mengirimkan barang ke Asia Tengah, Rusia dan Eropa dengan kereta sepanjang 2 kilometer. (ABC News: Matthew Carney)


Proyek yang berbasis di daratan adalah "jalur (belt)" sementara "jalan (road)" adalah rute maritim yang akan menghubungkan provinsi selatan China ke Asia Tenggara dan pantai timur Afrika dengan pelabuhan dan jalur kereta.

Saat Kongres Partai Komunis ke-19 pekan lalu Presiden China Xi Jinping menekankan lagi inisiatif ini dan menyatakan harapannya semakin banyak negara untuk bergabung segera.

"Ekonomi yang terbuka akan membaik sementara yang tertutup akan ketinggalan di belakang," kata Xi Jinping dalam pidato di Gedung Besar Rakyat Beijing dalam pembukaan Kongres.

Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini




(nvc/nvc)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed